Oleh : Asep Maulana (alumni KMO Batch 50)
“Hal sangat penting dalam segala sesuatu adalah meluruskan niat atau motivasi. Luruskan niat Anda saat membuat buku” –Cahyadi Takariawan, 2022.
.
Cahyadi Takariawan dalam ebook “Langkah Mudah Membuat Buku” mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam menulis, “Hal sangat penting dalam segala sesuatu adalah meluruskan niat atau motivasi. Luruskan niat Anda saat membuat buku. Bahwa semua yang Anda lakukan adalah dalam rangka ibadah, dalam rangka ketaatan kepada Allah. Ini yang akan memperlancar proses penulisan buku Anda”.
Pada dasarnya ilmu bersifat universal sehingga siapapun bisa memiliki ilmu dengan mempelajarinya. Tidak terkecuali ilmu dalam menulis. Karena ilmu adalah cara termudah untuk mencapai tujuan. Kita bisa menulis tentang apa saja yang kita inginkan jika memiliki ilmu tentang menulis dan apa yang hendak ditulis.
Ilustrasinya sebagaimana kita akan menuju suatu kota yang masih asing. Kota Medan misalnya. Sedangkan kita tinggal di Jogja. Maka kita memerlukan beberapa pengetahuan tentang kota tujuan, alat transportasi untuk ke sana dan lain-lainnya. Nah, segala pengetahuan tersebut itulah yang dinamakan dengan ilmu.
Empat Nilai, Mengapa Ilmu Menulis Sangat Penting?
“Jika satu saja karya kita bisa memberikan manfaat bagi banyak orang maka kekayaan apalagi yang lebih berharga darinya? Itulah kekayaan yang sesungguhnya!” –Asep Maulana, 2022.
Paling tidak ada empat nilai yang bisa menjelaskan, mengapa ilmu menulis sangat penting untuk kita ketahui.
Pertama, menghilangkan kebodohan pada diri kita. Sebelumnya kita belum mempunyai ilmu pengetahuan tentang menulis. Mungkin kita punya banyak ide untuk ditulis. Memori di otak kita telah menyimpan banyak ilmu pengetahuan. Namun kita sering mengalami kesulitan untuk menuangkan dalam tulisan.
Lain halnya jika kita mengikuti kursus dan kelas-kelas menulis, membaca buku atau literatur apapun yang menunjang kebutuhan kita supaya bisa menulis. Akan banyak kemudahan yang didapat untuk memulai praktik menulis.
Hilang kebingungan, kebuntuan dan keraguan yang selama ini dirasakan ketika hendak menulis. Ilmu itu membuat kita tahu teknik dan kaidah-kaidah menulis, tujuan menulis, jenis tulisan dan sampai bagaimana menerbitkan sebuah buku.
Kedua, untuk membantu orang lain yang ingin belajar menulis. Salah satu cara melestarikan ilmu menulis adalah dengan mengajarkannya.
Maka ilmu akan semakin bermanfaat jika diajarkan dan terus diajarkan. Ilmu bisa diajarkan secara personal atau klasikal atau bentuk lainnya seperti seminar atau workshop. Ilmu juga bisa ditulis menjadi buku yang bisa dibaca oleh siapapun.
Ketiga, untuk tujuan praktik. Pada dasarnya, siapapun orangnya, ketika belajar menulis maka salah satu tujuannya adalah untuk praktik menulis. Kita membayar kursus dan membeli buku-buku penunjang, tentunya untuk tujuan tersebut.
Jika mengikuti kelas menulis hanya sekedar berhenti pada ranah pengetahuan saja, tentu menjadi kurang bermanfaat, bahkan akan sia-sia. Karena terputus kemanfaatannya. Ilmu baru dikatakan bermanfaat jika dipraktikkan. Semakin besar lagi manfaatnya tatkala kita mengajarkannya kepada orang lain.
“Ilmu baru dikatakan bermanfaat jika dipraktikkan. Semakin besar lagi manfaatnya tatkala kita mengajarkannya kepada orang lain” –Asep Maulana, 2022.
Keempat, untuk tujuan melestarikan ilmu. Ilmu apapun yang tidak dipraktikkan dan diajarkan, lambat laun akan hilang. Termasuk ilmu dalam menulis, ia akan menjadi asing dan hilang sedikit demi sedikit. Karena itu, dengan tujuan yang mulia ini tentunya bisa menjadi motivasi bagi kita untuk belajar dan menggali ilmu dalam hal tulis menulis.
Demikianlah empat tujuan mengapa ilmu pengetahuan tentang menulis begitu penting bagi kita. Karena ilmu lebih berharga dari harta yang kita miliki. Seseorang yang merasakan betapa penting dan berharganya ilmu, ia akan rela berkorban apapun untuk ilmu.
Ilmu lebih besar nilainya dari segala pengorbanan yang dikeluarkan. Maka jangan pernah merasa sayang atau rugi mengeluarkan biaya untuk keperluan ilmu. Jangan pernah malas atau enggan untuk menyisih waktu dalam belajar.
Karena ilmu adalah investasi. Bahkan kita bisa mendapatkan lebih banyak dari apa yang kita duga. Mungkin popularitas, kekayaan, penghargaan atau lainnya yang bersifat duniawi.
Di sisi lain, tentunya ada yang tidak bisa dinilai dan dibandingkan, atau diganti dengan hanya sekedar nilai materi, yaitu kebahagiaan dan kepuasan batin. Terlebih lagi jika karya-karya kita bisa mengispirasi orang lain. Memberi solusi, menyembuhkan sakitnya. Atau apapun itu yang kemudian memberikan manfaat yang lebih luas. Padahal mungkin kita tidak memikirkan hal-hal itu sebelumnya.
Jika satu saja karya kita bisa memberikan manfaat bagi banyak orang maka kekayaan apalagi yang lebih berharga darinya? Itulah kekayaan yang sesungguhnya!
.
Sumber inspirasi dan rujukan:
Dr. Shalih bin Abdullah bin Hammad Al Ushaimi, Khulashah Ta’dhimil Ilmi, Riyadh, KSA, Cetakan Pertama, 2011/1432 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar