Senin, 20 Desember 2021

KUTINGGALKAN KISAH LALU, KAN KURAIH ASA DI TAHUN BARU

 

 


Oleh:  Ledwina Eti Wuryani

 

Biarkan saja jika melihat anaknya  jatuh karena  belajar  berjalan.   Masalah  besar jika melarang anaknya  berhenti belajar berjalan.  Dia tidak akan bisa berjalan selamanya. Begitupun hidup.  Allah  membiarkan kita mengalami  berbagai pencobaan atau ujian.  Allah akan sedih jika melihat umatnya berhenti bertumbuh, kehilangan iman dan harapan kepadaNya.

Waktu terus berjalan, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Kini kita  sudah   dipenghujung bulan ke-12. Detik-detik tahun baru sudah semakin dekat. Alunan syahdu lagu  Natal terus berkumandang. Suasana Natal semakin terasa.

Banyak cerita, kisah hidup yang kita rasa. Suka cita, Duka cita terus berganti. Bumi dan langit yang  menjadi saksi perjalanan hidup setiap insani.   Semoga kita bisa terus bersyukur untuk cinta dan berkat yang Tuhan sudah berikan.

KenanganTahun 2021

Apa saja cerita keluarga?. Tahun penuh kenangan pandemi covid-19 ysng sampai saat ini belum juga tuntas. Sakarang ada virus baru ‘Unicorn yang sudah masuk Indonesia. Pada bulan Maret  tahun 2021 semua anggota keluarga terkena dampaknya. Dari 12 orang yang tinggal di rumah hanya 3 yang negatif. Yang  lain terpapar. Tepatnya bulan april 2021 suami adalah komorbit jantung. Dia sakit paling berat karena belum vaksin. Setiap mau vaksin tekanan darahnya selalu naik di atas 180. Dia masuk rumah sakit covid di RSU Umbu Rara Meha. Setelah itu di ICU hingga seminggu. Keadaanya  parah sekali, tubuhnya lemah tak berdaya.   Kami semua panik dibuatnya. Keadaanya sungguh sangat mengenaskan. Doa didaraskan oleh sanak, saudara, handai tauland.  Bapak pastor paroki, pastor dari luar pulau dan pendetapun tak pernah absen mendoakan. Kami hanya bisa pasrah dan berserah airmata sudah kering. Teman-teman senasib di ruang Dahlia (tempat pasien covid) satu persatu tumbang. Tangisan pilu  terdengar hampir setiap hari. Km-8 adalah kuburan baru, sebagai saksi bisu tempat para korban meninggal akibat ganasnya Covid-19 disemayankam.

Tapi….Berkat doa dan penguatan dari teman-teman semua  suami diberikan kesembuhan. Mujizat Tuhan memang nyata. Sebagai kenangan saya mengajak teman-teman untuk membuat buku antologi.  Kami menuliskan kisah keluarga ketika terpapar Covid-19, dibawah naungan bunda Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng). Penulisnya dari seluruh pelosok negeri, saya yang diberi tanggung jawab menjadi kuratornya. Itu ada pengalaman pertama dalam hidup saya menjadi kurator. Bangga dan bahagia bisa punya karya.

Bulan Agustus tepatnya tanggal 17 ibu Caecilia Sutari, ibu kandungku berulang tahun. Dua adikku menawarkan sekali-sekali ibu dirayakan di Jakarta tempat adikku tinggal. Benar. Gayung bersambut, dik Edi dan Dik Ita menjemput ibu dari Muntilan menuju Jakarta. Ibu Sehat-sehat saja tanpa ada keluhan apapun. Tanpa sakit apapun.  Ulang tahun dirayakan sangat meriah bersama 4 orang anak kandung, 4 anak mantu dan 8 cucu. Perayaan ultahnya di Jakarta tapi kita  ber-video call dan dengan zoom. Asyik bisa ikut  bergembira ria.

Ibu terlihat bahagia tinggal  bersama 2 adikku di Jakarta. Aktivitas harian ibu yaitu  olah raga, berdoa, jalan-jalan. Happy.  Hari terus berjalan, tiba-tiba  saja ibu kondisinya lemah. Ibu  susah bernafas, semua penghuni rumah panik. Akhirnya ibu dilarikan di RS Sint Carolus.  Hari  demi hari kondisi badannya semakin lemah diserati sesak nafas, tensi semakin drop saturasi 50-an.

Kami terus berdoa demi kesembuhan ibu. Tapi Ibu  tak kunjung membaik. Akhirnya menurut informasi jantung dan paru-paru ibu sudah tidak berfungsi. “Ibu tidak bisa tertolong lagi”, kata dokter. Isak tangis saja yang selalu menemani setiap hari. Akhirnya…..tepat tanggal 16 Oktober 2021, pukul 02,10  ibu menghembuskan nafas yang terakhir. Selamat Jalan ibu……, ibu tidak sakit lagi……Tuhan sudah menyiapkan tempat terindah di Sorga Kekal. Kami semua mencintaimu.

Anto anak bungsu, dia kuliah di Jogya terpapar covid. Dia berjuang sendiri antara hidup dan mati. Dari NTT kami keluarga hanya bisa mensupport semoga dikuatkan, disabarkan. Teman sekampusnya ada yang meninggal, bapak dari teman dekatnya meninggal. Adik sepupu meninggal, mama dari iparku meninggal.  Kabar duka terjadi dimana-mana.  Dengan perjuangan, dengan doa, minum obat dan mentaati prokes akhirnya Tuhan menyembuhkannya. Trimakasih Tuhan untuk jamahannya,. Anto akhirnya  sembuh seperti sedia kala dan bisa beraktivitas lagi seperti biasa.

Sebagai guru, saya bukan siapa-siapa, kerja sesuai tugas yang diamanahkan. Saya  berusaha mengajar untuk yang terbaik. Terus dijalani dengan hati yang iklas walau kadang sakit hati. Terus berniat untuk belajar dan belajar walau kadang hanya sia-sia tapi harus  tetap semangat dan rela. Demi anak bangsa tercinta. Rasa direndahkan sudah biasa. Itu adalah sebuah ujian untuk jadi orang yang lebih dewasa.  Perlu diingat  biar  tua tak boleh gaptek. Terus berkarya, membaca, menulis dan berinovasi. ‘Tak penting’ dihargai atau tidak. Kita selalu menyadari tak ada tulisan  yang disukai oleh semua orang. Sekalipun penulis hebat. Masukan, cemoohan, kritikan dan koment yang menyakitkan itu ‘tidak penting’. Yang penting adalah teruslah berkarya.

Saat Pandemi Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan dengan ‘Daring’ (dalam jaringan). Kita guru dan siswa  harus punya komputer/laptop atau HP yang  standart. Kita harus  siap dengan pembelajaran  berbasisi IT. Kita membuat group bersama siswa kita. Buat tugas lewat GCR ( google classroom), Masing-masing kelas punya Group WA. Soal  dan absen  dengan aplikasi gogleform. Untuk praktek siswa membuat video pembelajaran, misal dengan aplikasi kinemaster. Anak-anak menggambar  grafik fungsi  boleh melalui Graphing Calc.

 

tulisan yang bisa menyenangkan semua orang, walaupun penulis hebat. Jadi  saya sebagai penulis pinggiran dan masih pemula harus  banyak belajar. Saya perlu menyadari dengan sepenuh hati untuk refleksi, terus berlatih. Agar tulisan lebih berbobot, lebih  berisi, sehingga  lebih  bermanfaat untuk pembaca.

Sebagai  umat  beriman, kita  harus menjadi misioner. Harus rela ‘memberi diri’ untuk gereja dan untuk sesama kita. Harus rela berbagi iklas memberi. Tentunya agar hidup kita jadi berarti. Jadi orang jangan menutup diri untuk  kepentingan umum. Sebuah kebanggaan pribadi jika kita bisa membantu orang lain. Kepedulian  sangatlah penting. Kepercayaan, kejujuran juga penting. Kerendahan hati adalah kunci untuk kita hidup lebih damai dan sejahtera.

Saat menulis ini masa adven minggu ke-3, tanggal 19 Desember 2021. Saat pertobatan menantikan kelahiran Sang juru Selamat. Semoga Sang penebus dosa mengampuni segala dosa yang telah kita perbuat disepanjang Tahun 2021. Semoga saya bisa menyongsong Hari natal dengan penuh  suka cita.

Apa  kontribusi kita sebagai  warga Indonesia? Saya adalah orang lemah dan tak berdaya. Saya bukan siapa-siapa. Saya adalah guru pembelajar. Berusaha belajar tanpa henti. Long life learning.  Belajar berkarya. Hidup untuk berkarya. Agar karya kita bisa dikenang kelak jika kita sudah tiasa. Mencoba menulis setiap hari. Aktif membuat antologi bersama para penulis sampai dipelosok negeri. Dengan begitu tulisan kita  jadi beredar samapai pelosok negeri pula.  Pesiar dari sabang sampai merauke, dari mingas hingga pulau rote. Trimakasih teman-teman. Trimakasih para penulis hebat. Kita  sudah saling berkontribusi membuat karya. Menyumbang untuk literasi bangsa. Menjadi pegiat literasi nusantara. Kini tak terasa tulisan sudah lebih 30 buku. Sebuah kebanggaan pribadi berkarya untuk literasi Indonesia.

Semoga kita menyadari akan manfaat membaca. Dampak dari menulis, karya kita akan menemukan takdirnya. Jangan berpikir untung maupun rugi, kerja adalah ibadah. Rejeki, mati  sudah diatur olehnya. Kita bisa berencana tapi semuanya Tuhan yang menentukan.

 

Menyambut Tahun 2022

Tahun 2021 telah berakhir dan sebentar lagi memasuki tahun baru 2022. Trimakasih  Tuhan kita masih diberikan nafas  dan kehidupan hingga hari ini. Semoga ditahun yang  baru  saya  lebih  bisa memberi makna dalam hidup ini. Walaupun  hanya  dalam hal kecil. Saya  bisa membuka  lembaran baru di tahun 2022 dengan semangat  hidup yang  baru pula.

Semoga di tahun yang baru ini  saya selalu lurus mengikuti  jalan-Mu. Berkati semua orang, mereka pasti  punya rencana  masing-masing. Mereka punya pergumulan masing-masing. Termasuk diri saya. Semoga Tuhan senantiasa mendampingi, memberkati, melindungi setiap tugas, pekerjaan dan tanggung jawab kami. Kami akan  terus  berdoa  dan bersyukur dengan apa yang ada. Kami meyakini Cinta dan berkat Tuhan selalu ada.  Nafas hidup dan harta ini milikmu. Kami hanya menjaganya. Kami menyadari lemahnya niat kami. Kami percaya Tuhan akan terus menuntun kami dari waktu ke waktu. Semoga kami mampu menjadi penyalur berkatmu untuk sesama kami.

Setahun silam  pastinya banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Rencana-rencana yang belum terealisasi. Mimpi yang  belum terwujud. Mimpi yang  masih sebatas  mimpi dan belum terbukti. Semoga  di tahun  baru nanti kita semakin berarti. Saya bisa  mengisi hidup dengan inovasi agar orang  lain bisa terinspirasi. ‘Semoga’. Sebagai manusia biasa tentunya saya tak  luput dari  kesalahan dan dosa, Tuhan  maafkanlah.

 

 

 

 

 

Salam ...Nama penulis  Ledwina Eti Wuryani, S.Pd, Asli Magelang Jawa Tengah  dan tinggal di NTT sudah 21 tahun.  Seorang ibu 2 putra Marcel dan Anto. Penulis adalah ibu rumah tangga  sekaligus  guru  Matematika  di SMA Negeri 2 Waingapu Sumba Timur. Penulis alumni SDK Kamal Pagersari, SMPK Muntilan, SMAK Stella Duce Yogyakarta dan IKIP Sanata Dharma Jogyakarta. Beberapa tulisannya dimuat di Media masa, Majalah dan buku. Sudah lebih  30 buku solo dan antologi  ber-ISBN yang sudah terbit. Penulis juga dipercaya jadi editor buku di MBI ( Menulis Buku Inspirasi) NTT yang diprakarsai oleh penulis best seller Bunda Dra Lilis Herpianti Sutikno, SH, Mengisi Endors dari beberapa buku dan menjadi kurator buku  dibawah naungan bunda Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd, (pegiat literasi Nasional, Narsum nasional, Motivator). Penulis bisa dihubungi di ledwinaetiwuryai@gmail.com , ledwinaastiwi44@guru.sma.belajar.id , fb, IG dan You tube :  Ledwina Eti  dan blog  etiastiwi66.blogspot.com  HP WA 085 230 708 285 alamat rumah Jl. Trikora no: 11 RT/RW  010/003 Waingapu, Sumba Timur NTT.  Quotes :  Sebuah kebanggaan Jika  hidup bisa bermanfaat bagi sesama.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...