Minggu, 03 Juli 2022

A62. SELEMBAR SURAT

 

 


 

 

Sarti senyum merekah menatap indahnya taman di depan teras rumahnya. Taman itu dibuat oleh Andi suaminya tercinta  sebelum meninggalkannya untuk jadi TKI di Arab Saudi. Taman itu adalah  wujud cinta suami kepada istrinya. Mereka adalah pasangan suami istri baru. Jika merindukan Andi, Sarti kadang bisa berjam-jam duduk di taman  itu sambil mengingat kenangan – kenangan indah saat bersama Andi.

 

            Masih dalam lamunan dan bayangan wajah Andi yang mempesonanya. Tiba-tiba Ambu tetangga sebelah menghampirinya. “Maaf  buk, ada kiriman dari pak pos  tadi”, kata Ambu. Setelah memberikan surat itu, iapun kemudian berlalu. Sarti membaca  sang pengirim surat bersampul coklat itu ternyata Andi suaminya yang dirindukan terus menerus. Berdebar-debar hati saat membuka surat itu. Tak sabar ia ingin tahu isinya. Setelah tahu isinya. Seketika  senyum bahagia  berubah menjadi duka cita. Wajahnya yang cantik merona berubah  jadi pucat pasi.

 

            Ternyata itu adalah surat  gugatan cerai dari Andi suaminya. Orang yang selama ini dicintai dan dirindukan menusuknya dari belakang. “Andi  jahat sekali kau ee…. “ kata Sarti dalam hatinya. Airmata menetes deras membasahi pipinya. Sarti tak kuasa menahan kesedihan yang teramat sangat. Kini buah kasih yang berada diperutnya  sudah jalan 3 bulan. Ia harus menanggung sendiri. Betapa malangnya engkau Sarti. Semoga kuat menghadapi kenyataan hidup.

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge-62

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEtiWuryani

#Waingapu8Juli2022 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...