Dengan membaca kita bisa mengenal
dunia, dengan menulis kita dikenal dunia dan kita akan dikenang sepanjang
hayat.
Apa sih artinya
menulis?
Dalam kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Menulis artinya:
1.
Membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena
(pensil, kapur, dan sebagainya)
2.
Melahirkan pikiran atau perasaan (seperti
mengarang, membuat surat) dengan tulisan: menulis roman (cerita), mengarang
cerita.
Semua
orang pasti bisa menulis. Tapi tidak
semua orang berani menulis. (Pramudya Anantatoer). Karena menulis sama halnya
dengan berbicara. Bedanya, kalau berbicara ide-ide yang kita miliki kita
sampaikan lewat ucapan. Jika sudah biasa
menulis, menulis itu semudah bernafas (Cahyadi Takariawan). Menulis itu juga artinya menuangkan ide yang terlintas dalam pikiran kita ke dalam bentuk
tulisan. Menulis semudah ceplok telur ( Bunda Lilis Sutikno)
Menulis
itu mengasyikkan. Saya yakin semua
pernah menulis. Menulis sebuah tulisan yang kita jadikan status atau
story di WhatsApp, Instagram, Facebook, You tube atau yang lain. Walaupunpastinya tulisan yang kita tulis berbeda dengan tulisan
orang lain. Tanpa kita sadari kita sudah menjadi penulis, dan kita sangat
senang dengan story yang kita tulis, apalagi dengan adanya komentar pujian dari
yang membacanya. Itu akan menjadi motivasi bagi kita untuk lebih rajin menulis
story berikutnya. Dan ketika itu, menulis terasa mengasyikkan, bukan? Menulis
juga membuat kita bangga. Kita bisa menuangkan ide kreatif kita masing-masing
untuk di post ke media. Lebih bangga lagi
para pembaca memberikan ucapan atau lambang ‘kereen’, ‘mantap’, ‘You are
the best’. dsb
Awal saya mencoba menulis masih terasa biasa saja.
Bahkan saya tidak percaya diri. Ada rasa takut dikoment yang tidak enak dihati
atau dikoment yang menyakitkan hati. Eh!! Ternyata tulisan yang saya post semuanya dikoment baik dan memotivasi. Jadi…..
seiring berjalan waktu dengan menulis terasa semakin mengasyikkan. Lebih
membanggakan lagi setelah saya mengikuti beberapa ivent tentang menulis, baik
lokal maupun nasional dan mendapatkan
reward. Yaitu berupa Medali, piala,
buku, dan penghargaan yang lain. Woww.. itu membuat saya semakin bersemangat untuk menulis. Belum lagi
tulisan-tulisan yang dimuat di majalah, koran atau dibukukan. Itu adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Hingga kini buku saya yang ber-ISBN sudah mencapai 50-an. Itu merupakan buku solo dan buku antologi. Buku Antologi adalah buku ‘nubar’ alias nulis bareng bersama para penulis hebat pegiat
literasi nusantara. Jadi buku itu
beredar di seluruh Indonesia karena penulisnya adalah para penulis pelosok
negeri.
Yang
membuat menulis tambah mengasyikkan adalah 1). Dengan menulis kita bisa menyalurkan hobi. 2).
Tulisan bisa untuk kenaikan pangkat pagi ASN. 3). Dapat uang dikala buku kita
dibeli atau kita dapat kesempatan menjadi editor atau kurator. Saya jadi terus bersyukur karena dengan rajin
menulis membuat hidup kita ‘berarti’ dan
‘menginspirasi. Pastilah semua orang akan merasa senang jika kita bisa berguna
bagi sesama kita. Dengan istilah lain yang lebih menyemangati kita adalah:
Menulis itu menyalurkan hobi yang dibayar. Asyik kan?
Dengan prestasi yang kita dapat dari menulis,
selamat pun bertubi-tubi. Baik itu saya
terima dari kawan-kawan seprofesi maupun
dari peserta didik kita. Bahkan, yang
membuat saya sangat senang dan terharu adalah ucapan selamat juga datang dari
salah seorang penulis senior, beliau merupakan penulis hebat. Beliau bilang, saya senang lho baca tulisan ibu.
Wow… bangganya luar biasa, serasa
saya tak menginjak tanah dengan
pujiannya. Sebuah kebanggaan juga
buku-buku karya saya pajang
dipojok kamar rumah lengkap dengan penghargaan yang pernah saya dapat.
Saya
mulai menulis belum lama. Intens
menulis sejak pandemic melanda dunia.
Sekitar bulan maret 2020. Saat itu
sekolah tidak ada tatap
muka. Kegiatan belajar mengajar
dilakukan dengan ‘Daring’ atau dalam jaringan.
Dengan begitu waktu luang dirumah
terasa panjang jadi iseng-iseng ikut group
dan komunitas menulis. Sejak itu, saya semakin rajin menulis dan terasa
mengasyikkan. Saya menghabiskan waktu
luang dengan menulis. Saya juga mulai membuat blog. Awal membuat blog karena saya harus meresume pelatihan
menulis PGRI bersama Om Jay di gelombang
18. Dan dari pelatihan itu saya menerbitkan buku solo berjudul “Trik Jitu
Menjadi Penulis Masa Kini”. Satelah itu disusul buku-buku lain berupa Buku Solo
dan Buku Antologi.
Bagi
orang yang belum suka menulis, mungkin menulis itu ‘tidak’
mengasyikkan. Bahkan mungkin mereka
bilang menulis membuat kepala pusing karena bingung tidak tahu harus menulis
apa. Padahal sebenarnya setiap momen-momen sehari-hari bisa kita jadikan
tulisan. Misal apa saja yang kita buat sejak kita bangun pagi sampai kita tidur
lagi. Terlalu banyak yang bisa kita ceritakan atau kita tuliskan. Yaitu momen
saat makan, minum, bekerja, dan lain sebagainya.
Untuk
membuat orang lain senang membaca tulisan kita, tentunya kita diharapkan mampu
menulis tulisan yang bagus. Untuk membuat tulisan kita semakin bagus kita dituntut
untuk rajin membaca. Dengan rajin membaca
akan menambah wawasan dan kosa kata.
Dengan membaca kita bisa melihat gaya menulis orang lain yang kita jadikan
rujukan. Dengan begitu pada akhirnya membuat pembaca senang membaca
tulisan kita. Menulislah dengan hati agar tulisanmu bisa sampai kehati
pembacamu. Menulislah setiap hari dan
buktikan apa yang terjadi. ( Om Jay). Biarkanlah tulisanmu menemukan takdirnya
sendiri.
Menulis
itu mengasyikkan. Dimana saja kita berada, kita
bisa mekuangkan waktu untuk menulis. Yuk kita menulis, agar hidup kita
berwarna. Menulislah agar hidup bermakna. Ada rasa bangga jika kita bisa bermanfaat dan menginspirasi
sesama.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge
- 39
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Jumat17Juni2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar