Selasa, 08 Juni 2021

Renungan pagi, Selasa 8 Juni 2021

 

Pr. Ofan, CSsR

Umat beriman yang terkasih  selamat pagi, Mari kita mulai renungan kita  pada pagi hari ini dengan tanda kemenangan Kritus.

Dalam Nama Bapa Putra dan Roh Kudus Amin. 

Bacaan injil hari  ini diambil dari Mateus  5, ayat 13 – 16. Dimuliakanlah Tuhan.

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda.  Kalian ini garam dunia, jika garam itu menjadi tawar dengan apakah dapat diasinkan. Tiada gunanya lagi selain di buang dan diinjak-injak. Kalian ini cahaya  dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki Dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 

demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di Sorga.  Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus. 

Saudara saudari yang terkasih,  Injil hari ini berbicara tentang garam dan terang dunia.  Saya yakin kita semua sangat tahu tentang kedua hal ini.  Di rumah pasti kalau ada yang masak, makanan itu pasti ditaruh garam, karena garam .  Akan berbeda Rasanya ketika kita memakan sesuatu, sayur, misalnya lalu rasanya tawar.  Pasti kita akan mencari garam memberinya dan merasakan ada sesuatu yang berbeda. Itulah fungsi dari garam memberikan rasa yang berbeda.

Demikian pun juga dengan terang.  Akan aneh jika kita hidup dalam kegelapan. Padahal di mana-mana sudah ada listrik dan semua orang akan bahagia ketika ada terang, karena dengan terang kita dapat melihat sesuatu, kita dapat berjumpa dengan orang, kita dapat bertutur kata dengan orang.  Banyak hal yang kita bisa lakukan jika kita hidup di dalam terang.  Yesus dalam Injil hari ini kau mengajak murid-muridnya agar mereka mereka pun menjadi garam dan terang dunia, menjadi garam dan cahaya dunia.

Artinya bahwa mereka harus bisa memberikan rasa yang berbeda. Harus bisa menjadi terang bagi kehidupan di sekitarnya. Nah adalah contoh bagaimana suatu hari dua orang sahabat mereka menghampiri sebuah tuku untuk membeli buku dan majalah.  Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan orang kedua tetap enjoy bahkan bersikap sopan terhadap penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya. Hey!! kawan Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu. 

Sahabatnya menjawab, Lho kenapa aku harus mengijinkan dia menentukan caraku dalam bertindak. Kitalah penentu atas kehidupan kita,bukan orang lain. Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali bantah orang pertama.  Ia pun merasa jengkel.  Ya itu masalah dia . Dia mau bad mood. Dia mau tidak sopan melayani dengan buruk dan lainnya, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita.  Kalau kita sampai terpengaruh berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita.  Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. 

Sahabat tindakan kita kerap kali dipengaruhi  oleh tindakan orang lain.  Kalau mereka melakukan hal yang buruk kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan kita akan lebih tidak sopan lagi.  Kalau orang lain pelitterhadap kita,  kita yang semula Pemurah  tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu 

Mari Kita Renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?  Mari kita menjaga suasana hati kita jangan kita membiarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak.  Kita memilih untuk tetap berbuat baik sekalipun menerima hal yang tidak baik. Saudara saudari yang tekasih. Kisah ini menggambarkan bahwa ada begitu banyak orang yang memiliki sikap berbeda-beda dengan kita.  

Tetapi sebagai murid-murid Kristus kita ditantang untuk tetap mau memberikan garam dan terang dunia kepada sesama kita.  Orang yang memberikan garam dan terang dunia,  orang yang mau membawa dampak positif bagi kehidupan di sekitarnya ialah orang yang Tetap sejuk ditempat yang panas.  Tetap manis di tempat yang sangat pahit. Tetap merasa kecil, meskipun telah menjadi besar dan tetap tenang ditengah badai yang paling hebat.  Kitapun menjadi orang yang senantiasa menjadi terang dan garam di dalam hidup kita.

 Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

Semoga kita semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.  Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin selamat pagi untuk kita semua dan sampai jumpa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...