Pandemi
belum juga pergi. Dia terus mengintai
kita. Engkau datang bagai bala tentara dalam operasi senyap. Menembaki ribuan
orang yang sedang beraktifitas dan yang
terlelap. Saat ini kita ita harus terus
waspada. Dia menerjang siapa saja. Tak
kenal tua atau muda, sehat atau sakit, miskin ataupun kaya.
Kita
harus selalu menjaga imun kita supaya
tak terpapar dan terbebas darinya.
Tak terasa kita sudah satu setengah tahun bersamanya. Sudah banyak
saudara kita yang menjadi korbannya. Sedih memang!. Tapi mau bagaimana
lagi? Kita harus terima dengan lapang
dada.
Ada
pandemi kita tetap harus berinteraksi. Dengan adanya pandemi adalah tantangan bagi semua kita untuk ‘berbuat’ sesuatu. Beberapa
pemerintah daerah memutuskan
menerapkan kebijakan untuk meliburkan
siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi
dengan memanfaatkan media daring. Hal ini sesuai dengan surat edaran Permen No. 4 Tahun 2020
tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan
dalam masa darurat penyebaran Covid-19.
Corona datang tanggal 17-03-2020 Corona. Mulai saat itu sekolah mulai dengan kegiatan BDR (Belajar
Dari Rumah). Yang nota bene, pembelajaran harus dengan aplikasi Internet. Saya
benar-benar merasa paling bodoh tingkat dewa dalam teknologi. Apalagi harus melaksanakan daring.
Saat ini saya mengajar SMA. Ada Siswa yang kritis. Sebagai guru hal ini adalah ‘sebuah tantangan’. Bagaimanapun, saya harus optimis. Dari situlah yang melecutkan
semangat saya untuk belajar. Harus belajar. Sebuah tantangan yang harus
dihadapi.
Bagaimana
jika peserta didik ‘bertanya’ sekitar
aplikasi internet ternyata gurunya tidak bisa menjawab ?. Bagaimana
pandangan peserta didik terhadap
guru? Ya....ini PR buat saya, mungkin buat guru tua seperti saya. Untuk menuju langkah keseribu kita harus mulai dari langkah pertama.
Pelan-pelan kumelangkah, berjalan dan terus berjalan....
Di
abad ke-21 sekarang ini, persaingan
berbagai hal semakin tajam. Individu yang
tidak membekali diri dengan kompetensi yang memadai, sudah pasti akan
terpinggirkan. He he....kita sedia pelampung masing-masing deh. Guru harus
mau berpikir kreatif dan inovatif.
Apalagi sekarang era globalisasi. Era milenial. Era ‘d i g
i t a l’ . Orang harus tahu dunia informasi teknologi, internet,
media sosial dan konten-konten yang up to date.
Sebagai guru disarankan menguasai ICT (Information and Communication Technology)
dan literasi informasi. Itu merupakan
keharusan dalam dunia pendidikan. Tanpa ICT saat ini akan sulit seseorang mengembangkan
pekerjaannya.
Mau
tak mau, bisa tak bisa guru harus
berusaha. Guru harus belajar untuk
menyesuaikan diri. Sebenarnya teknologi itu ‘memudahkan’ kita. Dalam artian
dengan mengetahui teknologi
pekerjaan kita akan lebih terbantu. Pembelajaran menggunakan aplikasi google
misalnya. Ternyata google ini ada banyak fiturnya, masing-masing punya fungsi
yang berbeda, GoogleClassroom, GoogleForm, Google Drive, Google Docs,
googleSlide, GMAil, GCalendar. Misal,
kita sudah tahu aplikasi dan fungsi
Google dalam pembelajaran, kita akan merasakan dampaknya. Menjadi lebih
efektif dan efisien. Dengan fasilitas itu kita sudah bisa kirim tugas, absen
bahkan nilai bisa langsung muncul. Pekerjaan jelas lebih cepat, praktis dan
lebih mudah. Tak perlu lagi kertas-kertas yang membuat pusing karena
berserakan.
Guru
adalah
pendidik atau pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada siswanya. Guru merupakan pendidik
yang pekerjaannya dianggap sangat
mulia. Guru harus rela
memberikan ilmunya kepada siswa agar
banyak peserta didik yang juga
memilki pengetahuan yang luas. Guru yang baik adalah guru yang
‘mampu’ memberikan pelajaran yang berguna dan mengikuti perkembangan zamannya.
Nah, saat inilah tantangan harus diterima. Para guru wajib hukumnya mendidik dan melakukan pembelajaran melalui akses internet. Guru harus lebih ‘tahu’ dari peserta didiknya.
Ditengah-tengah riuhnya informasi ini. Sebagai contoh di sekolah saya. Kini guru jadi
rajin dan bersemangat untuk mengikuti
berbagai pelatihan lewat daring. Mengikuti berbagai virtual dengan zoom.
Para guru, sahabatku berlomba-lomba untuk menambah wawasan
tentang dunia digital. Mengikuti webimar
Pelatihan Guru kreatif dan inovatif. Guru adalah Motivator. Guru
Penggerak. Mengikuti (KMO) Komunitas Menulis Online. Ada pula yang guru
mendadak jadi penulis. Contohnya saya. “ha ha....ngaku!” . Berkat
tergabung di beberapa group menulis,
akhirnya saya sendiri jadi ‘pecandu’.
Jadi rajin browsing internet. Rajin belajar dan tanya mbah Google. Ternyata
asyik menulis. Tambah wawasan.
Mengurangi gaptek. Membahagiakan hati.
Membuat imun jadi kuat dan bisa menebarkan inspirasi.
Dalam
mengikuti berbagai kegiatan online, selain
mendapatkan ‘ilmu baru’ juga sangat penting untuk bekal guru menerapkan
pembelajaran online. Guru jadi lebih percaya diri. Guru tidak
ketinggalan jaman (gaptek). Itu adalah sebuah
kebanggaan dan kepuasan. Hasil
pelatihan-pelatihan adalah memperoleh sertifikat. Sertifikat dikoleksi, selain untuk menambah
wawasan juga akan berguna untuk kenaikan
pangkat. Wow!.Keren! Nach, saat ini guru lagi bersibuk ria untuk mengikuti berbagai virtual. Sibuk mencari link-link
pelatihan online. Sibuk pula berbagi dan memberi informasi. Hal ini menjadikan
kita bisa saling memberi semangat.
Menebar kebaikan dan menginspirasi. Kutanya temanku lewat chatt ” Bu Mia kapan kita arisan?!. Dia
menjawab ,“ Aduh!!, minggu ini aku lagi sibuk mengikuti virtual, jadwalku
padat! “Atau hari selasa minggu depan!, lanjutku. “wah hari itu aku juga ada
pertemuan lewat zoom!”. katanya menjawab. “ Terus kapan dong!!”, aku meminta
kepastian. Hari jumat saja, dia menjawab dengan chatt berikutnya. Begitulah!
Saat kita bertemu kita ngobrol ,ya...sekitaran pembelajaran ‘virtual’ yang kita ikuti.
Saat
ini jangan malu atau ragu untuk tanya teman guru yang
menguasai teknologi. Apa lagi guru yang
sudah tua seperti saya. Harus
terus belajar dan rajin bertanya, hehe...harus jujur!. Guru-guru
yang telah menguasai
teknologi harus mengajak guru-guru
lain yang masih gaptek. Inilah saatnya kita harus ‘rela berbagi, iklas memberi’ dan
saling menginspirasi. Jika kita kesulitan
bisa juga tanya ‘mbah google’ si ‘dukun’ yang serba tahu. Semua ilmu
yang kita tanya pasti dijawabnya dengan
cerdas.
Apa
sih Google itu? Google adalah salah satu teknologi canggih yang mampu
memfasilitasi ilmu pengetahuan. Google lahir 4 September 1998. Google ini
ditemukan Larry Page dan Sergey Brin yang
saat itu masih mahasiswa Ph.D di Universitas Stanford, California,Amerika
Serikat. Keren ya!. Awalnya namanya Googlo
karena salah mengeja tulisan akhirnya berubah menjadi ‘Google’ yang artinya
dalam istilah matematika “angka 1 yang diikuti 100 angka nol dibelakang. Wow!. Google ini menyaingi raksasa dunia maya microsoft, yahoo
serta AOL. Dan kini Google berkembang pesat menjadi mesin pencari nomor satu
dalam dunia maya.
Tapi
belajar dari google juga perlu diingat lho. Peranan google dalam dunia pendidikan saat ini memang amat sangat membantu. Dia
cerdas dan terpercaya. Apa yang kita tanya
dijawabnya. Google bagaikan pisau bermata dua. Sisi yang pertama mampu memberikan informasi-
informasi dan data yang kita perlukan dengan mudah. Namun disisi sebelahnya
karena kemudahannya itu, jika tidak
disertai dengan kecakapan ‘memilah’ informasi bisa berimbas pada buruknya literasi. Hal ini
perlu diwaspadai oleh kita, terlebih untuk peserta didik kita.
Sebagai
guru pasti mengetahui yang terbaik untuk para siswanya . Saat
ini adalah waktunya bagi guru untuk mendengarkan insting sebagai guru. Guru dan peserta terus berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak
coba dan banyak karya.
Tugas
Guru tidak hanya melakukan formalitas
belajar , namun lebih dari itu
guru punya tanggung jawab dalam membimbing siswa menuju cita-citanya.
Jadi guru harus rela bertransformasi dari sekedar pengajar menjadi pendidik dan pembimbing. Guru harus upgrade
diri. Mau belajar teknologi dan komunikasi terkini. Harus Mau dan setuju melakukan perubahan. Belajar untuk pembelajaran yang lebih
inovatif, menyenangkan dan selalu update sesuai dengan kemajuan zaman. Guru
mempunyai kemampuan untuk membangun
kedekatan emosi kepada siswanya. Agar
guru tak dilupakan oleh peseserta didik. Pada guru ada rasa. Ada akal budi. Ada
warna tersendiri dalam proses pendidikan
yang akhirnya membentuk pribadi yang
berarti untuk kebaikan peserta
didik. Itu harapan..
Dari google kita siap
belajar. Mencari informasi. Tapi ingat! Jangan salah. Jika kita tidak cakap
dalam memilih justru akan menjurumuskan kita sendiri. Maka bijaklah dalam mencari informasi dari google. Semua orang dengan mudah mendapat informasi pengetahuan apapun yg
dibutuhkan. Baik guru maupun siswa. Kini pembelajaran BDR sudah berjalan dengan
lancar. Semua siswa mayoritas
sudah kenal GM,Gform,GCl. GCR, Aplikasi zoom dan berbagai
aplikasi Internet lainnya. Akhirnya kita
jadi banyak tahu, trampil dan pengalaman menggunakan HP
Android dengan lancar jaya dan penuh semangat. Kita jadi
tahu benar tentang ‘fungsi’ HP android yang sebenarnya.
Kalau
dulu tahunya ‘hanya’ untuk ‘main game’ buka ‘ You Tube’
,”FB” kapasitas sebagai pemain game dan penonton saja. Tapi
sekarang bisa untuk menggali informasi berbagai hal.
Bahkan akhirnya bisa
kreativ mendownload berbagai aplikasi lewat play
Store karena ‘tuntutan’ tugas sekolah yang harus di ’video’kan.
Seperti aplikasi ‘KineMaster’, ‘Canva’ , ‘CS’, ‘Tik Tok’,
‘Zoom’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan masih banyak
lagi. Gurunya kadang ‘kalah’ kreativ
dibanding keterampilan anak-anak. Memang tidak semua, tapi
‘lumayan’ banyak anak jadi lebih kreativ dalam memanfaatkan HP.
Waktu Luang di rumah
terasa banyak. Kebersamaan dan keakraban bersama keluarga mulai terasa. Rasa
saling menyayangi, saling membutuhkan, saling melengkapi, Saling
berbagi semakin nyata. Dengan demikian tugas-tugas dari
sekolah bisa dikerjakan dengan pendampingan kakak atau bahkan orang tua. Setiap
tugas, pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan.
Terima
kasih Tante Corona, atas kedatanganmu. Darimu
saya jadi belajar dan terus belajar. Terus berinovasi, kreatif untuk membuat
karya. Saya jadi lebih menghargai kehidupan, lebih bisa menjaga
kesehatan, dan bisa menggali bakat pribadi. Semoga setelah
pandemi ini berlalu kita punya kebiasaan baru yang lebih produktif.
Walaupun sederhana. Ini akan membuat
bahagia. Karena bahagia bertumbuh karena target-target kecil yang kita ciptakan sendiri
dan berbuah.
Saya tetap merindukan peserta didikku untuk bertemu. Bertatap muka
seperti dulu. Di rumah sudah bosan. Jenuh! Stress! Tentunya karena menahan rindu. Pasti asyik ya kalau
kita berinteraksi langsung lagi?. Guru
senang , siswa gembira pasti orang tua
juga akan bahagia. Semoga pandemi cepat berlalu.
#30harimenulis
#30haripunyanaskah
#siapataujadibuku
#alineakuchallenge - 4
#alineakuwriter
#alineakuLedwinaEti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar