Hidup ini untuk
senang
Jangan dibuat
sedih
Hidup ini
dinikmati
Jangan dibuat
stres
Hidup ini
dijalani dengan santai saja
Jangan terburu-buru
seolah besok tak ada waktu
Jujur… aku
bukan siapa-siapa
Tapi, dadang saya
merasa sibuk,
Saya merasa tak
mampu dalam menjalankan tugas,
Tugas yang satu
belum habis
Sudah menunggu
tugas yang berikut,
Seolah waktu
yang diberikan Tuhan 24 sehari
Tidaklah cukup.
Seolah hari-hari
dipenuhi dengan pekerjaan,
Tugas, tanggungjawab
yang tak ada henti,
Hingga hanya senyum
tak sempat,
Karena selalu berkutat
dalam rutinitas,
Muka kusut jadi kelihatan tua,
Tidak ada
percaya diri karena banyak beban,
Nenek mau
kemana? Seorang anak SMP tiba-tiba memanggilku
Aku kaget
antara sedih dan lucu.
Padahal aku
belum ada cucu….
Ada sih, dari
keluarga suami karena dia anak bungsu,
Anak kandung
sendiri belum nikah, jadi cucu hanya merindu,
Kan rajin
berdoa semoga cepat ada cucu sebelum ajal menjemputku.
,
Tuhan …
Berikan panjang
umurku
Selalu dekat denganmu
Bersyukur selalu
Dan bisa
bermanfaat untuk sesamaku
Mampu menjadi
penyalur berkatmu,
Saya tahu,
Engkau akan
menuntunku dari waktu kewaktu.
Semoga aku
terus mengikut jalanmu,
Amin.
Perenungan
Ketika
Tuhan memberikan berbagai kesulitan dan ujian bagi kita, sesungguhnya Tuhan
sedang membentuk kita menjadi
manusia yang lebih berkualitas. Tetapi jika kita menyadari, kita pasti akan merasakan
bahwa kesulitan dan ujian itu sebagai
beban berat sehingga kita jadi sering mengeluh dan berputus asa.
Kita harus yakin bahwa sesudah kesulitan pasti ada
kemudahan. Hari tidak selamanya malam, fajar pasti akan menyingsing dan
matahari akan memberi pencerahan.
Pada
saat yang tepat pasti kita akan dapat merasakan kepuasan. Kebahagiaan dan kesuksesan akan bisa diraih setelah
berhasil melewati segala bentuk kesulitan dan kegagalan.
Tanpa
kesulitan dan kegagalan, kesuksesan yang kita raih akan terasa hambar dan tidak
berkesan. Kemudahan dan kenyamanan dalam hidup menyebabkan kita menjadi statis.
Tidak ada variasi hidup dan
menyebabkab kemandegan untuk
mengembangkan kreativitas dan mengasah mental.
Kesulitan
adalah obat mujarab agar kita tetap dinamis dalam mengembangkan kreativitas. Tak perlu mengeluh. Orang-orang yang suka
mengeluh ketika dihadapkan dengan
berbagai persoalan dan selalu
mengharapkan bantuan orang lain dalam mengatasi kesulitan hidupnya, akan menjadi manusia lemah dan tidak pernah menemukan
kesuksesan sejati.
Percaya
atau tidak itu tergantung kita yang
menjalani. Tetap semangat!! Hidup itu
anugerah yang harus dijalani.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-67
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Waingapu Selasa 12Juli2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar