Ole:
Ledwina Eti Wuryani
Aku berjalan terengah-engah
menyusuri lorong jalan setapak kumuh becek dan licin di Swembag. Malam nan gelap gulita itu terpaksa aku harus
ambil air di sumber air yang jaraknya dari rumah kurang lebih 500 m. Kulihat
persediaan air di gentong habis. Sisa sedikit yang dihuni si jentik-jentik
centil yang menari-nari bahagia di
dalamnya. Tidak biasanya Pak Kades datang malam-malam, entah ada urusan apa
dengan suamiku. Suami menyuruhku membuatkan kopi panas untuknya.
Pelan-pelan aku merayap ke
bawah dengan rasa agak takut menuju sumber air. “Hai Asna! Lihat aku! “,
tiba-tiba kudengar suara orang memanggilku.
Dug dag suara jantungku bergetar
kencang. Kutengok kiri, kanan, muka, belakang tak terlihat orang. Kuberanikan diri menuju ke sumber suara. Eh
!! ternyata di dalam ada sebuah rumah asramaku dulu. Seorang wanita cantik menyambutku dengan ramah. Dia adalah ibu asrama yang baru. Bu Har namanya.
Asyiikkk sekali reunian ketemu teman-teman lama. Aku terasa nyaman dan kerasan tinggal lagi
bersamanya. Menu makanan masih seperti dulu. Masih ada juga menu favoritku,
yaitu nasi gorengya mbak Yem, salah satu asisten rumah tangga asrama. Begitu
Indah suasananya. Hari-hariku penuh keceriaan dan kegembiraan .
Saat aku mau bangun tidur
rasanya kok gelap sekali. Ya elllah.. aku berada diruang kecil pas badanku.
Kugedor-gedor ruangan itu. Aroma harum minyak wangi cap serimpi yang biasa
untuk melumuri jenasah menyengat
hidungku. Aku paksakan diri merontak. Aku mencoba berteriak. Akhirnya pintu dibuka. Aku bangun dan betapa
kaget aku saat itu. Aku berada ditengah para tamu. Ternyata aku barusan mati.
Dimasukkan dalam peti. Saat aku bangun semua tamu terngaga, kaget, bingung campur-campur. Percaya
atau tidak, aku sudah mati bangun kembali.
Katanya aku sudah 3 hari hilang. Setelah
ketemu sudah dalam keadaan tak bernafas.
Keluarga tak berfikir Panjang aku
dimasukkan dipeti karena sudah dianggap mati. Kini sudah selesai berdoa requem
dan siap dikubur. Untung tidak
diformalin hingga aku bisa bangun kembali dan hidup Jadi aku bisa selamat. Saatnya Belum tiba!
Waingapu, 23 April 2022
Ruang X11 SMA
Negeri 2 Waingapu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar