Demi sesuap nasi
Demi keluarga
yang kau cintai
Demi
tanggungjawabmu sebagai kepala keluarga..
Ayunan kaki
lemahmu menapak, setapak demi setapak
Menyitari jalan
lumpur, becek dan aroma busuk yang menyengat,
Tak mengenal
cuaca yang teramat panas
Terlihat diraut
wajah yang mulai menua tetapi masih tetap semangat
"Oh Tuhan,
Aku harus terus melangkah
Demi keluargaku
dirumah"
Terdengar sayu rintihmu dari kejauhan
Suara Kakek tua
itu sambil menuju tempat pembuangan sampah
Peluh yang
keluar tak dihiraukan
Keikhlasan
nampak di wajah yang sudah mulai keriput
Dia mengajarkan
kita yang muda
Untuk ‘berusaha’!
Bekerja!,
Jangan suka
bermalasan,
Jangan suka
mengeluh,
Apalagi jadi peminta-minta!"
Mari Isi hidup
ini dengan punya harga diri,
Hidup mandiri
Selalu semangat
dan jangan suka iri
Jauhi sirik dan
dengki
Tuhan pasti
akan memberi rejeki.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 42
#Rumah literasi
PMA
#LedwinaEtiWuryani
#Sabtu, 18Juni2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar