Kamis, 07 Juli 2022

A64. MERDEKA BELAJAR

 

Pengetahuan sekilas tentang merdeka belajar. Merdeka belajar berarti merdeka belajar untuk siswa  dan merdeka mengajar untuk para guru. Sebagai guru  saya  bertanggung jawab  dan merindukan bisa  mengajar dengan baik. Saya penasaran dengan kurikulum baru tentang ‘merdeka belajar’.  Jadi guru harus  terus belajar, walaupun sudah mengajar. Kalau tidak belajar  pastinya ketinggalan jaman. Jadi guru gaptek.  Saya bisa malu didepan siswaku  terlihat bodoh karena tak mau belajar.

Guru dulu berbeda dengan guru sekarang. Dulu  belum ada internet  seperti sekarang. Jaman dulu guru yang aktif dan cari referensi. Nah sekarang??! Semua bisa dipelajari lewat internet.  Browshing, googling. Tanya saja  Mbah google. Mbah Google itu super cerdas.

Dalam waktu dekat ini adalah tahun pelajaran baru.  Saat peserta didik duduk  di kelas baru dijenjang yang lebih tinggi.  Mereka sudah naik kelas.  Proficiat yang naik kelas dan lulus. Yang masih tertinggal jangan berkecil hati. Hanya suksesmu tertunda sedikit.  Tetap semangat !. Terus belajar kejar ketinggalan.

Guru dan siswa saling menyemangati. Siswa  terus belajar. Gurupun belajar. Guru harus mempersiapkan diri  dalam mengajar  untuk tahun pelajaran 2022/2023 ini

Apa yang perlu kita Siapkan?

 Ada  5 hal yang wajib disiapkan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar:                                                         

Pertama, Guru harus menyiapkan kelas

Guru diharapkan sedini mungkin mengenali karakteristik siswa sejak awal, Menyiapkan dan memotivasi  siswa untuk  belajar lebih baik, Guru mampu menghadirkan materi yang baru yang lebih menarik dan up to date ( kontekstual dan aksi nyata). Guru siapkan siswa terlibat dalam proses pembelajaran guru menjadi pemimpin pembelajaran di kelas. Guru bukan satu-satunya  sumber belajar maka siswa dibebaskan/diberi kemerdekaan seluas-luasnya untuk mencari sumber, menemukan dan memperluas wawasan dengan bimbingan guru, Guru mampu memberikan feed-back atau umpan balik yang responsif terhadap siswa.

Kedua, Guru  membuat perangkat pembelajaran

Guru harus memahami struktur dan materi secara detail.  Menyusun  alur tujuan pembelajaran , contoh ATP (Alur Tujuan Pembelajaran). Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis  modul ajar yang memuat: Fase dan kelas, Identitas guru, Profil pelajar pancasila, Modul ajar  dan atau ringkasan materi ajar, Media pembelajaran, Skenario pembelajaran. Guru juga menyusun aktivitas pembelajaran. Kegiatan remidi, Kegiatan pengayaan, Model pembelajaran. Untuk  IKM ini  tidak kalah penting adalah Asesmen ( Numerasi dan Literasi). Membuat pertanyaan pemantik  untuk siswa agar bisa menjawab kritis dan representatif.  Yang terakhir, guru sangat perlu  merancang  evaluasi untuk menguji  pemahaman siswa.

Ketiga, Membuat Media Pembelajaran

Seorang guru profesional  mempunyai kegiatan utama, yakni: Menyiapkan media modelling orang atau tokoh atau individu (orang) dalam pembelajaran. Menyiapkan media cetak brosur, poster, panflet dsb. Menyiapkan media visual : media yang bisa  dilihat dengan baik dan berfungsi  serta mendukung proses pembelajaran. Perlu juga menyiapkan  media audio visual supaya kegiatan belajar mengajar  bervariasi dan membuat siswa bergairah untuk belajar. Apalagi untuk era global saat ini  sebagai  guru  wajib hukumnya  menyiapkan media digital, dengan laptop atau komputer. Pembelajaran  berbasis IT dan aplikasi. Misal melaui Zoom,  guru mengirimkan link bahan ajar, memberikan alamat2 materi yang akan diajarkan. Jika perlu siswa  diwajibkan  mempunyai HP android. Siswa diberikan motivasi untuk selalu aktif mengikuti pertemuan-pertemuan baik melalui daring ataupun luring.

Keempat, menyiapkan Alat penilaian/evaluasi pembelajaran.

Pada Kurikulum Merdeka guru perlu menyiapkan asesmen diagnostik ( sebuah asesmen yang dilakukan secara spesifik  untuk  mengidentitikasi  kompetensi, kekuatan, kelemahan siswa, sehingga  pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan  kompetensi dan kondisi siswa.  Dalam evaluasi Merdeka  belajar juga perlu Asesmen formatif ( merupakan sebuah penilaian yang dilakukan  untuk mendapatkan informasi mengenai proses  pembelajaran  yang sudah dilakukan). Evaluasi yang terakhir adalah menyiapkan asesmen  sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu. Penilaian Asesmen sumatif mencakup lebih  dari satu pokok bahasan yang dimaksudkan  untuk mengetahui  sejauh mana siswa telah  dapat berpindah dari  suatu unit pembelajaran ke unit pembelajaran berikutnya. Pelaksanaannya biasa  pada akhir semester atau akhir tahun.

Kelima, meninjau ulang Materi ajar

Sebagai guru  tentunya perlu meninjau kembali materi ajar yang telah diberikan kepada peserta didik. Apalgi jika ternyata  materi  itu belum dipahami oleh peserta didik. Hal ini bisa terlihat dari  hasil evaluasi yang diberikan. Dengan begitu guru  perlu mendalami lagi secara optimal tentang materi itu. Baik mendalami identitas tema atau  pokok bahasan materi yang diajarkan.

 

 

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge-64

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEtiWuryani

#Waingapu,Minggu10Juli2022 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...