Kamis, 16 Juni 2022

Apa Alasan Anda untuk Tidak Menulis? (8)

 


.

Oleh : Cahyadi Takariawan

When people say ‘Oh, why don’t you just write when the kids are at school?’ And I then explain that we also homeschool” –Jewel Eliese, 2018.

.

Apa alasan Anda untuk tidak menulis? “Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk dengan urusan kerumahtanggaan”, mungkin sebagian dari Anda akan menyatakan demikian.

Jewel Eliese (2018), seorang bloger produktif menyatakan, Anda mungkin menjadi ibu rumah tangga yang sekaligus penulis, namun menghadapi beragam jenis kendala. Seperti apa profil ibu rumah tangga yang sekaligus penulis? Eliese menggambarkan beragam kondisi ibu rumah tangga yang ingin produktif menulis.

When you have more words in text messages than total words written” –Kaylee Garling.

Anda adalah ibu rumah tangga sekaligus penulis “ketika lebih banyak menulis kata-kata dalam grup chating daripada total kata untuk naskah Anda” (Kaylee Garling). Atau ketika “Anda bertanya-tanya apakah harus menambahkan adegan tertentu dalam cerita Anda, menimbang jika anak-anak membacanya suatu ketika nanti”.

Anda adalah ibu rumah tangga sekaligus penulis “ketika Anda memiliki lebih banyak kaus kaki untuk dilipat daripada kata-kata untuk ditulis”. Bagi sebagian ibu yang lainnya, orang-orang menyarankan “mengapa kamu tidak menulis saat anak-anak sedang bersekolah?” Kemudian Anda menjelaskan bahwa “anak-anak kami sekolah di rumah, homeschooling”.

You have more socks to fold then words written” –Jewel Eliese, 2018.

Anda adalah ibu rumah tangga sekaligus penulis “ketika orang-orang mengira bahwa Anda tidak melakukan apa-apa sepanjang hari kecuali mengurus anak”. Pada sebagian ibu yang lain, orang-orang menganggapnya tidak berpenghasilan, karena hanya suami mereka saja yang bekerja di kantor.

Sungguh luar biasa kesibukan seorang ibu rumah tangga. Namun, benarkah dengan berbagai kesibukan itu membuat mereka tak bisa menulis, dan tak ada waktu lagi untuk menghasilkan karya tulis?

Manajemen Perhatian, Bukan Soal Waktu

When you say you don’t have the time, what you are really saying is: Something else is more important right now than writing” –Victoria Lynn Schmidt, Ph.D.

Ada sebuah pertanyaan menggelitik dari Joanna Penn, “Where are the edges of your day?” Ini pertanyaan Penn kepada Anda semua yang mengatakan tidak punya waktu semenit pun untuk menulis. Sebab, memang aneh jika menyalahkan keterbatasan waktu sebagai penyebab tidak menulis.

“Di manakah ujung harimu?” tanya Joanna Penn. Ia telah membuktikan, bahwa sebagai ibu rumah tangga yang bekerja formal di kantor konsultan, ia mampu menghasilkan banyak novel. Ujung hari Penn, adalah terlahirnya banyak kata-kata untuk dituliskan. Ada banyak ide telah berhasil dituangkan.

Kesibukan mengurus anak dan rumah –bahkan bekerja formal kantoran, tidak dijadikan alasan untuk tidak menulis. Tentu saja hal ini menunjukkan, Joanna Penn memiliki tekad dan disiplin yang tinggi untuk bisa sukses menjadi penulis tanpa mengorbankan keluarga. Ada sisi manajemen perhatian yang harus sangat dijaga dan diperhatikan.

Menurut Victoria Lynn Schmidt, jika seseorang mengatakan bahwa dirinya tidak punya waktu untuk menulis, sesungguhnya ia tengah menyatakan bahwa “ada sangat banyak hal penting harus aku lakukan, selain menulis”. Ini jawabannya. Bukan karena tidak punya waktu, namun karena ia menganggap, ada banyak hal lain jauh lebih penting daripada menulis.

Are all these other tasks you’re completing, all of them, more important to you than writing? If so, then stop beating yourself up about not writing and put this book down” –Victoria Lynn Schmidt.

Setiap orang berhak memiliki definisi masing-masing atas apa yang menjadi prioritas dalam kehidupannya. Apa yang penting dan hal apa yang tidak penting dalam kehidupannya. Definisi tentang prioritas ini sangat relevan jika dikaitkan dengan banyaknya keinginan yang hendak dilakukan.

Lynn Schmidt menyatakan, jika semua aktivitas lain yang Anda lakukan menurut Anda lebih penting daripada menulis, maka “berhentilah menyalahkan diri sendiri tentang tidak menulis, dan berhentilah membaca tulisan ini”. Jika memang menulis tidak penting, tentu tidak relevan bagi Anda untuk menuntut diri sendiri agar bisa menulis.

Jika Anda menyatakan benar-benar tidak memiliki waktu untuk menulis, secara teknis masih harus diperinci lagi. Yaitu, bagaimana Anda menggunakan waktu-waktu selama ini. Lynn masih mempertanyakan alasan “tidak punya waktu” yang sering dijadikan pembenaran untuk tidak menulis apapun.

You absolutely cannot say you don’t have the time unless you write down all of your activities for one week and prove it!” –Victoria Lynn Schmidt.

“Anda baru benar-benar bisa mengatakan tidak punya waktu, jika Anda telah menuliskan semua kegiatan harian Anda selama satu minggu, dan membuktikan bahwa tak satupun menit tersisa”, ujar Lynn Schmidt. Coba Anda lakukan saran Schmidt ini. Bikin daftar aktivitas Anda selama sepekan, dan cermatilah. Benarkah tak ada slot waktu sama sekali untuk menulis?

Benarkah seluruh slot waktu sudah sangat padat terisi kegiatan? Tanpa ada jeda, tanpa ada waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis? Jika benar demikian, maka sah bagi Anda mengatakan tidak memiliki waktu untuk menulis.

Jadi, apa sebenarnya alasan Anda untuk tidak menulis? Benarkah Anda tidak memiliki sedikitpun waktu untuk menulis? Sudahkah Anda cermati semua waktu Anda?

Bahan Bacaan

James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writerswww.jamesclear.com

Joanna Penn, How Do You Find Time To Write? www.thecreativepenn.com. 28 Maret 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...