Sabtu, 23 April 2022

LINDA, AKU MERINDUKANMU…..

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Turun di bandara Jogya aku langsung menuju pangkalan ojek untuk menuju rumahku. Sebagai seorang pensiunan  punya banyak waktu untuk pergi sedekar nengok cucu walaupun di Jakarta. Tiba-tiba ada  seorang nona cantik menghampiriku dan mengambil koperku sambil berkata” ojek pak!. Oh Iya,  jawabku singkat. Aku mengikutinya dari belakang menuju motornya. Setelah menstater motornya memintaku untuk segera naik. “Bagaimana kalau aku saja yang didepan?”, kataku. Dia memberikan kunci kontaknya padaku.

Ahh!, ternyata wanita cantik itu adalah ojek. Dengan hati penasaran aku bertanya padanya ”Nona masih muda kenapa ojek?, apakah suami mengijinkan?”. “Suamiku sudah menginggalkan saya pak?”, jawabnya. “ Inalilahi  wainaliruji’un”,  kataku turut berduka. Apakah nona sudah punya anak?, tanyaku menelisik. “ Belum pak”,  saya ditinggal suami dan suami pergi TKI dengan istri barunya. Aku kaget, tak terlihat ada polisi tidur didepanku. Spontan nona memelukku kencang. Ada rasa yang berbeda dalam hatiku. Sambil berbincang-bincang tak terasa sudah sampai di depan rumahku. Akhirnya Nona itu kuajak masuk. Dia membawakan tasku. Aku segera  masuk dan membuatkan segelas air minum nutrisari untuknya.

Kupersilahkan minum , dia kelihatan malu dan sungkan. Kupaksa supaya meminumnya sampai habis baru kubayar. Akhirnya dihabiskan. Lalu kusodorkan  lembaran uang seratus ribu padanya. “Aduh pak, maaf tak ada kembalinya”, katanya. “ Ambil saja, trimakasih untuk perkenalan ini, kataku datar. Apa boleh aku minta no. HP-nya nona?, kataku memohon. Boleh! boleh pak, jawabnya dengan senang hati. Sejak itu kami saling chatt,  hatikupun jadi berbunga-bunga. Sejak  istriku meninggal aku tak pernah merasakan hatiku sebahagia ini. Nona Linda selain cantik parasnya, halus pula tutur katanya. Hari-hariku penuh kerinduan. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Suatu saat kuberanikan diriku menyatakan cintanya dan ingin  meminangnya. Dia bilang pikir-pikir dulu. Aku juga tahu diri, jika Linda keberatan juga aku sangat mengerti. Hehe..  nanti orang bilang, aku mata keranjang atau tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi. Tiga bulan dia tak membalas WA-ku. Akupun berusaha untuk melupakannya walau terasa sulit. Tiba-tiba ada suara getar dalam tasku. Kubuka HP ternyata Linda yang menelponku. Dug dag rasa hatiku. Aku  harus siap menerima penolakan darinya. Ternyata…..   apa kata dia!! Dia menerima lamaranku. Aku Bahagia luar biasa. Serasa angin surga menyirami seluruh tubuhku.  Kek! Kek!! Ada dengar teriakan menggoyang-goyangkan badanku. Aku sadar. Ternyata cucuku dari luar kota datang  bersama orangtuanya.  Eaaallahhh…  ternyata mimpi. Malu aku jadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...