Saat
aku mengikuti penguburan Bapak kandung dari teman saya pak Deni. Yaitu bapak
Drs, John Hina Makambombu. Ada tulisan
yang begitu mengesankan hatiku. Ini adalah sebuah bahan perenungan bagi setiap
kita. Kata-katanya begitu indah dan ‘mengena’ dihati. Dengan
perenungan ini agar dalam hidup
kita yang semakin tua kita harus semakin arif, semakin bijaksana. Kita
serahkan semua kepada Tuhan. Kita tak
pernah tahu Tuhan akan panggil kita. Maka dari itu berbuat
baiklah. Bersikaplah seolah-olah besok
kita akan mati. Agak lambat menyimak,
inilah perenungan pak John yang sempat kudengar.
Jangan bangga dengan mobil mewah yang kita punya, karena mobil mewah kita yang terakhir adalah mobil jenasah.
Jangan sombong dengan
tempat tidur kita yang mahal, karena
tempat tidur kita yang terakhir adalah peti mati
Saat kita sedang
jaya, kita merasa banyak teman,
Waktu kita
berkuasa, kita percaya diri melakukan apa saja.
Saat kita tak
berdaya baru barulah kita sadar,
Siapa saja sahabat
kita yang sejati?!
Waktu kita sedang
jatuh kita baru sadar
Siapa saja teman
yang memperalat kita dan memanfaatkan kita
Saat kita sedang
sakit baru kita tahu
Sehat itu sangat
penting jauh melebihi harta.
Karena itu,
Sebgai manusia
kita harus banyak memberi dan saling membantu.
Kini kita sudah masuk usia tua ,
kita belum tahu
kalau masih banyak yang belum kita kerja
Karena saat ajal
mau menjemput, kitapun sadar bahwa banyak waktu terbuang sis-sia
Oleh karena
itu hiduplah lebih berharga
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi.
Saling mendukung
dan saling mencintai
Renungkan……
Sabar adalah pilihan terbaik
Marah tidak akan
menyelesaikan masalah
Mengalah bukan
berarti kalah
Dan Diam mungkin itu yang terbaik
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-65
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Waingapu Senin 11Juli2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar