Jumat, 17 Juni 2022

A43. KESETIAAN Day 43

Cerpen  

 

 Frangki dan Felia adalah satu kelas saat di SMA. Mereka  sama-sama di kelas XII IPS 4.  Sejak  SMA mereka sudah ada kemistri. Sepertinya mereka pacaran.  Para gurupun sudah  lama menduga. Si Frangki dari keluarga petani sederhana, sedangkan   bapak dari Felia adalah seorang pejabat. Ada jurang pemisah percintaan mereka. Yang jelas kami guru juga ikut prihatin. Frangki orang  ganteng, santun dan otaknya cemerlang. Dia juga punya jiwa pemimpin yang bagus, terbukti di kelas XI dia bisa terpilih jadi ketua OSIS.  

 

            Sedangkan Felia orangnya memang cantik. Dia Mayoret drumband, jadi  banyak  fansnya. Cuma sayang cowoknya banyak. Maklum deh anak gedongan. Dari kecil  sudah jadi anak orang kaya.  Pasti dimanja dari ortunya. Dia adalah perempuan  satu-satunya dan 4 orang bersaudara. Frangki tahu banyak tentang latar belakang Felia. Singkat cerita mereka sudah lulus. Felia kuliah di Jakarta, sedang Frangki kuliah di UnKris, Kota kelahirannya. Ternyata mereka masih LDR-an. Kini mereka sudah lulus dan jadi sarjamna. Biasalah anak muda, mereka nongkrong-nongkrong di dermaga lama. Tempat itu biasa orang-orang muda mangkal.

goog_894893868Felia berkata begini: “ Jujur aja ya Frangki,
Tanya Frangki penasaran.  “ Memangnya ada apa?”,
Lanjut Felia                : “ Sebelum melamarku untuk jadi istrimu, aku  ingin membuat pengakuan “.
Jawab Frangki datar   : “ Gak apa-apa silahkan “.
Felia                            :  “ Engkau  mau menerima dan tidak itu hak kamu.
Frangki                        :    “ Pasti menerima !
Felia                            :     “ Ah yang bener aja
  “ Iyaaaa !!,  Frangki tetap tak berubah dan meyakinkan.

     “ Jujur sejak lulus SMA  aku  pacaran juga dengan Aber  putranya Bp H. Datuk Langgi yang Setda di kota kita. Kesan pertama orangnya baik. Aku sangat percaya segala ucapannya. Pada akhirnya   atas janji-janji manisnya, kuserahkan darah perawanku padanya. Dan……entah sudah beberapa kali aku melakukannya. Sampai Lupa. Lanjut  Felia: Ketika rasa cintaku masih memuncak,  ternyata Aber mengahimili teman dekatku. Hamil empat bulan sekarang.  Sungguh!!!, aku kecewa. Mau gila. Stress karena patah hati. 

    Semenjak itu aku sebenarnya ingin menutup hati untuk semua laki-laki. Termasuk kamu Frangki…., kata Felia sambil meneteskan air mata dan menatap frangki dengan pandangan yang hampa. Itu jujur pengakuanku., maafkan aku.  Tinggal engkau mau menerima aku atau tidak. Silahkan… Aku siap untuk mendengarkan apapun jawabanmu.  “ Wajah Lia memerah. Bibirnya  bergetar. Lubang hidungnya kembang kempis. Isak tangispun semakin keras. Kepala tertunduk. Malu. Bahkan takut memandang Frangki. Di Dermaga itu angin semakin  semilir. Menyapu rambut Felia yang panjang dan halus. Frangki  mendekapnya pelan-pelan. Ia  berbisik,  “ Aku siap menerima kamu apa adanya. I Love You…..Trimakasih, engkau sudah jujuran padaku

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 43

#RumahLiterasiPMA

# WaingapuMingguJuni  2022

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...