Sabtu, 11 Juni 2022

A38. MENUMBUHKAN MINAT BACA SEJAK DINI Day 38

 


            Jaman sekarang sudah canggih. Anak-anak balita sudah pinter  mengoperasikan HP. Mereka begitu lincah  memainkan game yang mereka suka. Jika sudah  main game  terasa begitu asyik, begitu menikmati dan  senang. Pada dasarnya setiap manusia  menyukai tantangan dengan  bermain  game tanpa disadari adalah melatih kreatifitasnya dalam memecahkan masalah.  Semakin tinggi level permainan, maka dia akan semakin  tertantang untuk dapat menyelesaikannya. Tapi orang tua harus  terus memantau mengingatkan jika anak terlalu sering bermain game bisa ‘kecanduan’.  Dampaknya tidak bagus. Mereka akan malas belajar. Nah, bagaimana  mengajak anak untuk menyeiringkan  bermain dengan membaca? Mengapa membaca itu penting?

Membaca itu penting karena membaca  adalah  membuka cakrawala dunia. Dengan membaca seseorang bisa mengarahkan pandangannya keluar, berwawasan,  tidak picik   dan  jadi semakin  bijak. Dari membaca orang dapat memetik  hikmah  dan manfaat  memperoleh berbagai referensi. Dengan membaca juga bisa  membuka mata dan pikiran, ternyata di luar sana dunia sangat luas.

Jaman sekarang bahan bacaan terlalu banyak. Belajarpun sumbernya terlalu banyak. Mbah google selalu siap menjawab setiap pertanyaan. Mbah google super cerdas, Tapi setiap jawaban tetap  harus diseleksi lho. Dengan belajar lewat google bagai bermain pedang bermata dua. Disebelah bisa membuat kita  pintar tapi disebelahnya  kita bisa  terjerumus kalau kita  berhati-hati.  Selain informasi  pengetahuan, buku tetap akan terus dipakai sebagai referensi yang tidak bisa ditinggalkan walaupun jaman sudah  berubah digital.

Buku bacaan juga adalah “Jendela informasi dunia.”. Karena itu membaca hendaknya ditanamkan kepada anak  sejak  dini.  Para  pakar bahkan  menganjurkan kebiasaan  membaca harusnya ditanamkan  sejak  si jabang bayi  berada  dalam  kandungan ibunya. Pada  saat itu  ibu  perlu membacakan  cerita bagi si jabang bayi, sambil  berkomunikasi dengannya.

            Membaca  adalah  salah satu ciri orang pintar. Semakin  sering membaca  semakin luas  wawasan, pandangan dan pengetahuan. Oleh karena itu  menanamkan  kebiasaan membaca kepada anak  sejak dini  sebaiknya  dilakukan oleh orang tua untuk putra  putrinya. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga.

 

Memotivasi Anak membaca

Salah satu cara memotivasi anak membaca, orangtua membaca  di depan anak. Anak kecil biasanya  mempunyai kebiasaan meniru  apa yang sedang dilakukan  orang tuanya. Misalnya membaca koran atau majalah sambil menikmati secangkir kopi di pagi hari bersama anak tercinta. Jika  kebiasaan  seperti itu  sering  dilakukan  secara  otomatis rasa ingin tahu  anakpun  akan  muncul dan akhirnya lama kelamaan mereka  akan  ikut membaca juga. Ya  tentunya kita  membacakan tentang  bacaan  khusus anak- anak.

Para pakar pendidikan mengatakan, bacaan yang menarik untuk anak adalah bacaan yang  berwarna-warni, yang memuat  tulisan  30 % dan  gambarnya yang  lebih banyak  70 %.  Anak kecil lebih  suka melihat  gambar daripada melihat  tulisan. Jadi kalau bacaan yang  hanya  memuat tulisan saja  anak kurang tertarik dan malas untuk membacanya. Demikian juga ruang baca  harus  disesuaikan dengan warna kesukaan anak, dibuat  yang menarik, tidak perlu  besar atau  mewah tetapi cukup dengan memberikan/ menempelkan gambar yang unik pada ruang belajar itu untuk merangsang minat baca anak.( Kompas, 25 Mei 2009) 

 

Pentingnya  Menumbuhkan Minat  Baca

            Dengan membaca buku  bermutu  seseorang akan memiliki  keunggulan komparatif dibanding orang yang tidak pernah membaca.  Dengan membaca  orang lebih terbuka  dan mempunyai wawasan  dan pemikiran yang luas. Para pakar pendidikan telah  menyimpulkan untuk membangun  masyarakat yang beradab dan maju, maka budaya baca di kalangan masyarakat terutama generasi muda  perlu ditumbuhkan.

            Buku adalah  alat komunikasi  yang berjangka waktu dan mungkin  sarana  komunikasi  yang paling berpengaruh  pada perkembangan  kebudayaan dan peradaban umat manusia. Buku memuat kumpulan hasil riset, berbagai pemikiran,  dan pengalaman manusia. Sebagai alat pendidikan  buku  berpengaruh  pada anak didik  daripada sarana-sarana komunikasi yang lainnya “ ( Ensiklopedi Indonesia, hal 538-539)

            Dalam  sejarah proses transformasi ilmu  pengetahuan  dan teknologi, membaca menjadi keniscayaan. Ketrampilan membaca  secara kritis  menjadi  modal dasar untuk menganalisa, mengevaluasi  dan menyintesakan bahan  bacaan. Dengan  membaca  pemikiran seseorang menjadi terbuka untuk melihat keterkaitan antar hubungan  ide-ide  dan penggunaannya  sebagai salah satu  tujuan dari membaca. Membaca  adalah suatu keharusan untuk membangun habitus  yang lebih  beradab dan juga untuk  persaingan  positif  di berbagai bidang ,R. Masri Sareb Putra  (2007)

  

Membaca sebagai suatu Hobi

Menjadikan membaca sebagai suatu hobi bukanlah pekerjaan mudah, walaupun membaca membawa  banyak keuntungan terutama bagi anak-anak.  Keuntungan dari membaca itu adalah:

  1. Membaca  pada anak  penting sebagai  kunci meraih  sukses baik di sekolah maupun  di luar sekolah.
  2.  Bagi anak. membaca  dapat memberikan  kesenangan  dan mengasah  imajinasinya dan  membuka pintu bagi  anak memasuki dunia baru dan pengalaman baru.
  3. Dengan membaca (dan menulis)  seseorang meretas  jalan  bagi  penguasaan  bahasa  dan komunikasi. Orang tua adalah kunci keberhasilan dan yang memainkan  peran sangat  penting  mengantar anggota keluarga menjadi keluarga membaca. Orang tua perlu mengkondisikan  keluarga  bukan hanya sebatas  suka membaca (menjadikan sebagai hobi), melainkan  juga bagaimana menyukai bacaan iu sekaligus memetik  hikmah sekaligus hiburan yang berguna bagi pengembangan bakat dan kepribadian

 

Beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan  hobi membaca dalam keluarga

1.     Kontrol  dan tentukan  jam menonton, mulai dengan  menyepakati jam-jam menonton televisi.

2.     Ajarkan  contoh, membeli dan memiliki buku, berlangganan koran  atau majalah kesukaan akan memberi contoh yang dapat ditiru anggota keluarga.

3.     Cari waktu yang menyenangkan untuk membaca dan menikmati buku, koran dan majalah setiap saat tertentu.  Niscaya kebiasaan itu akan menjadi budaya baru yang sangat menyenangkan.

 

            Dalam Negara maju, membaca menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan . Dimana-mana orang membaca: disela-sela rekreasi, di pantai, di taman, di perjalanan, ruang tunggu atau   ditempat lain. Demi kemajuan kita bersama, jadikanlah membaca menjadi hal yang rutin juga bagi kita dan di daerah kita juga. Semoga !

 

 

#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 38
#Rumah literasi PMA
#LedwinaEtiWuryani 
#Selasa, 14Juni2022
 

 

                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...