Siang hari
suasana terik, badan terasa gerah di
dalam rumah juga panas. Iseng kubuka HP
saat browshing internet kubaca
kisah yang sangat menginspirasi. Saya
terharu membaca artikel tentang Eni Kusuma seorang TKW asal Indonesia yang bisa menjadi penulis buku best Seller. Luar biasa!!.
Siapa sih yang
ingin jadi TKW? Kerja berat, jauh harus meninggalkan keluarga bahkan tak sedikit
juga yang bernasib malang. Ada yang pulang ‘tinggal nama’, dihukum mati atau bahkan pulang dengan ‘tangan kosong’ karena
jadi korban penipuan. Eni yang hidup
dari keluarga kurang beruntung. Dia tinggal di dekat TPA ( tempat pembuangan
akhir) di kota Banyuwangi, Sedari kecil
berteman dengan sampah. Hari-hari dimasa
kecilnya menjadi seorang pemulung demi mencukupkan sesuap nasi untuk makan
dan sekolah.
Di lingkungan
seperti itu yang membentuk Eni kecil akrab dengan berbagai penyakit,
kurap, kudis jamur dan penyakit kulit lainnya.
Iapun menderita gagap bicara, minderan dan tertutup. Beruntung dia
bisa menyelesaikan SMA. Untuk apa Ijasah SMA jaman sekarang? Jaman sekarang sarjana saja kutemui sampai rela jadi pelayan toko. Sebut saja Anna namanya, dia jadi pelayan toko di Mitra Kencana. Saya ketemu kaget, dia juga
sama kagetnya. Padahal dia kuliah di Jogya. Beberapa muridnya yang sudah lulus sarjana belum dapat kerjaan mereka kerja di toko. Yah!, tentunya daripada nganggur sambil menunggu ada formasi dan lowongan
kerja yang lebih baik.
Sebagai TKW di
Hongkong kisah Eni pun tak menarik. Nasib
sama dengan TKW yang lain. Di balik sifatnya yang lugu tersimpan ‘mimpi’ .
Akhirnya ia memilih jalur menulis. Sebagai pembantu rumah tangga ia kerja dari
pagi hingga larut malam. Dia berhenti
kerja saat semua penghuni rumah sudah tidur. Sedih!!.
Berkat ingin
membuktikan ‘mimpi’, ia berusaha
menyempatkan untuk menulis. Apa saja yang ia tulis, puisi, cerpen atau
apa saja saat ide muncul dari pikirannya. Dia menulis saat menunggu anak
majikannya sekolah, sedang les atau saat
berbelanja. Tulisannya hanya berupa
coretan-coretan pena di atas
lembaran-lembaran kertas. Saat ada kesempatan dia ketik ‘numpang’ di kantor pos atau perpustakan kota itu. Kemudian dia bergabung di milis khusus TKW di
Hongkong. Namanya Cafe de Kossta. Tak disangka
ternyata tulisannya mendapat sambutan
dari berbagai kalangan, termasuk penulis-penulis hebat.
Awal suksesnya Eni
ada seorang pengurus milis Kossta yang dianggap guru dan senior mengiriminya
buku bestseller berjudul ‘Resep cespleng Menulis’. Karya Edy Zakeus. Dia juga membaca di Pembelajar.com. Dari situ akhirnya dia
semakin semangat untuk terus menulis.
Selain menulis dia menjadi komentator. Pertama yang dia koment adalah penulis hebat Jennie S Bev. Dari situ akhirnya menarik perhatian para pengunjung di situsnya. Dengan ‘mendompleng’ nama besar
penulis hebat, Eni langsung mendapat
perhatian besar. Hingga artikel pertamanya dimuat di situs motivasi terfavorit
saat itu.
Singkat cerita,
akhirnya Eni ‘terkenal’ kini buku
karyanya yang berjudul “Anda Luar Biasa!!!
Mendapat endorsement 27 tokoh–tokoh
ternama mulai dari penulis, motivator,
pengusaha dan aktitivis. Buku yang awalnya di cetak 3000 eks ternyata laku
keras sehingga harus dicetak ulang dan dicetak
ulang lagi.
Kini , Eni yang ‘mantan TKW’ dan ‘hanya’ berijasah SMA banyak mengisi undangan sebagai publik speaker di berbagai tempat.
Termasuk di kampus-kampus. Hebat ya!. Siapa
yang suka menulis? Bagikan Yuk ! yang penasaran googling aja di “Eni Kusuma” supaya kamu
ketularan virus literasinya. Salam!
Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau
ketahui. Tuliskan tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. ( JK Rowling)
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer)
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari
siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi,
sampai jauh..... jauh kemudian hari. ( Pramoedya Ananta Toer )
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge
- 22
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Minggu29Mei2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar