Kamis, 17 Juni 2021

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

 



Semangat  menyimak  materi malam ini.

Salut sekali atas  gagasan pak Naf dan pak Brian yang dengan  santun dan sabar  mengajak  para peserta  untuk terus semangat.  Beliau mengajak para peserta pelatihan untuk membuktikan  karya nyata. Membuktikan bahwa menerbitkan buku  itu mudah. Tidak  seperti jaman dahulu yang  banyak liku-liku dan hanya orang hebat dan terkenal saja yang  bisa menerbitkan buku.

Trimakasih  pak guru muda. Masih muda  sudah banyak karya dan prakarsa. Hari ini, Senin 7 Juni 2021  pelatihan menulis bersama pak Naf yang menjadi nara sumber adalah pak Brian dan didampingi pak Naf sebagai  moderatornya. Materi yang disampaikan adalah “ Menerbitkan buku semakin mudah di penerbit Indi”.

Pak Brian dengan nama lengkap Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Guru, penulis dan Blogger. Mengajar  PKN kelas di SD. Beliau alumni PGSD Atmajaya Jakarta.

Dibawah ini  adalah karya Solo dari pak Brian.



Sebagian buku dari penerbit Gemala

Beliau bercerita  bahwa tahun lalu, ketika Pak Naf ingin menerbitkan buku untuk pertama kalinya, beliau mengalami hambatan. Maka, pak Brian pun dihubungi untuk membantu menuntaskan agar naskahnya segera bisa jadi buku. Tiga buku solo saya diterbitkan di penerbit Indie.

Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Ini buku pertama dari pak Brian.
https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html . Perlu waktu 3 bulan untuk terbit, sejak pengiriman naskah.
 buku kedua 
http://www.praszetyawan.com/2020/06/buku-aksi-literasi-guru-masa-kini.html .  Prosesnya lebih cepat. Sekitar 1 bulan

Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex media, Andi, dll. 

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Kita mesti menunggu dalam waktu lama untuk mengetahui naskah ditolak atau tidak.  Setelah menunggu lama, Penulis harus menerima jika naskahnya ditolak, dan mencari penerbit lain lagi. Penolakkan pun tidak hanya dari 1-2 penerbit. Perlu mencoba terus ke sejumlah penerbit sampai ada yang mau menerima naskah kita.

Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Harus bolak-balik revisi sesuai arahan editor.Maka sekarang menerbitkan buku dikatakan semakin mudah karena sekarang ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi dan proses penerbitan yang cepat.

Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Itu yang saya rasakan sekarang Maka sekarang menerbitkan buku dikatakan semakin mudah karena sekarang ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi dan proses penerbitan yang cepat.

Akhirnya  beliau  menjalin kerja sama dengan penerbit yang menerbitkan buku kedua  tersebutnamanya penerbit  “Gemala”. Penerbit itu sangat fleksibel dalam melayani permintaan pemesan. Pak Brian  membantu guru-guru menghubungkan ke gemala untuk menerbitkan buku

Seperti yang  lakukan sekarang di grup ini ( Menulis bersama Pak Naff). Pak Brian yang membantu hubungkan di penerbit  Gemala.

Sebelum dikirim ke penerbit, naskah tentu perlu dipersiapkan sesuai ketentuan penerbit. 

Setelah  menyelesaikan 16 resume, di bawah ini adalah  langkah-langkah selanjutnya untuk menerbitkan buku di penerbit Gemala.

1. Pastikan Seluruh tulisan resume sudah berada dalam satu file word
2. File word disetting seperti yang ditunjukkan diposter
Seperti ini  mensetting wordnya, berikut  formatnya
 
3. Dalam format tersebut sudah saya siapkan halaman-halaman kelengkapan naskah yaitu
cover ( judul buku dan nama penulis saja), 
Prakata, 
daftar isi (tanpa nomor halaman), 
profil penulis, 
sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

            Semuanya dalam satu file word jangan ada yang dipisah-pisah ada ketentuan khusus 
            yang harus diperhatikan

            Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Ya.. dengan harga yang bisa
            dibilang murah maka ada konsekuensi yaitu tidak termasuk editing. Namun beruntung 
            Pak Naff akan mengecek naskah bapak/ibu.

             Maka nanti sebelum terbit, bapak/ibu akan diberi naskah buku yang sudah jadi dalam 
            bentuk PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali


-Kemudian jika ingin cetak ulang, harus di penerbit rekanan saya. Jumlah minimal cetak  yaitu 10     eksemplar.

-Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih 
  dari itu akan kena biaya tambahan

-Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. 


Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan 1-1,5 bulan. tergantung banyaknya antrian
Terkait ketebalan buku, ada baiknya jangan lebih dari 130 halaman A5. Sudah disampaikan, akan ada biaya kelebihan halaman
Untuk batas minimal saya sarankan 85 halaman A5
perlu diketahui, ukuran A5 beda dengan A4
ukuran A5 lebih kecil. Kurang lebih setengahnya A4

  

Resume peserta  dikumpulkan ke Pak Naf . Beliau akan cek. Jika ada yang perlu diedit, maka akan beliau edit. Kemudian pak Naf yang akan mengirim ke penerbit

lewat grup ini, peserta sudah dimudahkan jalannya untuk bisa menerbitkan buku yaitu

mentoring dari orang yang sudah pengalaman 
Channel penerbit dengan harga terjangkau dan bisa dipercaya
Bahan untuk menulis (resume)

jadi ayo maju terus sampai terbit bukunya.

Trimakasih pak Brian untuk pemaparannya. Bergizi. Menambah wawasan. Semoga bisa segera mewujudkan  mimpi menerbitkan  buku hasil Resume  dari palatihan “ Menulis Bersama pak Naf”

Menerbitkan buku adalah impian. Jadi punya karya adalah kebanggan. Kemauan belajar adalah kuajiban. Teruslah belajar menulis  dan tetap semangat!.

Waingapu, 8 Juni 2021

#Salam Literasi 

#



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...