Turun di bandara Jogya aku langsung menuju pangkalan ojek untuk menuju
rumahku. Sebagai seorang pensiunan punya
banyak waktu untuk pergi sedekar nengok cucu walaupun di Jakarta. Tiba-tiba ada seorang nona cantik menghampiriku dan
mengambil koperku sambil berkata” ojek pak!. Oh Iya, jawabku singkat. Aku mengikutinya dari
belakang menuju motornya. Setelah menstater motornya memintaku untuk segera
naik. “Bagaimana kalau aku saja yang didepan?”, kataku. Dia memberikan kunci
kontaknya padaku.
Ahh!, ternyata wanita cantik itu adalah ojek. Dengan hati penasaran aku
bertanya padanya ”Nona masih muda kenapa ojek?, apakah suami mengijinkan?”.
“Suamiku sudah menginggalkan saya pak?”, jawabnya. “ Inalilahi wainaliruji’un”, kataku turut berduka. Apakah nona sudah punya
anak?, tanyaku menelisik. “ Belum pak”,
saya ditinggal suami dan suami pergi TKI dengan istri barunya. Aku
kaget, tak terlihat ada polisi tidur didepanku. Spontan nona memelukku kencang.
Ada rasa yang berbeda dalam hatiku. Sambil berbincang-bincang tak terasa sudah
sampai di depan rumahku. Akhirnya Nona itu kuajak masuk. Dia membawakan tasku.
Aku segera masuk dan membuatkan segelas
air minum nutrisari untuknya.
Kupersilahkan minum , dia kelihatan malu dan sungkan. Kupaksa supaya
meminumnya sampai habis baru kubayar. Akhirnya dihabiskan. Lalu kusodorkan lembaran uang seratus ribu padanya. “Aduh
pak, maaf tak ada kembalinya”, katanya. “ Ambil saja, trimakasih untuk perkenalan
ini, kataku datar. Apa boleh aku minta no. HP-nya nona?, kataku memohon. Boleh!
boleh pak, jawabnya dengan senang hati. Sejak itu kami saling chatt, hatikupun jadi berbunga-bunga. Sejak istriku meninggal aku tak pernah merasakan
hatiku sebahagia ini. Mungkin ini yang namanya cinta sejati.
Nona Linda selain cantik parasnya, halus pula tutur katanya. Hari-hariku
penuh kerinduan. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Suatu saat
kuberanikan diriku menyatakan cintanya dan ingin meminangnya. Dia bilang pikir-pikir dulu. Aku
juga tahu diri, jika Linda keberatan juga aku sangat mengerti. Hehe.. nanti orang bilang, aku mata keranjang atau
tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi.
Tiga bulan dia tak membalas WA-ku. Akupun berusaha untuk melupakannya
walau terasa sulit. Tiba-tiba ada suara getar HP di dalam sakuku. Kubuka HP
ternyata Linda yang menelponku. Dug dag rasa hatiku. Aku harus siap menerima penolakan darinya. Walau
masih ada rasa cinta tapi aku selalu berusaha menepisnya. Ternyata….. apa kata dia!! Dia menerima lamaranku. Aku Bahagia
luar biasa. Serasa angin surga menyirami seluruh tubuhku. Kek! Keekkk!! Ada dengar teriakan
menggoyang-goyangkan badanku. Aku sadar. Ternyata cucuku dari luar kota
datang bersama orangtuanya. Eaaallahhh…
ternyata mimpi. Malu aku jadinya.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge
-
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Sabtu, 9 Juli2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar