Sabtu, 18 Desember 2021

HATI YANG TERLUKA

 

 

 

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

              Franky panggilan akrabnya. Begitu namanya ia biasa disapa.  Dia adalah seorang anak pensiunan polisi lulusan SR (Sekolah Rakyat : Red ). Mamanya adalah  ibu rumah  tangga yang  setia.  Keluarga sederhana itu dulu tinggal di asrama polisi.  Bapak adalah orang yang temperamental, keras dan kasar dalam mendidik anak.

              Mama Elish, ibunda Franky orangnya kurus dan perawaannya mungil. Franky adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, kakaknya Will namanya. Will pergi jadi TKI di Malaysia. Karena  bapak sudah lama pensiun  mereka tinggal  di rumah sendiri,  rumah  beratap alang dan berlantai tanah di Atambua. Sejak  pensiun polisi Umbu Hunga Meha punya kebiasaan yang kurang  bagus, dia suka minum dan pulang larut. Betapa sedihnya keluarga itu. Hidupnya prihatin karena gaji pensiun pak Umbu bukan diberikan kepada mama Elish sebagai istrinya.

              Suatu saat saya dan suami pergi ke rumahnya. Selain sebagai sesama korban bencana konflik Timor Timur, suamiku bilang  kami masih bersaudara. Saya menyambangi mama Elish. Saat kami datang  Om  Polisi yang biasa disapa Mehang   tidak ada. Suasana  rumah sunyi sekali.  

              Dengan bermodalkan ijasah SMA  Franky nekat pergi ke Jakarta. Dia mencoba mengadu nasib. Dengan uang sedikit pemberian mama Elish dia pergi naik kapal Dobon Solo. Sampai di Pelabuhan Tanjung Priuk dia tanya pada polisi setempat. Dengan mengikuti petunjuk dari pak polisi, akhirnya naik bis kota beberapa jalur untuk  menemukan tujuannya.

              Singkat cerita, sampailah ia di Sebuah perusahaan Air mineral terbesar di Jakarta. Dengan mendaftar sebagai OB (Office Boy), puji Tuhan dia diterima.  Waktu terus berjalan, tak terasa ternyata dia sudah 2 tahun bekerja di Perusahaan itu. Pemiliknya adalah seorang konglomerat keturunan Belanda. Dia mempunyai putri bungsu yang sekolah di SMP Tarakanita. Sekolah mewah dan megah di Jakarta. Selama 2 tahun  Franky dikenal pegawai yang  pendiam, sopan, rajin, disiplin dan tekun. Berkat kinerja yang bagus  sang direkturpun  akhirnya tahu.

              Dia mendapat kepercayaan untuk menjadi sopir pribadi Jeshika putri bungsunya. Setiap hari tugasnya mengantar dan menjemput. Pada dasarnya Franky adalah anak yang pintar, terbukti saat SMA dia  selalu mendapat rangking pertama di kelasnya. Hanya nasib kurang beruntung, dia tak bisa kuliah karena masalah ekonomi. Setiap hari Jeshi mengeluhkan pelajarannya. Franky mencoba membantu dia mengerjakan setiap PR-nya. Betapa bahagia dan bangga Jeshi akhirnya selalu mendapatkan nilai lebih bagus dari sebelumnya. Di depan Jeshi,  si  Franky selalu menunjukkan kerendahan hatinya sebagai seorang sopir.  Dia begitu hormat kepada majikannya. Apapun yang  diperintahkan selalu  dilaksanakan dengan setia.

Dengan sifatnya Franky yang lugu dan sopan  Jeshi jadi kolokan dan manja padanya. Ia seolah jadi merasa ada yang melindungi. Dia merasa nyaman bersama Franky. Franky tetap bersikap profesional, dia tak pernah neko-neko.  Franky jadi sopir Jeshi dari kelas 2 SMP hingga sekarang  kelas 3 SMA. Ternyata  cinta Jeshi tak pernah padam. Sebagai orang kota  Jeshi tak segan lagi  memeluk Frangky.  Sebagai laki-laki normal getaran hatinyapun tak bisa menipu. Rasa cintapun sebenarnya ada. Dengan menahan perasaannya dia berusaha keras untuk tetap sopan dan seolah tak ada apa-apa.

Bukannya bohong, tapi dia harus berpikir 1000 kali jika dia membalas ciuman atau pelukan dari Jeshi.  Dia akan dipecat dengan tak hormat jika suatu saat terdengar Franky menyalahgunakan kepercayaannya sebagai sopir pribadinya Jeshi putri kesayangan dari ‘bos’-nya. Jeshika Ravelia Alied. Dia seorang gadis cantik blasteran Indonesia-Belanda. Orangnya tegas, dan tinggi semampai. Begitulah anak konglomerat. Grandma dan grandpanya masih di Belanda. Kedua kakaknya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai perusahaan masing-masing.

Tak pernah Franky bayangkan, ternyata Jeshi  sudah menyampaikan tentang perasaannya kepada mama dan papanya. Akhirnya Franky dipanggil sang Direktur Utama perusahaan. Antara takut, gugup dan penasaran dia harus menghadap sang ‘BOS’.  Tak ada dari teman selevelnya yang pernah menghadap atau melihat direktur. Tapi ini dia dipanggil. Ini adalah mujizat baginya. Akhirnya benar,  Franky memberanikan diri untuk menghadap. Ternyata…. Papanya, Pak Gunawan Santosa menyuruh  Franky untuk kuliah. Semua biaya kuliah ditanggung oleh perusahaan. Franky memilih di  Sekolah Tinggi Theologi untuk jadi pendeta.

Sambil kuliah tugas utama sebagai sopir Jeshikapun masih tetap berjalan. Dalam 3,5 tahun dia lulus dengan Nilai Cumlaude.  Franky bangga sekali. Orang tua sengaja tak diberi tahu. Dia seolah dendam dengan ayah kandungnya karena tak pernah memperhatikan keluarga. Janji dalam hatinya Suatu saat kalau sudah punya uang, ia  akan pulang dan membangun rumah orang tuanya. Semoga terwujud.

Jeshika selalu membanggakan Franky. Jeshi semakin lengket padanya. Rejeki memang tak salah alamat. Akhirnya, papanya Jeshi menjodohkan Franky dengan putri bungsunya. Tunangan berjalan sangat meriah, pesta sangat mewah di Grand Pacifik Room. Franky berusaha untuk menyesuaikan.  Semua-muanya sudah diatur oleh keluarga Jeshi. Para jemaat Frankypun tak luput dari undangan pestanya. Semua keluarga besar Jeshi lengkap termasuk grandma dan grandpa juga datang dari Belanda. Begitulah. Karena berlimpah harta, hanya tunangan saja pakai acara bulan madu di Belanda. Saya dan keluarga Sumba dapat undangannya tapi karena harus ke Jakarta. Biaya besar, akhirnya kami tak bisa datang.

Satu tahun kemudian Jeshika Revalian Aleid dan Franky Nggaba Kapita melangsungkan pernikahannya. Saat itu saya dan Suamiku datang dari Waingapu, NTT. Sebagai orang asli Sumba ,  kami terpanggil untuk mengikuti adat  yang ada.  Kami sebagai, pihak keluarga laki-laki membawa 2 pasang kuda. Benar. Kuda kita kirim dengan kapal hewan. Kami sengaja membeli Kuda sandelwood.  Pesta Sungguh megah, mewah dan meriah.  Kami hanya tenganga dan terpana menyaksikan acara itu. Seumur hidup tak pernah mengikuti acara semegah itu. Sang pengantin pria ternyata suaranya bagus, dia melantunkan sebuah lagu cinta dihadapan para undangan. Kami bangga mempunyai keponakan hebat itu. MC di pernikahan itu adalah Tamara Blesznski dan Davyd Blesznski adiknya. Kami sempat dipanggil sang MC untuk makan roti pengantin dan berfoto bersama mempelai. Foto masih tersimpan hingga hari ini.

Mereka hidup bahagia, dikaruniai 1 putra ganteng bernama Aart Adeline Oktavian. Saat Suamiku Operasi di Jakarta mereka masih mengunjungi kami di RS Harapan kita.  Mereka membawa hadiah dan makanan yang sangat lezat yang tak pernah kami rasa selama hidup. Bahagianya kami sebagai seorang ‘om’ orang kampung berkeluarga dengan seorang konglomerat di Jakarta. Mereka berjanji akan pergi ke Sumba. Artinya ini adalah PR buat saya supaya saya menyiapkan segala sesuatunya jika mereka benar-benar datang ke Sumba.

Bulan Oktober 2021, tepatnya tanggal 21 anakku pulang. Dia kuliah S2 di Jakarta.  Teori sudah selesai sekarang sisa desertasi dan bisa dikerjakan di rumah. Dia mengabarkan bahwa kak Franky sudah ‘cerai’ dengan kak Jeshi. Istri yang sangat dicintai ternyata selingkuh. Dia mencari orang yang selevel dengannya.  Ya Ampun, kaget kami dengar kabar itu. Kami bela-belain kirim kuda. Kami sampai pergi ke Jakarta saat mereka menikah dengan ongkos yang hutang dan  belum lunas. Ehh!! Sekarang tinggal cerita. Terus Aart anaknya ikut siapa?? Turut  sedih, prihatin dan pilu rasa hati. Umbu Mehang bapaknya  sudah meninggal kini tinggal mamanya yang masih tinggal di rumah beratap alang. Mimpi untuk membuatkan rumah orang tua belum bisa dibuktikan. Oh nasib!!  Hati ingin memeluk gunung tapi tangan tak sampai. Nasi sudah didepan mulut tapi tertumpah. Hidup bagai mimpi di siang bolong. Bumi dan langit terlalu jauh, tak bisa bergabung. Biarlah waktu yang menyelesaikan semuanya.

 

 

 

 



Salam ...Saya,  Ledwina Eti Wuryani, S.Pd, Asli Magelang Jawa Tengah  yang tinggal di NTT sudah 21 tahun.  Seorang ibu 2 putra,  sekaligus  guru  Matematika  di SMA Negeri 2 Waingapu Sumba Timur, NTT. Penulis suka menulis di Media masa, Majalah dan buku. Sudah 30-an buku solo dan antologi  ber-ISBN yang sudah terbit. Penulis bisa dihubungi di ledwinaetiwuryai@gmail.com , ledwinaastiwi44@guru.sma.belajar.id , fb, IG dan You tube :  Ledwina Eti  dan blog  etiastiwi66.blogspot.com  HP WA 085 230 708 285 alamat rumah Jl. Trikora no: 11 RT/RW  010/003 Waingapu, Sumba Timur NTT.  Quotes :  Sebuah kebanggaan Jika  hidup bisa bermanfaat bagi sesama.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...