Sabtu, 25 September 2021

MENJADI PENULIS DARI NOL #3

 


 

 



Hari ini menjawab  Challenge untuk hari ke-3. Penulis masih  mengikuti  pelatihan dengan tema “Pelatihan kreatif Menulis” dari Agupena. Supaya materi tidak  dilupakan maka perlu diabadikan, semoga bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menjadi penulis.

 

Sebuah kebanggaan, nama saya disebut juga dalam fliyer. Di kegiatan ini saya sebagai panitia (nara hubung) kegiatan seandainya ada kendala. Hehee... bagi saya  yang  masih minim ilmu ini  bisa saja  masuk dalam panitia event nasional (AGUPENA PUSAT), dimana ibu Dra Lilis Herpiyanti Sutikno, SH ( bunda Lilis ) sebagai Ketua Bidang Perbukuan dan Pelatihan.

 

Kegiatan ‘menulis’ seharusnya adalah kegiatan yang ‘tidak sulit’ karena setiap kita,  sudah biasa menulis. Baik menulis di buku, sms atau chat, menulis surat, menulis di fb atau di tempat lain. Menulis di situ terasa enak dan sangat mudah. 

 

Menulis jadi ‘sedikit sulit’ jika isi tulisannya  ditujukan untuk dibaca oleh khalayak ramai atau ditujukan untuk banyak orang. Perasaan  kadang tidak percaya diri, merasa takut salah atau bahkan merasa  tak mungkin dibaca oleh orang lain, takut dicela, dikritik dll.  Lebih parahnya  kalau  takut menulis alias ‘batal’ membuat tulisan. Pupuslah riwayatnya. Batal jadi penulis.

 

Tadi malam, Pak Rahmadi sebagai narasumber yang membawakan materi “ Menulis dari  Nol”.  Seperti tertulis dalam judul Buku beliau. Ditemani oleh  Moderator  Yosefina Hoar Klau, S.Pd ( guru, pengurus Agupena, NTT) atau biasa  kami sebut dengan Ibu Fin.

 

Profil Narasumber: Rahmadi, S.Ag. M.Pd.I, lahir 5 Maret 1973, dikabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Seorang guru PAI di SMP Negeri 1 Lampihong kab. Balangan  kemudian mutasi di SMP Negeri 4 Paringin Kab. Balangan ( 2007-2015) pada tahun 2015 mutasi ke MTsN Lampihong sampai 2016 dan sekarang sebagai guru di MAN Insan Cendikia Tanah Laut Kalimanatan Selatan. Beliau adalah seorang penulis buku dan blogger. Sudah banyak buku yang beliau terbitkan yaitu buku solo dan buku Antologi. Prinsip Hidup pak Rahmadi adalah “Terus memberi manfaat dan menginspirasi” Kontak person 085 249 992 917 surel mubaraknaufal@gmail.com.

 

Sebelum kegiatan, bunda moderator mengabsen peserta. Peserta  dari seluruh Indonesia siap menyimak materi malam ini. Pengalaman berharga yang tak pernah saya bayangkan, saya diminta untuk memimpin doa pembukaan kegiatan itu oleh Ibu Fin. Tepat pukul 20.14 ibu Fin mengubah setelan grup  mengizinkan  hanya admin  yang dapat mengirim pesan. Moderator  menyapa  Assalamualaikum kepada kita peserta sambil menunggu kedatangan bapak Narasumber hebat kita.

 

Tak lama  Bapak Rahmadi memulai paparannya, berikut materi dari beliau:

 

Bagaimana Menulis dari Nol ?

Nol bukan berarti kosong. Akan tetapi setiap manusia dianugerahi Tuhan Potensi diri, potensi yang sangat luar biasa yaitu potensi skill (keterampilan). Jika digali dan dikembangkan akan menjadi kekuatan yg luar biasa. Termasuk potensi menulis.

Kita menyadari bahwa sekarang kita bukan siapa-siapa dan sesungguhnya bukan anak raja atau presiden atau bukan anak ulama besar. Jadi pas saja jika kita menulis dan menulis. Selain itu juga  pernah teringat sebuah Qoute seorang penulis. ‘Menulis adalah membuat peradaban, membaca adalah melestarikan peradaban’. Banyak hal  yang bisa kita tulis.  Ternyata banyak ragam yang bisa ditulis, seperti menulis cerita cinta, menulis cerita galau, menulis cerita kehidupan, menulis cerita perjalanan, menulis cerita duka, menulis cerita bahagia, menulis cerita karir dan lain sebagainya.

 

Langkah Jitu Menjadi Penulis dari Nol, berikut langkah-langkahnya:

 

Pertama, Tentukan topik apa yang akan ditulis

Ketika anda sudah dapat menentuka topik yang akan ditulis maka dengan mudah kita menuliskan kerangka tulisan. Misalnya topik tentang PJJ, maka akan terbayang dalam benak kita apa sih PJJ tersebut, apa saja yang ada dlm PJJ, kendala apa dalam PJJ dan Bagaimana mengelola PJJ dsb.

 

Kedua, Rumuskan kerangka tulisan atau outline tulisan

Merumuskan kerangka tulisan sesungguhnya mudah saja. Yaitu dengan menggunakan poin-poin penting atau garis besar yang akan ditulis nantinya. Sebagai contoh adalah seperti daftar isi dalam sebuah buku atau makalah.

 

Ketiga, tulis dan tulis apa yang anda rumuskan

Bagaimana menulis apa yang kita tentukan dan rumuskan? Caranya mudah, jangan ragu apa yang anda tulis, yakinlah bahwa tulisan kita akan dibawa dan bermanfaat. Tidak ada yang tidak bermanfaat sebuah tulisan. Karena tulisan itu adalah ruh dari buah pikiran dan gagasan kita.

 

Keempat, bagikan dan untuk mendapatkan kesan dari tulisan kita

Sebuah tulisan akan mendapatkan manfaat dan kesan jika tulisan kita dibagikan ke media-media sosial atau grup-grup  yang kita punya. Jika tidak, maka tulisan akan menjadi sebuah tulisan yang hanya bisa kita sendiri yang akan menikmatinya. Padahal tujuan tulisan itu adalah mengungkapkan ide dan gagasan kita menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat dan akhirnya menginspirasi orang lain atau pembaca. Apalagi jika kita punya blog, maka bisa  membagikan link blog tersebut agar banyak orang mendapatkan manfaat dari tulisan kita. Jangan takut dikritik atau dikoreksi.

 

Kelima, ikut komunitas untuk dapat berbagi dan menginspirasi orang-orang

Kenapa harus gabung di sebuah komunitas? Karena kalau mau menjadi seorang ahli mesin maka gabung dengan komunitas ahli mesin. Kalau mau jadi penulis hebat, maka gabung di komunitas penulis. Karena dengan bergabung di komunitas penulis banyak hal yang di dapat. Banyak hal yang dipelajari. Banyak hal yang dibagikan. Banyak hal yang diikuti sebagai contoh, saya gabung dengan komunitas belajar menulis bersama Om Jay dan PRGI, guru berani menulis, Yayasan Pustaka Tamrin Dahlan, Ikatan Penulis Tanah Laut, dan sekarang ikut jg gabung dengan Komunitas dengan penulis best seller Akbar Zainuddin Penulis buku MAN JADDA WAJADA.

 

Keenam, menulis dan menulislah serta menulis lagi .  Menulis setiap hari dan jangan pernah berhenti. Alangkah baiknya jika mengikuti sebuah tantangan menulis selama 1 bulan atau 40 hari dan seterusnya. Sekarang tergantung kepada Kita mau gak untuk menulis?

 

Begitu banyak pelajaran yang   berharga yang dapat menambah wawasan saya sebagai penulis pemula .  Hal ini akan menjadi motivasi  untuk saya  lebih giat  lagi menulis.  Semoga  bisa  bermanfat  dan menginspirasi.

 

Terimakasih untuk paparan  yang luar biasa  dari pak Rahmadi,  Bunda Fin dan seluruh Panitia. Terimakasih  juga  saya sampaikan kepada teman-teman  sesama peserta untuk kebersamaan kita. Semua  selalu bersemangat.  Semoga semua kebaikan untuk ‘rela berbagi  dan iklas  memberi’  akan menjadi amal jariah, pahala yang tak terputus hingga hari akhir nanti.  Terus  semangat menulis. Salam Literasi.

 

#30harimenulis

#30haripunyanaskah

#siapataujadibuku

#alineakuchallenge - 1

#alineakuwriter

 

#alineakuLedwinaEti  

 

 

 

Waingapu,  Jumat,  24  September 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

_Nama : Ledwina dari Sumba Timur NTT_

 

Trimaksih pak Rahmadi untuk paparannya luar biasa, sukses terus pak guru, teruslah berbagi ilmu agar selalu bermanfaat bagi sesama, khususnya para calon pegiat Literasi.

 

_Pertanyaan_ :

Saya ingin bertanya untuk buku tunggal bapak yang berjudul  ‘Guru dan FB’?

Mohon kiranya bapak memberi sedikit gambaran, isi cerita,kerangka dan Outlinenya?

Trimakasih untuk penjelasannya.  sebelumnya untuk jawabannya. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...