Oleh : Cahyadi Takariawan
Ray Bradbury memberi tantangan yang sangat ‘menegangkan’, yaitu membaca tiga karya tulis setiap malam –selama seribu malam.
Kebayang betapa hebat kualitas penulis yang bisa menerapkan saran Bradbury ini. Benar-benar pembelajar yang tangguh.
“Aku akan memberi Anda program untuk diikuti setiap malam. Program yang sangat sederhana. Untuk seribu malam berikutnya, sebelum Anda tidur setiap malam, bacalah satu cerita pendek. Itu akan memakan waktu sepuluh menit, lima belas men, untuk 1.000 malam ke depan,” ujar Bradbury.
“Oke, kalau begitu baca satu puisi setiap malam, dari sejarah puisi yang luas. Jauhi sebagian besar puisi modern. Ini omong kosong. Ini bukan puisi! Ini bukan puisi”, ujar Bradbury.
“Baca karya penyair besar, Shakespeare, Alexander Pope, Robert Frost. Tiap malam baca satu puisi, satu cerita pendek, satu esai, untuk 1.000 malam ke depan”.
Bradbury menyarankan, tidak hanya membaca satu tema, namun berbagai tema. Ia menyarankan agar Anda membaca esai berkualitas dari Aldous Huxley atau Lauren Eisley.
Ini sih, juooosh –kalau istilah di grup-grup whatsapp. Benar-benar menjadi penulis handal jika mampu membaca tiga naskah setiap malam, selama seribu malam. Satu puisi (beneran), satu cerpen (beneran) dan satu artikel berbobot dari berbagai tema.
Wawasan kita akan luas, kosa kata kita menjadi semakin kaya, dan pandai mengolah ide menjadi tulisan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar