Lulus SMA Selvanus ‘terpaksa’ kuliah yang tidak sesuai dengan cita-citanya.
Ia bercita-cita mengambil jurusan Management. Ternyata orang tua tak setuju. Dia dimarahi dan dipaksa mamanya untuk kuliah Teknik
Arsitektur. Mamanya keras!. Mama akan usir dari rumah kalau tidak mau kuliah
itu. Bapaknya sependapat. Kalau tidak mau
bapaknya turut serta tak mau membiayai. Kompak sekali kejahatan orang
tua selvanus. Sebagai anak berbakti dari pada berkelai maka ia manut saja kemauan orang tua.
Selvanus kuliah dijalani dengan setengah hati dan
keterpaksaan. Sudah enam tahun lebih belum lulus. Dia tetap saja santai. Antara jengkel campur marah orang tua tak mau
peduli lagi. Demi kesetiaannya sebagai anak baik ternyata dia bisa ‘sadar’. Ia terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang
kuliah untuk membayar mata kuliah yang
tertunda. Untuk menghilangkan penat ia
sering foto-foto lingkungan. Cari orderan apa saja yang penting dapat uang. Tujuh tahun lamanya akhirnya lulus Sarjana Arsitektur (S.Ars).
Betapa gembiranya Papa Mamanya.
Usai wisuda dibelikan mobil Nissan second hand. Mobil dipakai untuk
mengajak mama bapanya foto ke
Studio dengan adiknya laki-laki. Setelah
itu makan-makan di restoran mewah di Jogya. Tiba di rumah ijazah Arsitektur
di serahkan ke mamanya. "Terima kasih, Ma...saya sudah kuliahkan sesuai
permintaan Mama. Ini ijazah saya
serahkan. saya tidak mau jadi tukang insinyur.
Saya mau jadi pedagang pinggiran dengan krombong. Mamanya ternganga mendengar ucapan anaknya.
Kepala bagai disambar petir di siang bolong.
Bapak dan mamanya tak mampu berucap. Mau
bagaimana lagi.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 67
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
# WaingapuRabu13Juli
2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar