Jumat, 08 Juli 2022

A67. Kuliahku demi orangtua tercinta


Lulus SMA Selvanus  ‘terpaksa’ kuliah yang tidak sesuai dengan cita-citanya. Ia bercita-cita mengambil jurusan Management. Ternyata orang tua tak setuju.  Dia dimarahi dan dipaksa mamanya untuk kuliah Teknik Arsitektur. Mamanya keras!. Mama akan usir dari rumah kalau tidak mau kuliah itu. Bapaknya sependapat. Kalau tidak mau  bapaknya turut serta tak mau membiayai. Kompak sekali kejahatan orang tua selvanus. Sebagai anak berbakti   dari pada berkelai  maka ia manut saja kemauan orang tua.

Selvanus  kuliah dijalani dengan setengah hati dan keterpaksaan. Sudah enam tahun lebih belum lulus. Dia tetap saja santai.  Antara jengkel campur marah orang tua tak mau peduli lagi. Demi kesetiaannya sebagai anak baik ternyata dia  bisa ‘sadar’.  Ia terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang kuliah untuk membayar  mata kuliah yang tertunda.  Untuk menghilangkan penat ia sering foto-foto lingkungan. Cari orderan apa saja yang penting dapat uang.  Tujuh  tahun  lamanya  akhirnya lulus Sarjana Arsitektur (S.Ars). Betapa gembiranya Papa Mamanya.

Usai wisuda dibelikan  mobil Nissan second hand.  Mobil dipakai   untuk  mengajak mama bapanya  foto ke Studio dengan adiknya laki-laki. Setelah  itu makan-makan di restoran mewah di Jogya. Tiba di rumah ijazah Arsitektur di serahkan ke mamanya. "Terima kasih, Ma...saya sudah kuliahkan sesuai permintaan Mama.  Ini ijazah saya serahkan. saya tidak mau jadi tukang insinyur.  Saya mau jadi pedagang pinggiran dengan krombong.  Mamanya ternganga mendengar ucapan anaknya. Kepala  bagai disambar petir di siang bolong.  Bapak dan mamanya tak mampu berucap. Mau bagaimana lagi.

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 67

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEti

# WaingapuRabu13Juli 2022

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...