Sabtu, 25 September 2021

SAATNYA GURU MENJAWAB TANTANGAN JAMAN #4

 

 


Pandemi belum juga pergi. Dia  terus mengintai kita. Engkau datang bagai bala tentara dalam operasi senyap. Menembaki ribuan orang yang  sedang beraktifitas dan yang terlelap. Saat ini  kita ita harus terus waspada.  Dia menerjang siapa saja. Tak kenal tua atau muda, sehat atau sakit, miskin ataupun kaya.

Kita harus selalu menjaga imun kita  supaya tak terpapar dan terbebas darinya.  Tak  terasa kita sudah  satu setengah tahun bersamanya.  Sudah banyak  saudara kita yang menjadi korbannya. Sedih memang!. Tapi mau bagaimana lagi?  Kita harus terima dengan lapang dada.  

Ada pandemi kita tetap harus berinteraksi. Dengan adanya pandemi  adalah tantangan bagi  semua kita untuk ‘berbuat’ sesuatu. Beberapa pemerintah  daerah memutuskan menerapkan  kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan  metode belajar  dengan sistem daring (dalam jaringan)  atau online. Guru dituntut  dapat mendesain  media pembelajaran sebagai  inovasi  dengan memanfaatkan media daring. Hal ini sesuai dengan  surat edaran Permen No. 4 Tahun 2020 tentang  pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Corona datang tanggal   17-03-2020 Corona. Mulai saat itu  sekolah mulai dengan kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah). Yang nota bene, pembelajaran harus dengan aplikasi Internet. Saya benar-benar merasa paling bodoh tingkat dewa dalam  teknologi. Apalagi  harus melaksanakan daring. Saat ini saya mengajar  SMA. Ada  Siswa yang  kritis. Sebagai guru hal  ini adalah ‘sebuah tantangan’.  Bagaimanapun, saya harus  optimis. Dari situlah yang melecutkan semangat saya untuk belajar. Harus belajar. Sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Bagaimana jika peserta didik ‘bertanya’  sekitar aplikasi internet ternyata gurunya tidak bisa menjawab ?.  Bagaimana  pandangan peserta didik  terhadap guru? Ya....ini PR buat saya, mungkin buat guru tua seperti saya. Untuk menuju langkah  keseribu  kita harus mulai dari langkah pertama. Pelan-pelan kumelangkah, berjalan dan terus berjalan....

Di abad ke-21 sekarang ini,   persaingan berbagai hal semakin tajam. Individu yang  tidak membekali diri dengan kompetensi yang memadai, sudah pasti akan terpinggirkan. He he....kita sedia pelampung masing-masing deh. Guru harus mau berpikir  kreatif dan inovatif. Apalagi sekarang era globalisasi. Era  milenial. Era  d i g i  t a l’ . Orang  harus tahu dunia informasi teknologi, internet, media sosial dan konten-konten yang up to date.  Sebagai guru disarankan menguasai  ICT (Information and Communication Technology) dan literasi informasi.  Itu merupakan keharusan dalam dunia pendidikan. Tanpa ICT saat ini akan sulit seseorang mengembangkan pekerjaannya.

Mau tak mau, bisa tak bisa  guru harus berusaha. Guru  harus belajar untuk menyesuaikan diri. Sebenarnya teknologi itu ‘memudahkan’ kita.  Dalam artian  dengan mengetahui teknologi  pekerjaan kita akan lebih terbantu. Pembelajaran menggunakan aplikasi google misalnya. Ternyata google ini ada banyak fiturnya, masing-masing punya fungsi yang berbeda, GoogleClassroom, GoogleForm, Google Drive, Google Docs, googleSlide, GMAil, GCalendar.  Misal, kita sudah tahu aplikasi dan fungsi  Google dalam pembelajaran, kita akan merasakan dampaknya. Menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan fasilitas itu kita sudah bisa kirim tugas, absen bahkan nilai bisa langsung muncul. Pekerjaan jelas lebih cepat, praktis dan lebih mudah. Tak perlu lagi kertas-kertas yang membuat pusing karena berserakan.

Guru adalah pendidik atau pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan yang  dimiliki kepada siswanya.  Guru merupakan  pendidik  yang pekerjaannya dianggap sangat  mulia.  Guru harus rela memberikan ilmunya  kepada siswa agar banyak peserta didik  yang juga memilki  pengetahuan yang luas.  Guru yang baik adalah guru yang ‘mampu’ memberikan pelajaran yang berguna dan mengikuti perkembangan zamannya. Nah, saat inilah tantangan harus diterima. Para guru wajib hukumnya  mendidik dan melakukan pembelajaran   melalui akses internet.  Guru harus lebih ‘tahu’ dari peserta didiknya.

 Ditengah-tengah  riuhnya informasi ini.  Sebagai contoh di sekolah saya. Kini guru jadi rajin dan bersemangat untuk mengikuti  berbagai pelatihan lewat daring. Mengikuti berbagai virtual dengan zoom.  Para guru, sahabatku  berlomba-lomba untuk menambah wawasan tentang  dunia digital. Mengikuti webimar Pelatihan Guru kreatif dan inovatif. Guru adalah Motivator. Guru Penggerak.  Mengikuti (KMO)  Komunitas Menulis Online. Ada pula yang guru mendadak jadi penulis. Contohnya saya. “ha ha....ngaku!” . Berkat tergabung  di beberapa group menulis, akhirnya  saya sendiri jadi ‘pecandu’. Jadi rajin browsing internet. Rajin belajar dan tanya mbah Google. Ternyata asyik menulis. Tambah  wawasan. Mengurangi gaptek.  Membahagiakan hati. Membuat imun jadi kuat dan bisa menebarkan inspirasi.

Dalam mengikuti berbagai kegiatan online, selain  mendapatkan ‘ilmu baru’ juga sangat penting untuk bekal guru menerapkan pembelajaran online. Guru jadi lebih percaya diri. Guru tidak ketinggalan jaman (gaptek). Itu adalah sebuah  kebanggaan dan kepuasan. Hasil  pelatihan-pelatihan adalah memperoleh sertifikat.  Sertifikat dikoleksi, selain untuk menambah wawasan  juga akan berguna untuk kenaikan pangkat. Wow!.Keren! Nach, saat ini guru lagi bersibuk ria untuk mengikuti  berbagai virtual. Sibuk mencari link-link pelatihan online. Sibuk pula berbagi dan memberi informasi. Hal ini menjadikan kita  bisa saling memberi semangat. Menebar kebaikan dan menginspirasi. Kutanya temanku  lewat chatt ” Bu Mia kapan kita arisan?!. Dia menjawab ,“ Aduh!!, minggu ini aku lagi sibuk mengikuti virtual, jadwalku padat! “Atau hari selasa minggu depan!, lanjutku. “wah hari itu aku juga ada pertemuan lewat zoom!”. katanya menjawab. “ Terus kapan dong!!”, aku meminta kepastian. Hari jumat saja, dia menjawab dengan chatt berikutnya. Begitulah! Saat kita bertemu kita ngobrol ,ya...sekitaran   pembelajaran ‘virtual’ yang kita ikuti.

 

 

Saat ini  jangan malu  atau ragu untuk tanya teman guru yang menguasai teknologi. Apa lagi guru yang  sudah tua seperti saya. Harus  terus belajar dan rajin bertanya, hehe...harus jujur!.  Guru-guru  yang telah menguasai  teknologi  harus mengajak  guru-guru  lain yang masih gaptek. Inilah saatnya kita  harus ‘rela berbagi, iklas memberi’ dan saling menginspirasi. Jika kita kesulitan  bisa juga tanya ‘mbah google’ si ‘dukun’ yang serba tahu. Semua ilmu yang kita  tanya pasti dijawabnya dengan cerdas.

Apa sih Google itu? Google adalah salah satu teknologi canggih yang mampu memfasilitasi  ilmu pengetahuan.  Google lahir 4 September 1998. Google ini ditemukan  Larry Page dan Sergey Brin yang saat itu masih mahasiswa Ph.D di Universitas Stanford, California,Amerika Serikat. Keren ya!.  Awalnya namanya Googlo karena salah mengeja tulisan akhirnya berubah menjadi ‘Google’ yang artinya dalam istilah matematika “angka 1 yang diikuti 100  angka nol dibelakang. Wow!. Google ini  menyaingi raksasa dunia maya microsoft, yahoo serta AOL. Dan kini Google berkembang pesat menjadi mesin pencari nomor satu dalam dunia maya.

Tapi belajar dari google juga perlu diingat lho. Peranan google dalam dunia pendidikan  saat ini memang amat sangat membantu. Dia cerdas dan terpercaya. Apa yang kita tanya  dijawabnya. Google  bagaikan  pisau bermata dua.  Sisi yang pertama mampu memberikan informasi- informasi dan data yang kita perlukan dengan mudah. Namun disisi sebelahnya karena kemudahannya itu,  jika tidak disertai dengan  kecakapan  ‘memilah’ informasi  bisa berimbas pada buruknya literasi. Hal ini perlu diwaspadai oleh kita, terlebih untuk peserta didik kita.

Sebagai guru  pasti mengetahui  yang terbaik untuk para siswanya . Saat ini  adalah waktunya  bagi guru untuk mendengarkan  insting sebagai guru. Guru dan peserta  terus berinovasi  dengan melakukan banyak tanya, banyak coba  dan banyak karya.

Tugas Guru tidak hanya melakukan formalitas  belajar , namun lebih dari itu  guru punya tanggung jawab dalam membimbing siswa menuju cita-citanya. Jadi guru  harus  rela bertransformasi  dari sekedar pengajar menjadi  pendidik dan pembimbing. Guru harus upgrade diri. Mau belajar teknologi dan komunikasi terkini. Harus Mau dan setuju  melakukan perubahan.  Belajar untuk pembelajaran yang lebih inovatif, menyenangkan dan selalu update sesuai dengan kemajuan zaman. Guru mempunyai kemampuan  untuk membangun kedekatan  emosi kepada siswanya. Agar guru tak dilupakan oleh peseserta didik. Pada guru ada rasa. Ada akal budi. Ada warna tersendiri  dalam proses pendidikan yang akhirnya  membentuk  pribadi yang  berarti  untuk kebaikan peserta didik. Itu harapan..

Dari google kita siap belajar. Mencari informasi. Tapi ingat! Jangan salah. Jika kita tidak cakap dalam memilih justru akan menjurumuskan kita sendiri. Maka bijaklah  dalam mencari informasi dari google.  Semua orang dengan mudah  mendapat informasi pengetahuan apapun yg dibutuhkan. Baik guru maupun siswa. Kini pembelajaran BDR sudah berjalan dengan lancar. Semua  siswa  mayoritas  sudah kenal GM,Gform,GCl. GCR, Aplikasi  zoom dan berbagai aplikasi Internet lainnya.  Akhirnya kita   jadi banyak  tahu, trampil dan pengalaman  menggunakan  HP Android dengan lancar jaya dan penuh semangat.  Kita  jadi tahu benar  tentang ‘fungsi’ HP android yang sebenarnya.

Kalau dulu  tahunya  ‘hanya’ untuk ‘main game’ buka ‘ You Tube’ ,”FB” kapasitas sebagai pemain game dan penonton saja.  Tapi sekarang  bisa untuk menggali informasi berbagai  hal. Bahkan  akhirnya  bisa kreativ  mendownload  berbagai aplikasi lewat play Store karena ‘tuntutan’ tugas sekolah yang harus di ’video’kan. Seperti  aplikasi  ‘KineMaster’, ‘Canva’ , ‘CS’, ‘Tik Tok’, ‘Zoom’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan masih banyak lagi. Gurunya kadang  ‘kalah’  kreativ dibanding   keterampilan anak-anak.  Memang tidak semua,  tapi ‘lumayan’ banyak anak jadi lebih kreativ  dalam memanfaatkan HP.

Waktu Luang di rumah terasa banyak. Kebersamaan dan keakraban bersama keluarga mulai terasa. Rasa saling menyayangi, saling membutuhkan, saling melengkapi, Saling berbagi   semakin nyata. Dengan demikian tugas-tugas dari sekolah bisa dikerjakan dengan pendampingan kakak atau bahkan orang tua. Setiap tugas, pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan.

Terima kasih  Tante Corona,  atas kedatanganmu.   Darimu saya jadi belajar dan terus belajar. Terus berinovasi, kreatif untuk membuat karya. Saya jadi lebih  menghargai kehidupan, lebih bisa menjaga kesehatan, dan  bisa menggali bakat pribadi. Semoga setelah pandemi  ini berlalu kita punya kebiasaan baru yang lebih produktif. Walaupun sederhana. Ini akan membuat  bahagia. Karena bahagia bertumbuh karena  target-target kecil yang kita ciptakan sendiri dan berbuah. 

Saya tetap merindukan  peserta didikku untuk bertemu. Bertatap muka seperti dulu. Di rumah sudah bosan. Jenuh!  Stress! Tentunya  karena menahan rindu. Pasti asyik ya kalau kita  berinteraksi langsung lagi?. Guru senang , siswa gembira  pasti orang tua juga akan bahagia.  Semoga  pandemi cepat berlalu.

#30harimenulis

#30haripunyanaskah

#siapataujadibuku

#alineakuchallenge - 4

#alineakuwriter

 

#alineakuLedwinaEti  

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...