Buku adalah sebuah karya yang dihasilkan dari kegiatan menulis. Dari karya ilmiah juga bisa dijadikan buku. Materi malam ini adalah Menulis Buku dari karya Ilmiah. Narasumber malam ini adalah ibu Noralita Purwa Yunita,M.Pd, Kelahiran Kudus, 12 Juni 1989. Guru di SMP Negeri 8 Semarang. Beliau adalah narasumber hebat malam inii. Bu Nora peserta pelatihan dari gelombang 8, Moderator malam ini ibu Aam Nurhasanah. Dengan penuh semangat siap menyimak materi untuk malam ini. Bagi peserta yang berencana membuat buku dari PTK semoga ada pencerahan dan bisa mewujudkannya.
Sebagai seorang Sarjana tentunya kita punya karya ilmiah berupa Skripsi atau PTK. Untuk S2, S3 juga punya karaya ilmiah beru tesis. Karya ilmiah dibuat sebagai syarat kelulusan dan untuk mendapatkan gelar. Karya tulis tersebut setelah disidangkan mungkin hanya disimpan di perputakaan saja atau bahkan di gudang.
PTK ataupun best Practice, yang dibuat untuk persyaratan tertentu misal untuk kenaikan pangkat setelah mendapatkan penilan biasa hanya disimpan saja oleh penulisnya. Jika beruntung, laporan PTK itu bisa terpajang di perpustakaan sekolah.
Tentu sangat disayangkan apabila informasi dan data penting tersebut sebatas disimpan sendiri oleh penulisnya atau hanya tergeletak begitu di perpustakaan. Jika PTK/karya ilmiah kita bukukan keuntungannya adalah :
- Dapat dibaca oleh masyarakat awam
- Buku dapat diperjualbelikan,,jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
- Buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah
- berupa buku tadi.Jika buku banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri.
- Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku
Bagaimana cara mengubah PTK menjadi buku?
- Ubah judul KTI atau PTK kita menjadi judul populerJudul KTI versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh Judul Tesis adalah “ Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA “ Ketika diubah menjadi Judul buku “ Kiat Menulis Modul Berbasis Riset” Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul,,jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal ditambah kata : Kiat, Jurus, Strategi, Cara Sukses atau yang lainnya.
- Ubah bab I (pendahuluan) pada KTI menjadi bab I buku, Namun, disini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, Hapus rumusan masalah, Hapus definisi operasional , Hapus manfaat penelitian. Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti
- Bab II dan seterusnya pada KTI versi buku dapat diambil dari pengembangan kajian teori pada bab II KTI asli. Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi :hasil belajar , ,media pembelajaran,Modul,metode pembelajaran, pembelajaran berbasis riset. Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu: Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku Bab 2 TEORI BELAJAR : belajar,permasalahan dalam pembelajaran, Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku, Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN: Pengertian media, jenis media, manfaat media. Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku, Bab 4 mengenal modul , pengertian modul, karakteristik modul, sistematika modu, kelebihan modul. Dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai...Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja,sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku
- Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan.. Kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita. Ini dapat diawali dengan kata pengantar "pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.... ". Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiahBoleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
- Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku
- Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
- Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal Ilmiah, e-book auatu karya lainnya. Jangan gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll
- Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit, Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah Bukan berarti mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena jika seperti itu akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita.Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya
Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selain itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.
Dengan demikian, impian peserta pelatihan saat ini, terkhusus yang ingin membuat buku dari PTK ada pencerahan. Terimakah Ibu Nora, Makasih Bu Aam dan semua tim Om Jay yang sudah membagikan materi untuk kami. Semoga semakin bersemangat untuk berkarya dan menerbitkan buku.
Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis. Sebaik-baiknya manusia adalah mau berubah ke arah kebaikan dalam segala hal dan bermanfaat bagi orang lain.
Resume ke : 4
Tanggal : Senin , 19 Juli 2021
Tema : menulis Buku dari karya Ilmiah
Nara Sumber : Noralita Purwa Yunita,M.Pd
Moderator : Aam Nur hasanah, S.Pd
Pertemuan ke-4 , Gelombang 19
#Salam Bloger persahabatan

Sekarang jadi tau, kalau KTI bisa jadi buku
BalasHapusBulan Ramadhan Bulan Puasa. Malam ini sungguh luar biasa. Ibu Noralia narasumbernya. Selamat hari raya idul Adha. Semoga kita jadi manusia yang takwa. https://youtu.be/r3MkrHUjrkE
BalasHapusSelamat hari raya idul Adha bagi yang merayakannya, dari omjay guru blogger Indonesia.
Sukses resumenya.
BalasHapus