Tidak biasanya Pak Kades datang malam-malam, entah ada urusan apa dengan suamiku. Suami menyuruhku membuatkan kopi panas untuknya. Kulihat persediaan air di gentong habis. Sisa sedikit dan dihuni si jentik-jentik centil yang menari-nari bahagia di dalamnya. Susahnya hidup dikampung, air harus ambil di sumber air. Antara berani dan takut sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik harus melayani tamu dengan baik. Aku berjalan terengah-engah menyusuri lorong jalan setapak kumuh becek dan licin di sumber air Swembak. Malam nan gelap gulita. Suasana sepi. Hee.. bulu kudukku merinding. Aku terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Dengan senter kecil kubawa sebagai penerang dalam kegelapan. Jaraknya dari rumah kurang lebih 300 m menuju sumber air itu.
Pelan-pelan aku merayap ke bawah dengan rasa agak takut menuju sumber air. “Hai Asna! Lihat aku! “, tiba-tiba kudengar suara orang memanggilku. Dug dag suara jantungku bergetar kencang. Kutengok kiri, kanan, muka, belakang tak terlihat orang. Kuberanikan diri menuju ke sumber suara. Eh !! ternyata di dalam ada sebuah rumah asramaku dulu. Seorang wanita cantik menyambutku dengan ramah. Dia adalah ibu asrama yang baru. Bu Har namanya aku sangat kenal baik. Asyiikkk sekali reunian ketemu teman-teman lama. Aku terasa nyaman dan kerasan tinggal lagi bersamanya. Menu makanan masih seperti dulu. Masih ada juga menu favoritku, yaitu nasi gorengya mbak Yem, salah satu asisten rumah tangga asrama. Begitu Indah suasananya. Hari-hariku penuh keceriaan dan kegembiraan. Rutinitas seperti dulu sangat kurasakan.
Saat aku mau bangun tidur
rasanya kok gelap sekali. Ya elllah.. aku berada diruang kecil pas badanku.
Kuketok-ketok ruangan itu. Aroma harum minyak wangi cap serimpi yang biasa
untuk melumuri jenasah menyengat
hidungku. Aku paksakan diri merontak. Aku mencoba berteriak. Akhirnya pintu dibuka. Aku bangun dan betapa
kaget aku saat itu. Aku berada ditengah para tamu. Ternyata aku barusan mati.
Dimasukkan dalam peti. Saat aku bangun semua tamu terngaga, kaget, bingung campur-campur.
Percaya atau tidak, aku sudah mati
bangun kembali. Katanya aku sudah 3 hari
hilang. Setelah ketemu sudah dalam
keadaan tak bernafas. Keluarga tak berfikir Panjang aku dimasukkan dipeti karena sudah dianggap
mati. Kini sudah selesai berdoa requem dan siap dikubur. Untung tidak diformalin hingga aku bisa
bangun kembali dan hidup Jadi aku bisa
selamat. Belum saatnya Tuhan memanggilku pulang.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge
- 39
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Rabu15Juni2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar