Oleh : Cahyadi Takariawan
“Banyak cerita pendek yang terlalu panjang”, ujar Ray Bradbury. Namanya saja cerita pendek, namun terkadang menjadi terlalu panjang dan bertele-tele.
Bagi penulis pemula, ada rasa sayang untuk memotong atau membuang cerita yang telah ditulis. Padahal, panjang tidak identik dengan ‘lebih baik’. Sebagaimana pendek tidak bermakna ‘lebih buruk’.
“Ketika saya menulis novel Something Wicked This Way Comes, draf pertama berjumlah seratus limapuluh ribu kata. Saya memotong limapuluh ribu kata”, ujar Bradbury.
Tentu saja memerlukan keberanian dan kebearan jiwa untuk membuang sepertiga bagian cerita.
Limapuluh ribu (50.000) kata, yang dibuang Bradbury, bukan jumlah yang sedikit. Ini sudah patut menjadi satu novel sendiri. Pasti banyak penulis yang merasa sayang dan tidak tega untuk memotong sebanyak itu.
Memotong atau membuang –tidak bermakna benar-benar menghapus bagian itu. Namun bisa dilakukan dengan jalan menyimpan bagian yang tidak diperlukan, karena bisa jadi akan diperlukan untuk tulisan berikutnya nanti. Namun secara teknis, kita bisa membuang atau memotong bagian naskah yang tidak relevan.
Ketika kita telah menulis berpuluh ribu kata, namun merasakan ada hal-hal yang tidak menyambung dengan tema, atau tidak relevan untuk dicantumkan, terkadang muncul rasa ‘sayang jika harus dibuang’. Kurang lebih kita merasa, “sudah susah-susah menulis, berhari-hari, masa iya harus membuang atau memotongnya?”
Namun Bradbury menekankan, “Jangan takut memotong tulisan Anda”. Jika dengan memotong atau membuang suatu bagian membuat tulisan lebih baik dan lebih relevan, maka memotong adalah tindakan yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar