Jumat, 17 Juni 2022

“The Habits Manifesto” Model Gretchen Rubin

 


 .

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I decide what I’m going to work on before I sit down to write. I establish the blog post topic or the scene from my novel or completely fresh writing project I’m going to work on before I’m in front of my computer screen” –Claire Splan, 2020.

.

Gretchen Rubin adalah penulis di New York Times, penulis buku The Happiness Project, Happier at Home dan Better than Before. Rubin telah melakukan banyak penelitian tentang kebiasaan dengan membawa berbagai studi perilaku ke dalam penilaian pribadinya. Ia menilai tentang apa yang berhasil membangun kebiasaan dan apa yang tidak berhasil.

Selanjutnya Rubin memaparkan apa yang dia sebut sebagai “The Habits Manifesto” atau Manifesto Kebiasaan berupa dua belas tip untuk menciptakan dan memelihara kebiasaan. Rumus ini ia peroleh dari riset dan pengalaman pribadinya. Di antara poin menarik dalam The Habits Manifesto itu adalah ”make it easy to do right and hard to go wrong”. Mari kita selami.

Buatlah Mudah untuk Melakukan yang Benar dan Sulit untuk Salah

Make it easy to do right and hard to go wrong” –Gretchen Rubin.

Salah satu cara membangun kebiasaan menulis, adalah membuat menulis menjadi hal yang mudah dilakukan. Tindakan ini penting, karena “menulis seringkali sulit” (Claire Splan, 2020). Menulis tidak selalu mudah, terlebih bagi para pemula. Maka pikirkan cara agar menulis menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.

Ada pengalaman menarik dari Claire Splan, bagaimana ia menerapkan manifesto kebiasaan tersebut. Splan menyatakan, ia berusaha membuat menulis menjadi mudah dengan dua cara.

Pertama, ia merencanakan dan memutuskan tema yang akan ditulis sebelum duduk untuk menulis. “Saya telah menetapkan topik untuk posting blog atau adegan dari novel atau proyek penulisan, sebelum duduk di depan layar komputer saya. Cara ini bisa meminimalkan jumlah waktu yang saya habiskan untuk menatap layar kosong”, ujar Splan.

Kedua, ia membebaskan dirinya untuk berubah pikiran dari rencana dan keputusan semula. “Saya membiarkan diri saya berubah pikiran tentang apa yang sedang saya tuliskan. Jika cerita yang ingin saya tulis tidak sesuai, tidak apa-apa bagi saya untuk menulis sesuatu yang lain, selama saya terus menulis”, ungkapnya.

“I allow myself to change my mind about what I’m working on. If the scene I intended to write just isn’t coming together, it’s OK for me to write something else, as long as I just keep writing” –Claire Splan, 2020.

Pengalaman Claire Splan tersebut mungkin cocok bagi sebagian kita. Saya memiliki pengalaman pribadi yang sedikit berbeda dari Splan. Bagi saya, membuat menulis menjadi mudah adalah ketika memilih tema-tema yang menjadi keseharian saya. Misalnya, saya menulis tentang kejadian, pengalaman, peristiwa, keadaan dan berbagai hal yang saya alami, saya pikirkan, saya rasakan, atau saya lihat dan saya dengarkan.

Saya meyakini, menuliskan hal-hal yang ada di sekitar kita, membuat menulis menjadi mudah. Saat menulis terasa mudah dan mengasyikkan, meninggalkan menulis menjadi susah. Ini yang mempercepat terbentuknya habit menulis.

Lebih Mudah Mengubah Lingkungan Daripada Mengubah Diri Sendiri

It’s easier to change our surroundings than ourselves” –Gretchen Rubin.

Menurut Gretchen Rubin, lebih mudah mengubah lingkungan sekitar kita, dibandingkan dengan mengubah diri kita sendiri. Mari saya berikan contoh mudah. Jika Anda merasa lebih nyaman menulis di ruang tertutup, lebih mudah bagi Anda untuk menciptakan setting ruang yang nyaman, daripada harus memaksa untuk menulis di ruang terbuka.

Anda bisa menata perlengkapan menulis, seperti meja dan kursi, di sebuah ruang tertutup yang Anda jadikan sebagai ruang kerja. Bahkan Anda bisa membeli perlengkapan yang mendukung guna menciptakan kondisi kenyamanan yang lebih, seperti memasang AC di ruang tertutup Anda. Ini semua lebih mudah Anda lakukan dibandingkan mengubah kebiasaan menulis ke tempat terbuka.

Contoh lainnya, jika Anda terbiasa menulis di laptop, dan merasa sulit menulis menggunakan smartphone, maka lebih mudah bagi Anda untuk menghadirkan laptop yang cocok dengan tipe diri Anda. Mengubah diri Anda agar lancar menulis dengan perangkat lain, akan lebih rumit dibandingkan dengan menghadirkan laptop baru agar Anda produktif menulis.

“I may never be the kind of person for whom a writing habit comes easily. But I can change my environment to better fit a writing habit” –Claire Splan, 2020.

Claire Splan menceritakan pengalaman pribadinya. “Saya mungkin tidak pernah menjadi tipe orang yang kebiasaan menulisnya mudah. Tetapi saya dapat mengubah lingkungan saya agar lebih sesuai dengan kebiasaan menulis”, ungkapnya. Menciptakan lingkungan agar nyaman untuk menulis, lebih mudah dibandingkan dengan mengubah kebiasaan menulis yang sudah dimiliki.

Maka Splan segera menghias ruangan dan fasilitas, agar lebih nyaman dalam menulis. “Saya membeli meja, dan saya memiliki tempat khusus untuk menulis. Saya membuatnya nyaman dan menginspirasi, semampu saya”, tambah Splan. Dengan mengubah lingkungan menjadi nyaman dan menyenangkan, Splan menjadi lebih produktif menulis.

Bagaimana pengalaman Anda dalam menciptakan kebiasaan menulis? Mari sharing.

Bahan Bacaan

Claire Splan, Make Writing a Habit, Not a Choicehttps://shutupwrite.com, 18 November 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...