Oleh : Ledwina Eti Wuryani
Sarti senyum merekah menatap
indahnya taman di depan teras rumahnya. Taman itu dibuat oleh Andi suaminya
tercinta sebelum meninggalkannya untuk
jadi TKI di Arab Saudi. Taman itu adalah
wujud cinta suami kepada istrinya. Mereka adalah pasangan suami istri baru.
Jika merindukan Andi, Sarti kadang bisa berjam-jam duduk di taman itu sambil mengingat kenangan – kenangan indah
saat bersama Andi.
Masih
dalam lamunan dan bayangan wajah Andi yang mempesonanya. Tiba-tiba Ambu
tetangga sebelah menghampirinya. “Maaf
buk, ada kiriman dari pak pos
tadi”, kata Ambu. Setelah memberikan surat itu, iapun kemudian berlalu.
Sarti membaca sang pengirim surat
bersampul coklat itu ternyata Andi suaminya yang dirindukan terus menerus. Berdebar-debar
hati saat membuka surat itu. Tak sabar ia ingin tahu isinya. Setelah tahu isinya.
Seketika senyum bahagia berubah menjadi duka cita. Wajahnya yang
cantik merona berubah jadi pucat pasi.
Ternyata
itu adalah surat gugatan cerai dari Andi
suaminya. Orang yang selama ini dicintai dan dirindukan menusuknya dari
belakang. “Andi jahat sekali kau ee…. “ kata
Sarti dalam hatinya. Airmata menetes deras membasahi pipinya. Sarti tak kuasa
menahan kesedihan yang teramat sangat. Kini buah kasih yang berada diperutnya sudah jalan 3 bulan. Ia harus menanggung
sendiri. Betapa malangnya engkau Sarti. Semoga kuat menghadapi kenyataan hidup.
Waingapu, 23 April 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar