Senin, 06 Juni 2022

Apa Alasan Anda untuk Tidak Menulis? (3)

 

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Apa alasan Anda untuk tidak menulis? “Saya tidak bisa menulis pada malam hari”, mungkin itu alasan sebagian orang setelah membaca postingan saya sebelumnya. Telah saya sampaikan, bahwa Zander Shores –kontributor blog menulis Medium, adalah contoh manusia malam. Semua ide, kreativitas dan motivasi dirinya muncul saat malam hari.

Anda tidak perlu menulis di malam hari. Istirahatlah dengan tidur nyenyak. Lalu bangunlah untuk menjadi manusia pagi. Mari saya tunjukkan kembali kepada Anda, betapa banyak penulis dunia yang mengalokasikan waktu pagi untuk menulis. Ini salah satu kunci produktivitas –bagi tipe manusia pagi.

Kurt Vonnegut

Kurt Vonnegut adalah novelis Amerika yang dikenal dengan novel Slaughterhouse-five. Ia terbiasa bangun pagi dan menulis di pagi hari. “Saya bangun pagi pukul 5.30, lalu menulis,” ujar Vonnegut.

“Saya menulis sampai pukul 8.00, lanjut sarapan pagi di rumah, kemudian menulis lagi sampai pukul 10.00. Setelah itu saya berjalan beberapa blok ke kota, melakukan tugas, pergi ke kolam renang kota terdekat, dan berenang setengah jam. Saya pulang ke rumah pukul 11.45, membaca surat, lalu makan siang”.

Anthony Trollope

Trollope adalah novelis Inggris terbesar di era Victoria. Di antara karya Trollope yang paling terkenal adalah serangkaian novel yang dikenal sebagai Chronicles of Dorsetshire. Ia termasuk jenis manusia pagi yang sangat disiplin dengan waktu.

Ia bangun pukul 5.00 pagi, dibangunkan oleh petugas yang digaji untuk membangunkannya dengan secangkir kopi. Setelah mencium dan menikmati wangi kopi, Trollope segera bekerja. Pukul 05.30 ia mulai menulis, hingga tiba waktu berangkat kerja ke kantor pos.

Toni Morrison

Toni Morrison adalah novelis yang mememenangi Hadiah Nobel dan Penghargaan Pulitzer. Ia mulai menulis sebelum matahari terbit. Secangkir kopi menemaninya untuk menikmati suasana pagi.

Menurut Morrison, momen ajaibnya muncul ketika suasana gelap mulai menjadi terang. “Saya selalu bangun dan membuat secangkir kopi saat hari masih gelap -pasti gelap- lalu saya minum kopi dan melihat cahaya datang”. Pada saat itulah ide-ide mulai mengalir dan ia bisa menuangkannya ke dalam tulisan.

Haruki Murakami

Haruki Murakami adalah salah satu novelis hebat di dunia, Ia mendapatkan banyak penghargaan seperti World Fantasy Award, Frank O’Connor International Short Story Award, Franz Kafka Prize, Jerusalem Prize dan Hans Christian Anderson Award.

“Saat saya dalam mode menulis untuk sebuah novel, saya bangun pukul 4.00 pagi dan menulis selama lima sampai enam jam… Saya melakukan rutinitas ini setiap hari tanpa variasi”.

Ernest Hemingway

Ernest Hemingway adalah novelis peraih Penghargaan Pulitzer dan Hadiah Nobel untuk sastra. Kebiasaan Hemingway bangun sesaat setelah cahaya pertama matahari menyentuh permukaan bumi dan langsung menuju ke kertas untuk menulis sebelum ada yang mengganggunya.

“Saya menulis setiap pagi secepat mungkin setelah cahaya pertama. Tidak ada yang mengganggu Anda,” ujarnya. Hemingway jenis manusia pagi yang tak ingin kedahuluan oleh kebisingan dan hiruk pikuk aktivitas manusia. Secepat mungkin menulis –sebelum cahaya pertama tiba.

Joanna Penn

Joanna Penn adalah penulis produktif, owner dan founder situs TheCreativePenn.com. Penn menulis serial thriller Arkane, yang telah terjual lebih dari 55.000 eksemplar. Ia juga seorang ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak-anaknya.

Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Penn terbiasa bangun pukul 5 pagi untuk menulis, lalu berangkat bekerja di kantor konsultan. Sekarang, sebagai penulis penuh waktu, Penn harus lebih ketat menjadwalkan semua kegiatan harian.

John Updike

John Updike adalah salah satu dari tiga penulis yang memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk fiksi lebih dari satu kali. Ia menikmati menulis pada pagi hari. Kebiasaan menulis pagi telah menjadi habit yang dinikmati.

“Saya menulis setiap hari pada waktu pagi. Saya berusaha untuk tetap melakukannya bahkan pada hari-hari yang membosankan,” ujar Updike. Bahkan pada hari-hari yang membosankan, Updike tetap menulis. Ini karena telah menjadi habit.

Leo Tolstoy

Leo Tolstoy adalah penulis legendaris asal Rusia, ahli fiksi realistis dan salah satu novelis terhebat di dunia yang pernah ada. Terkenal karena karyanya, War and Peace serta karya-karya besar lainnya.

Tolstoy termasuk barisan penulis pagi hari. Ia membuka pagi dengan sarapan dua butir telur rebus. Setelah itu dia mulai menulis di ruang kerja yang tertutup hingga pukul lima sore. Ia termasuk ‘pecandu pagi’, yang tak akan melewatkan pagi tanpa menulis.

Mark Twain

Mark Twain adalah novelis dan jurnalis terkenal di dunia. Karya monumentalnya adalah The Adventures of Tom Sawyer (1876) dan Adventures of Huckleberry Finn (1885).

Ia memiliki rutinitas menulis di pagi hari. Ia pergi ke ruang belajar di pagi hari setelah sarapan. Di ruang ini ia menulis sampai tiba waktu makan malam sekitar pukul 5.00 sore. Twain merasakan kegairahan pagi, dan ia tak ingin kehilangan momentum pagi tanpa tulisan.

Alice Munro

Alice Munro adalah penulis spesialis cerita pendek asal Kanada yang memenangkan hadiah Nobel. Ia menulis pada waktu pagi hari, sekitar pukul delapan pagi.

“Saya menulis setiap pagi, tujuh hari sepekan. Saya menulis mulai sekitar pukul delapan dan selesai sekitar pukul sebelas,” ujar Munro.  Sebuah rutinitas yang dipertahankan dan dinikmati hingga ia menjadi penulis besar dunia.

Charles Dickens

Charles Dickens adalah novelis Inggris yang menulis A Christmas Carol dan A Tale of Two Cities. Ia menikmati menulis di pagi hari. Setiap pagi, ia mengalokasikan waktu tiga jam untuk menulis.

Hidupnya berada dalam jadwal rutin. Dickens bangun pukul 7.00, sarapan pukul 8.00, dan berada di ruang kerjanya untuk menulis pukul 9.00. Ia menulis sampai pukul 2.00 siang.

Maya Angelou

Maya Angelou adalah penulis tujuh seri autobiografi dan semuanya best seller. I Know Why the Caged Bird Sings (1970) menggambarkan kehidupan Angelou hingga usia 16 tahun. Buku The Heart of A Woman (1981) menunjukkan Angelou yang dewasa menjadi lebih nyaman dengan kreativitas dan kesuksesannya.

“Saya menyewa kamar hotel selama beberapa bulan (untuk menulis buku). Saya meninggalkan rumah saya pada pukul enam, dan mulai menulis pada pukul enam tiga puluh,” ujar Angelou.

Sedemikian nikmat mereka –para manusia pagi, memanfaatkan waktu pagi untuk berkarya. Apa alasan Anda untuk tidak memiliki kebiasaan menulis setiap pagi?

Bahan Bacaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...