Jumat, 13 Mei 2022

CINTA YANG KANDAS Day 5

 

 

 

              Franky panggilan akrabnya. Begitu namanya ia biasa disapa.  Dia adalah seorang anak pensiunan polisi lulusan SR (Sekolah Rakyat: Red ). Mamanya adalah  ibu rumah  tangga yang  setia.  Keluarga sederhana itu dulu tinggal di asrama polisi.  Bapak adalah orang yang temperamental. Bapak juga  keras  dalam mendidik anak.

              Mama Elish, ibunda Franky orangnya kurus dan perawaannya mungil. Franky adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, kakaknya Will namanya. Will pergi jadi TKI di Malaysia. Karena  bapak sudah lama pensiun  mereka tinggal  di rumah sendiri.   Rumahnya sederhana sekali beratap alang dan berlantai tanah di Atambua. Sejak  pensiun polisi Umbu Hunga Meha punya kebiasaan yang kurang  bagus, dia suka minum, judi dan pulang larut. Betapa sedihnya keluarga itu. Hidupnya prihatin karena gaji pensiun pak Umbu bukan diberikan kepada mama Elish sebagai istrinya.

              Dengan bermodalkan ijasah SMA  Franky nekat pergi ke Jakarta. Dia mencoba mengadu nasib. Dengan uang sedikit pemberian mama Elish dia pergi naik kapal Dobon Solo. Sampai di Pelabuhan Tanjung Priuk dia tanya pada polisi setempat. Dengan mengikuti petunjuk dari pak polisi, akhirnya naik bis kota beberapa jalur untuk  menemukan tujuannya.

              Singkat cerita. Beberapa kali mengadu nasib mencari kerja tapi belum beruntung. Sempat juga jadi pemulung dan beberapa pekerjaan yang terhina.  Yang terakhir mengadu nasib di  perusahaan Air mineral terbesar di Jakarta. Dengan mendaftar sebagai OB (Office Boy), dia diterima.  Waktu terus berjalan, tak terasa ternyata dia sudah 2 tahun bekerja di Perusahaan itu. Pemiliknya adalah seorang konglomerat keturunan Belanda. Dia mempunyai putri bungsu yang sekolah di SMP favorit di Jakarta. Selama 2 tahun  Franky dikenal pegawai yang  pendiam, sopan, rajin, disiplin dan tekun. Berkat kinerja yang bagus  sang direkturpun  akhirnya tahu.

              Dia mendapat kepercayaan untuk menjadi sopir pribadi Jeshika putri bungsunya. Setiap hari tugasnya mengantar dan menjemput. Pada dasarnya Franky adalah anak yang pintar, terbukti saat SMA dia  selalu mendapat rangking pertama di kelasnya. Hanya nasib kurang beruntung, dia tak bisa kuliah karena masalah ekonomi. Setiap hari Jeshi mengeluhkan pelajarannya. Franky mencoba membantu dia mengerjakan setiap PR-nya. Betapa bahagia dan bangga Jeshi akhirnya selalu mendapatkan nilai lebih bagus dari sebelumnya. Di depan Jeshi,  si  Franky selalu menunjukkan kerendahan hatinya sebagai seorang sopir.  Dia begitu hormat kepada majikannya. Apapun yang  diperintahkan selalu  dilaksanakan dengan setia.

Dengan sifatnya Franky yang lugu dan sopan  Jeshi jadi kolokan dan manja padanya. Ia seolah jadi merasa ada yang melindungi. Dia merasa nyaman bersama Franky. Franky tetap bersikap profesional, dia tak pernah neko-neko.  Franky jadi sopir Jeshi dari kelas 2 SMP hingga   kelas 3 SMA. Ternyata   Jeshi mulai selalu mencuri perhatian . Sebagai orang kota  Jeshi tak segan lagi  memeluk Frangky.  Sebagai laki-laki normal getaran hatinyapun tak bisa menipu. Rasa cintapun sebenarnya ada. Dengan menahan perasaannya dia berusaha keras untuk tetap sopan dan seolah tak ada apa-apa.

Bukannya bohong, tapi dia harus berpikir 1000 kali jika dia membalas ciuman yang mendarat dipipinya.  Dia tetap berusaha tenang. Dia akan dipecat dengan tak hormat jika suatu saat terdengar Franky menyalahgunakan kepercayaannya sebagai sopir pribadi Jeshi putri kesayangan dari ‘bos’-nya. Jeshika Ravelia Alied. Dia seorang gadis cantik blasteran Indonesia-Belanda. Orangnya tegas, dan tinggi semampai. Begitulah tampang anak konglomerat. Kedua kakaknya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai perusahaan masing-masing.

Tak pernah Franky bayangkan, ternyata Jeshi  sudah menyampaikan tentang perasaannya kepada mama dan papanya. Akhirnya Franky dipanggil sang Direktur Utama perusahaan. Antara takut, gugup dan penasaran dia harus menghadap sang ‘BOS’.  Tak ada dari teman selevelnya yang pernah menghadap atau melihat direktur. Tapi ini dia dipanggil. Ini adalah mujizat baginya. Akhirnya benar,  Franky memberanikan diri untuk menghadap. Ternyata…. Papanya, Pak Gunawan Santosa menyuruh  Franky untuk kuliah. Semua biaya kuliah ditanggung oleh perusahaan. Franky memilih di  Sekolah Tinggi Theologi untuk jadi pendeta.

Sambil kuliah tugas utama sebagai sopir Jeshikapun masih tetap berjalan. Dalam 3,5 tahun dia lulus dengan Cumlaude.  Franky bangga sekali. Orang tua sengaja tak diberi tahu. Dia seolah dendam dengan ayah kandungnya karena tak pernah memperhatikan   keluarga. Janji dalam hatinya suatu saat kalau sudah punya uang, ia  akan pulang dan membangun rumah orang tuanya. Semoga bisa  terwujud.

Jeshika selalu membanggakan Franky. Jeshi semakin lengket padanya. Rejeki memang tak salah alamat. Akhirnya, papanya Jeshi menjodohkan Franky dengan putri bungsunya. Tunangan berjalan sangat meriah, pesta sangat mewah di Grand Pacifik Room. Franky berusaha untuk menyesuaikan.  Semuanya sudah diatur oleh keluarga Jeshi. Para jemaat Frankypun tak luput dari undangan pestanya. Semua keluarga besar Jeshi lengkap termasuk grandma dan grandpa juga datang dari Belanda. Begitulah. Karena berlimpah harta, hanya tunangan saja pakai acara bulan madu di Belanda. Saya dan keluarga Sumba dapat undangannya tapi karena harus ke Jakarta. Biaya besar, akhirnya kami tak bisa datang.

Satu tahun kemudian Jeshika Revalian Aleid dan Franky Nggaba Kapita melangsungkan pernikahannya. Saat itu kami datang dari Waingapu. Sebagai orang asli Sumba ,  kami terpanggil untuk mengikuti adat  yang ada.  Kami sebagai, pihak keluarga laki-laki membawa 2 pasang kuda. Benar. Kuda kita kirim dengan kapal hewan. Kami sengaja membeli Kuda sandelwood.  Pesta Sungguh megah, mewah dan meriah.  Kami hanya tenganga dan terpana menyaksikan acara itu. Seumur hidup tak pernah mengikuti acara semegah itu. Sang pengantin pria ternyata suaranya bagus, dia melantunkan sebuah lagu cinta dihadapan para undangan. Kami bangga mempunyai keponakan hebat itu. MC di pernikahan itu adalah Tamara Blesznski dan Davyd Blesznski adiknya. Kami sempat dipanggil sang MC untuk makan roti pengantin dan berfoto bersama mempelai. Foto pernikahan masih tersimpan.

Mereka hidup bahagia, dikaruniai 1 putra ganteng bernama Aart Adeline Oktavian. Saat aku ada tugas di Jakarta mereka membawa hadiah dan makanan yang sangat lezat yang tak pernah kami rasa selama hidup. Bahagianya kami sebagai seorang ‘om’ dan tante orang kampung berkeluarga dengan seorang konglomerat di Jakarta. Mereka berjanji akan pergi ke Sumba. Artinya ini adalah PR supaya saya menyiapkan segala sesuatunya jika mereka benar-benar datang ke Sumba.

Empat tahun sudah mereka  membina keluarga. Kabar terakhir yang kudengar dari keluarga di Jogya Franky sudah ‘cerai’ dengan  Jeshi. Istri yang sangat dicintai ternyata selingkuh. Dia mencari orang yang selevel dengannya.  Ya Ampun, kaget kami dengar kabar itu. Kami bela-belain kirim ‘belis’ atau mas kawin  hewan. Kami sampai pergi ke Jakarta saat mereka menikah dengan ongkos yang hutang dan  belum lunas. Ehh!! Sekarang tinggal cerita. Terus Aart anaknya ikut siapa?? Dia ikut mamanya. Kami turut  sedih, prihatin dan pilu rasa hati. Umbu Mehang bapaknya  sudah meninggal dan  tinggal mamanya yang masih tinggal di rumah beratap alang. Mimpi untuk membuatkan rumah orang tua belum bisa dibuktikan. Oh nasib!!  Hati ingin memeluk gunung tapi tangan tak sampai. Antara Bumi dan langit memang terlalu jauh, tak bisa bergabung. Frangki dan Jeshi kini menentukan  kehidupannya masing-masing. Mau bagaimana lagi??

Apapun tantangan hidup harus dihadapi  dengan bijak. Dijalani dengan iklas. Dibingkai dengan sabar. Disampul dengan kebaikan, syukur jika dibaluti dengan senyuman.

 

 

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge-5

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEtiWuryani

#jumat13Mei2022 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...