Senin, 13 Juni 2022

A41. Mari kita menulis, Menulis itu Asyik lho Day 41

 

Dengan membaca kita bisa mengenal dunia, dengan menulis kita dikenal dunia dan kita akan dikenang sepanjang hayat.

 

Apa sih artinya menulis?
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Menulis artinya:
1.       Membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya)
2.       Melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan: menulis roman (cerita), mengarang cerita.

 

Semua orang  pasti bisa menulis. Tapi tidak semua orang berani menulis. (Pramudya Anantatoer). Karena menulis sama halnya dengan berbicara. Bedanya, kalau berbicara ide-ide yang kita miliki kita sampaikan lewat ucapan. Jika sudah  biasa menulis, menulis itu semudah bernafas (Cahyadi Takariawan).   Menulis  itu juga artinya  menuangkan ide yang  terlintas dalam pikiran kita ke dalam bentuk tulisan. Menulis semudah ceplok telur ( Bunda Lilis Sutikno)

 

Menulis itu mengasyikkan. Saya yakin semua  pernah menulis. Menulis sebuah tulisan yang kita jadikan status atau story di WhatsApp, Instagram, Facebook, You tube  atau yang lain. Walaupunpastinya  tulisan yang kita tulis berbeda dengan tulisan orang lain. Tanpa kita sadari kita sudah menjadi penulis, dan kita sangat senang dengan story yang kita tulis, apalagi dengan adanya komentar pujian dari yang membacanya. Itu akan menjadi motivasi bagi kita untuk lebih rajin menulis story berikutnya. Dan ketika itu, menulis terasa mengasyikkan, bukan? Menulis juga membuat kita bangga. Kita bisa menuangkan ide kreatif kita masing-masing untuk di post ke media. Lebih bangga lagi  para pembaca memberikan ucapan atau lambang ‘kereen’, ‘mantap’, ‘You are the best’. dsb

Awal  saya  mencoba menulis masih terasa biasa saja. Bahkan saya tidak percaya diri. Ada rasa takut dikoment yang tidak enak dihati atau dikoment yang menyakitkan hati. Eh!! Ternyata  tulisan yang saya post  semuanya dikoment baik dan memotivasi. Jadi….. seiring berjalan waktu dengan menulis terasa semakin mengasyikkan. Lebih membanggakan lagi setelah saya mengikuti beberapa ivent tentang menulis, baik lokal maupun nasional dan  mendapatkan reward.  Yaitu berupa Medali, piala, buku, dan penghargaan yang  lain. Woww..  itu membuat saya semakin  bersemangat untuk menulis. Belum lagi tulisan-tulisan yang dimuat di majalah, koran atau dibukukan. Itu  adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa. Hingga  kini  buku saya yang ber-ISBN  sudah mencapai  50-an. Itu merupakan buku  solo dan buku antologi. Buku Antologi  adalah buku ‘nubar’ alias nulis bareng  bersama para penulis hebat  pegiat  literasi nusantara. Jadi  buku itu beredar di seluruh Indonesia karena penulisnya adalah para penulis pelosok negeri.

Yang membuat menulis tambah mengasyikkan adalah 1). Dengan  menulis kita bisa menyalurkan hobi. 2). Tulisan bisa untuk kenaikan pangkat pagi ASN. 3). Dapat uang dikala buku kita dibeli atau kita dapat kesempatan menjadi editor atau kurator. Saya  jadi terus bersyukur karena dengan rajin menulis membuat  hidup kita ‘berarti’ dan ‘menginspirasi. Pastilah semua orang akan merasa senang jika kita bisa berguna bagi sesama kita. Dengan istilah lain yang lebih menyemangati kita adalah: Menulis itu menyalurkan hobi yang dibayar. Asyik kan?

 

Dengan  prestasi yang kita dapat dari menulis, selamat pun bertubi-tubi.  Baik itu saya terima dari kawan-kawan seprofesi  maupun dari peserta didik kita.  Bahkan, yang membuat saya sangat senang dan terharu adalah ucapan selamat juga datang dari salah seorang penulis senior, beliau merupakan penulis hebat. Beliau  bilang, saya senang lho baca tulisan ibu. Wow… bangganya  luar biasa, serasa saya  tak menginjak tanah dengan pujiannya. Sebuah kebanggaan juga  buku-buku karya  saya pajang dipojok kamar rumah lengkap dengan penghargaan yang pernah saya dapat.

Saya mulai menulis belum lama.  Intens menulis  sejak pandemic melanda dunia. Sekitar bulan maret 2020. Saat itu  sekolah  tidak ada tatap muka.  Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan ‘Daring’ atau dalam jaringan.  Dengan begitu  waktu luang dirumah terasa panjang jadi iseng-iseng ikut  group dan komunitas menulis. Sejak itu, saya semakin rajin menulis dan terasa mengasyikkan.  Saya menghabiskan waktu luang dengan menulis. Saya juga mulai membuat blog. Awal membuat  blog karena saya harus meresume pelatihan menulis  PGRI bersama Om Jay di gelombang 18. Dan dari pelatihan itu saya menerbitkan buku solo berjudul “Trik Jitu Menjadi Penulis Masa Kini”. Satelah itu disusul buku-buku lain berupa Buku Solo dan Buku Antologi.

 

Bagi  orang yang  belum suka menulis, mungkin menulis itu ‘tidak’ mengasyikkan. Bahkan  mungkin mereka bilang menulis membuat kepala pusing karena bingung tidak tahu harus menulis apa. Padahal sebenarnya setiap momen-momen sehari-hari bisa kita jadikan tulisan. Misal apa saja yang kita buat sejak kita bangun pagi sampai kita tidur lagi. Terlalu banyak yang bisa kita ceritakan atau kita tuliskan. Yaitu momen saat makan, minum, bekerja, dan lain sebagainya.

 

Untuk membuat orang lain senang membaca tulisan kita, tentunya kita diharapkan mampu menulis tulisan yang bagus. Untuk membuat tulisan kita semakin bagus kita dituntut untuk rajin membaca. Dengan  rajin membaca  akan menambah wawasan dan kosa kata. Dengan membaca kita bisa melihat gaya menulis orang lain yang kita jadikan rujukan.  Dengan begitu  pada akhirnya membuat pembaca senang membaca tulisan kita. Menulislah dengan hati agar tulisanmu bisa sampai kehati pembacamu.  Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. ( Om Jay). Biarkanlah tulisanmu menemukan takdirnya sendiri.

 

Menulis itu mengasyikkan. Dimana saja kita berada, kita  bisa mekuangkan waktu untuk menulis. Yuk kita menulis, agar hidup kita berwarna. Menulislah agar hidup bermakna. Ada rasa bangga  jika kita bisa bermanfaat dan menginspirasi sesama.

 

#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 39
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Jumat17Juni2022 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...