Jumat, 08 Juli 2022

67. Pesan Hidup

 

Hidup ini untuk senang
Jangan dibuat sedih
 
Hidup ini dinikmati
Jangan dibuat stres
 
Hidup ini dijalani dengan santai saja
Jangan terburu-buru seolah besok tak ada waktu
 
Jujur… aku bukan siapa-siapa
Tapi, dadang saya merasa sibuk,
Saya merasa tak mampu dalam menjalankan tugas, 
Tugas yang satu belum habis
Sudah menunggu tugas yang berikut,
 
Seolah waktu yang diberikan Tuhan 24 sehari
Tidaklah cukup.
Seolah hari-hari dipenuhi dengan pekerjaan,
Tugas, tanggungjawab yang tak ada henti,
 
Hingga hanya senyum tak sempat,
Karena selalu berkutat dalam rutinitas,
Muka  kusut jadi kelihatan tua,
Tidak ada percaya diri karena banyak beban,
Nenek mau kemana?  Seorang anak SMP tiba-tiba memanggilku
Aku kaget antara sedih dan lucu.
 
Padahal aku belum ada cucu….
Ada sih, dari keluarga suami karena dia anak bungsu,
Anak kandung sendiri belum nikah, jadi cucu hanya merindu,
Kan rajin berdoa semoga cepat ada cucu sebelum ajal menjemputku.
,
Tuhan …
Berikan panjang umurku
Selalu dekat denganmu
Bersyukur selalu
Dan bisa bermanfaat untuk sesamaku
Mampu menjadi penyalur berkatmu,
Saya tahu,
Engkau akan menuntunku dari waktu kewaktu.
Semoga aku terus mengikut jalanmu,
Amin.
 
 
 
 
Perenungan
 
Ketika Tuhan memberikan berbagai kesulitan dan ujian bagi kita, sesungguhnya Tuhan sedang  membentuk kita menjadi manusia  yang lebih berkualitas. Tetapi jika  kita menyadari, kita pasti akan merasakan bahwa kesulitan  dan ujian itu sebagai beban  berat sehingga  kita jadi sering mengeluh dan berputus asa.
 
Kita  harus yakin bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Hari tidak selamanya malam, fajar pasti akan menyingsing dan matahari akan memberi pencerahan.
Pada saat yang tepat  pasti kita  akan dapat merasakan kepuasan. Kebahagiaan  dan kesuksesan akan bisa diraih setelah berhasil melewati segala bentuk kesulitan dan kegagalan.
 
Tanpa kesulitan dan kegagalan, kesuksesan yang kita raih akan terasa hambar dan tidak berkesan. Kemudahan dan kenyamanan dalam hidup menyebabkan kita menjadi statis. Tidak ada variasi  hidup dan menyebabkab  kemandegan untuk mengembangkan kreativitas dan mengasah mental.
 
Kesulitan adalah obat mujarab agar kita tetap dinamis dalam mengembangkan kreativitas.  Tak perlu mengeluh. Orang-orang yang suka mengeluh ketika dihadapkan  dengan berbagai persoalan  dan selalu mengharapkan bantuan orang lain dalam mengatasi kesulitan  hidupnya, akan menjadi  manusia lemah dan tidak pernah menemukan kesuksesan sejati.
Percaya atau tidak  itu tergantung kita yang menjalani. Tetap semangat!!  Hidup itu anugerah yang harus dijalani.
 
 
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-67
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Waingapu Selasa 12Juli2022 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...