Senin, 02 Agustus 2021

Aku Sedih Karena Orang Tua Terlalu Mencintaiku

 


 

Menulis tentang seseorang karena “terkesan” kepada subyeknya, tentang kisahnya.

Memang kisah ini biasa saja, ini tergantung dari cara kita memberi makna atas peristiwa yang ada.

 

L

ahir, hidup, mati, rejeki dan jodoh  bahkan nasib dari manusia itu sudah di atur olehNya.

Suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita tetap bersyukur dengan yang ada.  Ajari kami Tuhan untuk bisa selalu berucap syukur dalam keadaan apapun, penuhi kami dengan keiklasan. Karena hidup adalah tantangan yang harus dihadapi. Penderitaan yang harus diatasi. Pertandingan yang harus dimenangkan.  Hidup juga sebuah kuajiban  yang harus  dilakukan oleh setiap manusia.

Pada suati hari ada sebuah keluarga  miskin diperkampungan daerah terpencil di nun jauh di sana. Karena terhimpitnya kehidupan. Sengsaranya keadaan. Perihnya  hati.  Lapar dan dahaga yang di rasakannya. Istri dan  dua orang anak yang  harus ditanggungnya.  Memang sudah berupaya   buat ladang. Tapi ladang tak pernah menghasilkan.  Karena  teriknya matahari dan  kamarau yang  teramat panjang. Sumber airpun mengering.

Betapa sedihnya hidup ini.  Hidup  enggan matipun  tidak. Karena  kurang makan dan kehidupan  serba berkekurangan, salah satu anaknya  jatuh sakit. Sakit selalu dianggap biasa.Jika sakit dibiarkan, toh nanti akan sembuh sendiri. Begitu dia punya keyakinan. Di perkampungan  jauh untuk pengobatan. Hari demi hari ditunggui saja. Eh!! ternyata  keyakinan itu meleset. Sakit semakin parah,  panas badan Hana pun semakin tinggi.  Rasa panik pun tak  bisa dihindari. 

Karena situasi dan kondisi. Akhirnya dia jadi punya  rencana untuk  mencuri. Yach!!  Kambing banyak di ladang orang.  Tengah  malam beraksi demi si buah hati yang  sakit supaya  tidak mati.  Aksipun sukses!. Dipikulnya kambing, dan dibawa serta Istri dan anak-anaknya ke kota di tengah malam dengan berjalan kaki. Lumayan, bisa sekitar dua puluhan kilo untuk dapat jalan raya.

Sampailah mereka di jalan raya tempat biasa  bis pedesaan  ada. Sekitar jam 9, bis pun muncul. Mereka naik bis kayu (truk di modif sehingga dipakai untuk penumpang:Red)  menuju kota.  Setelah turun,  konjakpun meminta bayarannya. Dengan segala keluh kesahnya. Akhirnya sang konjak mau membantu menjualkan kambing, sekalian untuk ongkos bisnya. Karena kebaikan hati pak supir diantarlah ia ke pasar supaya bisa jual dulu kambingnya  supaya  lunas ongkos bisnya. Seberapun  uang kambing yang penting sudah bisa untuk bekal hidup sementara di kota.

Orang kampung  tak tahu ramainya kota. Tak pikir panjang, mereka bertanya dimana rumah sakit berada. Ternyata ada saja orang baik yang rela mengantarnya. Sampailah mereka di rumah sakit. Dibawalah Hana  yang  sakit  itu menghadap ke dokter. Karena lambatnya penanganan dan lamanya  penderitaan, dokter memfonis bahwa dia sakit  lupus dan tak bisa disembuhkan. Lupus merupakan  penyakit inflamasi  kronis yang disebabkan oleh sistem imun yang bekerja dengan keliru. Dalam kondisi normal, sistem imun seharusnya melindungi tubuh dari serangan  infeksi virus atau bakteri.  Pada pengidap lupus ini  sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Dokter masih bilang ada penyakit lain, dengan bahasa  yang tak dimengerti oleh bapaknya Hana.

Dokter pun menyarankan untuk pulang saja. Karena memang sia-sia jika ditangani di rumah sakit. Dengan langkah lunglai dan tidak berdaya akhirnya dia pun harus menyetujuinya. Di gendongnya Hana, diciumnya dengan  peluh dan air mata.  Mereka pulang dengan  penuh rasa duka lara. Sedih!, pilu!! Kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tubuh Hana kurus, lemas dan berdaya.

Suatu ketika Saya datang menemuinya. Kutatap matanya. Tersirat kesedihan di dalam dirinya. Ya, dia akan menanggung  sendiri keadaan sampai  seumur hidupnya.Tuhan!, kuatkan dia dalam  kesengsaraannya. Semoga tetap semangat menjalani  kehidupannya sekarang hingga akhir hayatnya.

Suatu ketika ada program pemerintah yaitu pengobatan gratis. Selurh pengobatan ditanggung oleh pemerintah. Seorang  ibu  dari dinas sosial  datang ke rumah Hana.  Ibu menawarinri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...