Pandemi belum juga pergi. Kita harus terus menjaga imun kita. Tak terasa
kita sudah jalan 2 tahun lebih bersamanya. Sudah banyak
saudara-saudari kita yang menjadi korbannya. Sedih memang!. Tapi mau
bagaimana lagi? Kita harus terima dengan
lapang dada.
Ada pandemi kita tetap harus berinteraksi. Dengan
adanya pandemi adalah tantangan
bagi semua kita untuk ‘berbuat’ sesuatu.
Beberapa pemerintah daerah saat itu
memutuskan menerapkan kebijakan untuk
meliburkan siswa dan mulai menerapkan
metode belajar dengan sistem
daring (dalam jaringan) atau online. Guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi
dengan memanfaatkan media daring. Hal ini sesuai dengan surat edaran Permen No. 4 Tahun 2020
tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan
dalam masa darurat penyebaran Covid-19.
Mulai saat itu sekolah mulai dengan kegiatan BDR (Belajar
Dari Rumah). Yang berarti pembelajaran harus dengan aplikasi Internet. Saya
benar-benar merasa paling bodoh tingkat dewa dalam teknologi saat itu. Apalagi harus
melaksanakan daring. Saya
mengajar SMA. Ada Siswa yang kritis. Sebagai guru hal ini adalah ‘sebuah tantangan’. Bagaimanapun, saya harus optimis. Dari situlah yang melecutkan
semangat saya untuk belajar. Harus belajar. Sebuah tantangan yang harus
dihadapi.
Bagaimana jika peserta didik ‘bertanya’ sekitar aplikasi internet ternyata gurunya tidak
bisa menjawab ?. Bagaimana pandangan peserta didik terhadap guru? Ya....ini PR buat saya, mungkin
buat guru tua seperti saya. Untuk menuju langkah keseribu kita harus mulai dari langkah pertama.
Pelan-pelan kumelangkah, berjalan dan terus berjalan.... kata bijak, kita hidup seperti naik sepeda.
Terus bergerak, jika diam ya jatuh.
Di abad ke-21 sekarang ini, persaingan berbagai hal
semakin tajam. Individu yang tidak membekali
diri dengan kompetensi yang memadai, sudah pasti akan terpinggirkan. He he....kita
sedia pelampung masing-masing deh. Guru harus mau berpikir kreatif dan inovatif. Apalagi sekarang era
globalisasi. Era milenial. Era ‘d i g
i t a l’ . Orang harus tahu dunia informasi teknologi,
internet, media sosial dan konten-konten yang up to date. Sebagai guru disarankan menguasai ICT (Information and Communication Technology)
dan literasi informasi. Itu merupakan
keharusan dalam dunia pendidikan. Tanpa ICT saat ini akan sulit seseorang
mengembangkan pekerjaannya.
Mau tak mau, bisa tak bisa guru harus berusaha. Guru harus belajar untuk menyesuaikan diri. Sebenarnya
teknologi itu ‘memudahkan’ kita. Dalam
artian dengan mengetahui teknologi pekerjaan kita akan lebih terbantu. Pembelajaran
menggunakan aplikasi google misalnya. Ternyata google ini ada banyak fiturnya, masing-masing
punya fungsi yang berbeda, GoogleClassroom, GoogleForm, Google Drive, Google
Docs, googleSlide, GMAil, GCalendar. Misal,
kita sudah tahu aplikasi dan fungsi
Google dalam pembelajaran, kita akan merasakan dampaknya. Menjadi lebih
efektif dan efisien. Dengan fasilitas itu kita sudah bisa kirim tugas, absen
bahkan nilai bisa langsung muncul. Pekerjaan jelas lebih cepat, praktis dan
lebih mudah. Tak perlu lagi kertas-kertas yang membuat pusing karena
berserakan.
Guru adalah pendidik
atau pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada siswanya. Guru merupakan pendidik
yang pekerjaannya dianggap sangat
mulia. Guru harus rela
memberikan ilmunya kepada siswa agar
banyak peserta didik yang juga
memilki pengetahuan yang luas. Guru yang baik adalah guru yang
‘mampu’ memberikan pelajaran yang berguna dan mengikuti perkembangan zamannya.
Nah, saat inilah tantangan harus diterima. Para guru wajib hukumnya mendidik dan melakukan pembelajaran melalui akses internet. Guru harus lebih ‘tahu’ dari peserta didiknya dalam digital.
Ditengah-tengah riuhnya informasi ini. Sebagai contoh di sekolah saya. Kini guru jadi
rajin dan bersemangat untuk mengikuti
berbagai pelatihan lewat daring. Mengikuti berbagai virtual dengan zoom.
Para guru, sahabatku berlomba-lomba untuk menambah wawasan
tentang dunia digital. Mengikuti webimar
Pelatihan Guru kreatif dan inovatif. Guru Motivator. Guru Penggerak. Guru Pembelajar Mengikuti
(KMO) Komunitas Menulis Online. Ada pula
yang guru mendadak jadi penulis. Contohnya saya. “ha ha....ngaku!” . Berkat
tergabung di beberapa group menulis,
akhirnya saya sendiri jadi ‘pecandu’.
Jadi rajin browsing internet. Rajin belajar dan tanya mbah Google. Ternyata
asyik menulis. Tambah wawasan.
Mengurangi gaptek. Membahagiakan hati.
Membuat imun jadi kuat dan bisa menebarkan inspirasi.
Dalam mengikuti berbagai kegiatan online, selain mendapatkan ‘ilmu baru’ juga sangat penting
untuk bekal guru menerapkan pembelajaran online. Guru jadi lebih percaya
diri. Guru tidak ketinggalan jaman (gaptek). Itu adalah sebuah kebanggaan dan kepuasan. Hasil pelatihan-pelatihan adalah memperoleh sertifikat.
Sertifikat dikoleksi, selain untuk
menambah wawasan juga akan berguna untuk
kenaikan pangkat. Wow!.Keren! Nach, saat ini guru lagi bersibuk ria untuk
mengikuti berbagai virtual. Sibuk
mencari link-link pelatihan online. Sibuk pula berbagi dan memberi informasi.
Hal ini menjadikan kita bisa saling
memberi semangat. Menebar kebaikan dan menginspirasi. Kutanya temanku lewat chatt ” Bu Mia kapan kita arisan?!. Dia
menjawab ,“ Aduh!!, minggu ini aku lagi sibuk mengikuti virtual, jadwalku
padat! “Atau hari selasa minggu depan!, lanjutku. “wah hari itu aku juga ada
pertemuan lewat zoom!”. katanya menjawab. “ Terus kapan dong!!”, aku meminta
kepastian. Hari jumat saja, dia menjawab dengan chat berikutnya. Begitulah!
Saat kita bertemu kita ngobrol ,ya...sekitaran pembelajaran ‘virtual’ yang kita ikuti.
Saat ini jangan
malu atau ragu untuk bertanya pada teman
guru yang menguasai teknologi. Apa lagi guru yang sudah tua seperti saya. Harus terus belajar dan rajin bertanya,
hehe...harus jujur!. Guru-guru yang telah menguasai teknologi
harus mengajak guru-guru lain yang masih gaptek. Inilah saatnya kita harus ‘rela berbagi, iklas memberi’ dan
saling menginspirasi. Jika kita kesulitan
bisa juga tanya ‘mbah google’ si ‘dukun’ yang serba tahu. Semua ilmu
yang kita tanya pasti dijawabnya dengan
cerdas.
Apa sih Google itu? Google adalah salah satu teknologi
canggih yang mampu memfasilitasi ilmu
pengetahuan. Google lahir 4 September
1998. Google ini ditemukan Larry Page
dan Sergey Brin yang saat itu masih mahasiswa Ph.D di Universitas Stanford,
California, Amerika Serikat. Keren ya!. Awalnya namanya Googlo karena salah mengeja
tulisan akhirnya berubah menjadi ‘Google’ yang artinya dalam istilah matematika
“angka 1 yang diikuti 100 angka nol
dibelakang. Wow!. Google ini menyaingi
raksasa dunia maya microsoft, yahoo serta AOL. Dan kini Google berkembang pesat
menjadi mesin pencari nomor satu dalam dunia maya.
Tapi belajar dari google juga perlu diingat lho.
Peranan google dalam dunia pendidikan
saat ini memang amat sangat membantu. Dia cerdas dan terpercaya. Apa
yang kita tanya dijawabnya. Google bagaikan
pisau bermata dua. Sisi yang
pertama mampu memberikan informasi- informasi dan data yang kita perlukan
dengan mudah. Namun disisi sebelahnya karena kemudahannya itu, jika tidak disertai dengan kecakapan
‘memilah’ informasi bisa berimbas
pada buruknya literasi. Hal ini perlu diwaspadai oleh kita, terlebih untuk
peserta didik kita.
Sebagai guru
pasti mengetahui yang terbaik
untuk para siswanya . Saat ini adalah
waktunya bagi guru untuk
mendengarkan insting sebagai guru. Guru
dan peserta terus berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak
coba dan banyak karya.
Tugas Guru tidak hanya melakukan formalitas belajar , namun lebih dari itu guru punya tanggung jawab dalam membimbing
siswa menuju cita-citanya. Jadi guru
harus rela bertransformasi dari sekedar pengajar menjadi pendidik dan pembimbing. Guru harus upgrade
diri. Mau belajar teknologi dan komunikasi terkini. Harus mau dan setuju melakukan perubahan. Belajar untuk pembelajaran yang lebih
inovatif, menyenangkan dan selalu update sesuai dengan kemajuan zaman. Guru
mempunyai kemampuan untuk membangun
kedekatan emosi kepada siswanya. Agar
guru tak dilupakan oleh peseserta didik. Pada guru ada rasa. Ada akal budi. Ada
warna tersendiri dalam proses pendidikan
yang akhirnya membentuk pribadi yang
berarti untuk kebaikan peserta
didik. Itu harapan..
Dari google kita siap belajar. Mencari informasi. Tapi
ingat! Jangan salah. Jika kita tidak cakap dalam memilih justru akan menjerumuskan
kita sendiri. Maka bijaklah dalam mencari
informasi dari google. Semua orang
dengan mudah mendapat informasi
pengetahuan apapun yg dibutuhkan. Baik guru maupun siswa. Kini pembelajaran BDR
sudah berjalan dengan lancar. Semua
siswa mayoritas sudah kenal GM,Gform,GCl. GCR,
Aplikasi zoom dan berbagai aplikasi Internet lainnya. Akhirnya kita jadi banyak
tahu, terampil dan pengalaman menggunakan HP
Android dengan lancar jaya dan penuh semangat. Kita jadi
tahu benar tentang ‘fungsi’ HP android yang sebenarnya.
Kalau dulu tahunya ‘hanya’ untuk
‘main game’ buka ‘ You Tube’ ,”FB” kapasitas sebagai pemain game dan penonton
saja. Tapi sekarang bisa untuk menggali informasi
berbagai hal. Bahkan akhirnya bisa kreativ mendownload berbagai
aplikasi lewat play Store karena ‘tuntutan’ tugas sekolah yang harus
di ’video’kan. Seperti aplikasi ‘KineMaster’, ‘Canva’ ,
‘CS’, ‘Tik Tok’, ‘Zoom’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan
masih banyak lagi. Gurunya kadang ‘kalah’ kreatif
dibanding keterampilan anak-anak. Memang tidak semua, tapi
‘lumayan’ banyak anak jadi lebih kreatif dalam memanfaatkan HP.
Waktu luang di rumah terasa banyak. Kebersamaan dan
keakraban bersama keluarga mulai terasa. Rasa saling menyayangi, saling
membutuhkan, saling melengkapi, Saling berbagi semakin nyata.
Dengan demikian tugas-tugas dari sekolah bisa dikerjakan dengan pendampingan
kakak atau bahkan orang tua. Setiap tugas, pekerjaan terasa ringan dan
menyenangkan.
Terima kasih Tante Corona, atas
kedatanganmu. Darimu saya jadi belajar dan terus belajar. Terus
berinovasi, kreatif untuk membuat karya. Saya jadi lebih menghargai
kehidupan, lebih bisa menjaga kesehatan, dan bisa menggali bakat
pribadi. Semoga setelah pandemi ini berlalu kita punya kebiasaan
baru yang lebih produktif. Walaupun sederhana. Ini akan membuat bahagia. Karena bahagia bertumbuh karena target-target kecil yang kita ciptakan sendiri
dan berbuah.
Kini kita pembelajaran di
sekolah sudah bertatap muka lagi, sudah berinteraksi langsung lagi?. Guru senang ,
siswa gembira pasti orang tua juga bahagia.
Semoga pandemi cepat berlalu. Trimakasih,
berkat pandemic akhirnya jadi banyak
mengenal digitalisasi. Siap menyongsong Merdeka belajar, terus maju pendidikan
Indonesiaku.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-21
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Sabtu28Mei2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar