Hari ini menjawab Challenge untuk hari ke-3. Penulis masih mengikuti
pelatihan dengan tema “Pelatihan kreatif Menulis” dari Agupena. Supaya
materi tidak dilupakan maka perlu
diabadikan, semoga bisa menjadi referensi bagi pembaca yang ingin menjadi
penulis.
Sebuah kebanggaan, nama saya disebut
juga dalam fliyer. Di kegiatan ini saya sebagai panitia (nara hubung) kegiatan
seandainya ada kendala. Hehee... bagi saya
yang masih minim ilmu ini bisa saja
masuk dalam panitia event nasional (AGUPENA PUSAT), dimana ibu Dra Lilis
Herpiyanti Sutikno, SH ( bunda Lilis ) sebagai Ketua Bidang Perbukuan dan
Pelatihan.
Kegiatan
‘menulis’ seharusnya adalah kegiatan yang ‘tidak sulit’ karena setiap
kita, sudah biasa menulis. Baik menulis
di buku, sms atau chat, menulis surat, menulis di fb atau di tempat lain.
Menulis di situ terasa enak dan sangat mudah.
Menulis
jadi ‘sedikit sulit’ jika isi tulisannya
ditujukan untuk dibaca oleh khalayak ramai atau ditujukan untuk banyak
orang. Perasaan kadang tidak percaya
diri, merasa takut salah atau bahkan merasa
tak mungkin dibaca oleh orang lain, takut dicela, dikritik dll. Lebih parahnya
kalau takut menulis alias ‘batal’
membuat tulisan. Pupuslah riwayatnya. Batal jadi penulis.
Tadi
malam, Pak Rahmadi sebagai narasumber yang membawakan materi “ Menulis dari Nol”.
Seperti tertulis dalam judul Buku beliau. Ditemani oleh Moderator Yosefina Hoar Klau, S.Pd ( guru, pengurus
Agupena, NTT) atau biasa kami sebut
dengan Ibu Fin.
Profil
Narasumber: Rahmadi, S.Ag. M.Pd.I, lahir 5 Maret 1973, dikabupaten Tapin,
Kalimantan Selatan. Seorang guru PAI di SMP Negeri 1 Lampihong kab.
Balangan kemudian mutasi di SMP Negeri 4
Paringin Kab. Balangan ( 2007-2015) pada tahun 2015 mutasi ke MTsN Lampihong
sampai 2016 dan sekarang sebagai guru di MAN Insan Cendikia Tanah Laut Kalimanatan
Selatan. Beliau adalah seorang penulis buku dan blogger. Sudah banyak buku yang
beliau terbitkan yaitu buku solo dan buku Antologi. Prinsip Hidup pak Rahmadi
adalah “Terus memberi manfaat dan menginspirasi” Kontak person 085 249 992 917
surel mubaraknaufal@gmail.com.
Sebelum
kegiatan, bunda moderator mengabsen peserta. Peserta dari seluruh Indonesia siap menyimak materi
malam ini. Pengalaman berharga yang tak pernah saya bayangkan, saya diminta
untuk memimpin doa pembukaan kegiatan itu oleh Ibu Fin. Tepat pukul 20.14 ibu Fin
mengubah setelan grup mengizinkan hanya admin
yang dapat mengirim pesan. Moderator menyapa
Assalamualaikum kepada kita peserta sambil menunggu kedatangan bapak
Narasumber hebat kita.
Tak
lama Bapak Rahmadi memulai paparannya,
berikut materi dari beliau:
Bagaimana
Menulis dari Nol ?
Nol
bukan berarti kosong. Akan tetapi setiap manusia dianugerahi Tuhan Potensi
diri, potensi yang sangat luar biasa yaitu potensi skill (keterampilan). Jika
digali dan dikembangkan akan menjadi kekuatan yg luar biasa. Termasuk potensi
menulis.
Kita
menyadari bahwa sekarang kita bukan siapa-siapa dan sesungguhnya bukan anak
raja atau presiden atau bukan anak ulama besar. Jadi pas saja jika kita menulis
dan menulis. Selain itu juga pernah
teringat sebuah Qoute seorang penulis. ‘Menulis
adalah membuat peradaban, membaca adalah melestarikan peradaban’. Banyak
hal yang bisa kita tulis. Ternyata banyak ragam yang bisa ditulis,
seperti menulis cerita cinta, menulis cerita galau, menulis cerita kehidupan,
menulis cerita perjalanan, menulis cerita duka, menulis cerita bahagia, menulis
cerita karir dan lain sebagainya.
Langkah Jitu Menjadi Penulis dari Nol, berikut
langkah-langkahnya:
Pertama, Tentukan topik
apa yang akan ditulis
Ketika
anda sudah dapat menentuka topik yang akan ditulis maka dengan mudah kita
menuliskan kerangka tulisan. Misalnya topik tentang PJJ, maka akan terbayang
dalam benak kita apa sih PJJ tersebut, apa saja yang ada dlm PJJ, kendala apa
dalam PJJ dan Bagaimana mengelola PJJ dsb.
Kedua, Rumuskan
kerangka tulisan atau outline tulisan
Merumuskan
kerangka tulisan sesungguhnya mudah saja. Yaitu dengan menggunakan poin-poin
penting atau garis besar yang akan ditulis nantinya. Sebagai contoh adalah
seperti daftar isi dalam sebuah buku atau makalah.
Ketiga, tulis dan tulis
apa yang anda rumuskan
Bagaimana
menulis apa yang kita tentukan dan rumuskan? Caranya mudah, jangan ragu apa
yang anda tulis, yakinlah bahwa tulisan kita akan dibawa dan bermanfaat. Tidak
ada yang tidak bermanfaat sebuah tulisan. Karena tulisan itu adalah ruh dari
buah pikiran dan gagasan kita.
Keempat, bagikan dan
untuk mendapatkan kesan dari tulisan kita
Sebuah
tulisan akan mendapatkan manfaat dan kesan jika tulisan kita dibagikan ke
media-media sosial atau grup-grup yang
kita punya. Jika tidak, maka tulisan akan menjadi sebuah tulisan yang hanya
bisa kita sendiri yang akan menikmatinya. Padahal tujuan tulisan itu adalah
mengungkapkan ide dan gagasan kita menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat dan
akhirnya menginspirasi orang lain atau pembaca. Apalagi jika kita punya blog,
maka bisa membagikan link blog tersebut
agar banyak orang mendapatkan manfaat dari tulisan kita. Jangan takut dikritik
atau dikoreksi.
Kelima, ikut komunitas
untuk dapat berbagi dan menginspirasi orang-orang
Kenapa
harus gabung di sebuah komunitas? Karena kalau mau menjadi seorang ahli mesin
maka gabung dengan komunitas ahli mesin. Kalau mau jadi penulis hebat, maka
gabung di komunitas penulis. Karena dengan bergabung di komunitas penulis
banyak hal yang di dapat. Banyak hal yang dipelajari. Banyak hal yang
dibagikan. Banyak hal yang diikuti sebagai contoh, saya gabung dengan komunitas
belajar menulis bersama Om Jay dan PRGI, guru berani menulis, Yayasan Pustaka
Tamrin Dahlan, Ikatan Penulis Tanah Laut, dan sekarang ikut jg gabung dengan
Komunitas dengan penulis best seller Akbar Zainuddin Penulis buku MAN JADDA
WAJADA.
Keenam, menulis dan
menulislah serta menulis lagi . Menulis
setiap hari dan jangan pernah berhenti. Alangkah baiknya jika mengikuti sebuah
tantangan menulis selama 1 bulan atau 40 hari dan seterusnya. Sekarang
tergantung kepada Kita mau gak untuk menulis?
Begitu
banyak pelajaran yang berharga yang dapat
menambah wawasan saya sebagai penulis pemula .
Hal ini akan menjadi motivasi
untuk saya lebih giat lagi menulis.
Semoga bisa bermanfat
dan menginspirasi.
Terimakasih
untuk paparan yang luar biasa dari pak Rahmadi, Bunda Fin dan seluruh Panitia. Terimakasih juga
saya sampaikan kepada teman-teman
sesama peserta untuk kebersamaan kita. Semua selalu bersemangat. Semoga semua kebaikan untuk ‘rela
berbagi dan iklas memberi’
akan menjadi amal jariah, pahala yang tak terputus hingga hari akhir
nanti. Terus semangat menulis. Salam Literasi.
#30harimenulis
#30haripunyanaskah
#siapataujadibuku
#alineakuchallenge - 1
#alineakuwriter
#alineakuLedwinaEti
Waingapu, Jumat, 24
September 2021
_Nama
: Ledwina dari Sumba Timur NTT_
Trimaksih
pak Rahmadi untuk paparannya luar biasa, sukses terus pak guru, teruslah
berbagi ilmu agar selalu bermanfaat bagi sesama, khususnya para calon pegiat
Literasi.
_Pertanyaan_
:
Saya
ingin bertanya untuk buku tunggal bapak yang berjudul ‘Guru dan FB’?
Mohon
kiranya bapak memberi sedikit gambaran, isi cerita,kerangka dan Outlinenya?
Trimakasih
untuk penjelasannya. sebelumnya untuk
jawabannya. Salam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar