Di bukit karang
itu,
Dijalan bebatuan dengan penuh tebaran debu,
Aku menjalani tugas ‘pengabdianku’
Berpacu dengan waktu
Tak kenal lelah walau ada rasa sendu
Dari daerah konflik di Dili
Karena merdeka akhirnya dimutasi
Di kota waingapu sampai kini
Ada tangis, ada sedih dan ada juga yg menyakiti,
Ada tawa, canda dan yang membuat hati berseri.
Semua itu harus dilalui,
Kenangan itu akan terus terpatri dalam sanubari
Goresan pena ini sebagai bukti,
Bahwa kita pernah sehati,
Dalam kebersamaan dan pertemanan yang sejati,
Kutulis dalam lembaran ini
Semoga terus akan dikenang saat kupensiun nanti
Bahkan sampai aku tak ada lagi,
Ini karya nyata goresan penaku sebagai bukti
Bahwa aku pernah ada dimuka bumi ini.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge
- 59
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Selasa,5Juli2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar