Ketimun.
Pulang kuliah
rambu hamu terasa capek dan haus setengah mati,
Setelah tida
sampai di kos,
Tiba-tiba terlihat ketimun yang sudah di iris-iris di
atas meja,,,
Disamping
ada sambal pula…
Waii… asyik ni!,
“Haus begini
ada yang nikmat!” katanya.
Dia makan lahap irisan ketimun sampai habis.
Rambu Maya,
teman kosnya keluar dari kamar,
Dia bermaksud
mau buang ketimun itu.
Heeeiii !! mana ketimun yang disini tadi?!, serunya
kepada Rambu Hamu,
Saya sudah
makan habis!!, jawabnya.
Kau
Tahu!!, ini bekas saya pakai untuk usap
mukaku yang jerawat ini , kaki dan tanganku biar segar!! Kenapa kau makan???!!
Haokkkkssss!! Rambu Hamu
korek mulutnya berusaha untuk mengeluarkan ketimun yang sudah ditelannya.
Sambal kacang
Saat bertamu di kampung, badan terasa capek dan lapar,
Bagaimana tidak!
Jalan naik
turun gunung, lembah.
Kami berlima datang ke teman untuk melayat
Teman dekat kami
ayah kandungnya meninggal,
Ternyata
rumahnya jauuuuh sekali dipedalaman.
Sampai dirumahnya, muka sudah kamomos.
Kotor penuh debu,
Kami saling balihat dan jadi ketawa!!
Selesai memberi
penghormatan
Di rumah duka tempat jenasah disemayamkan
Kami dijamu makan.
Makannya lezat yaitu
daging, sayuran dan sambal kacang
Sambal kacang itu terasa beda di lidah,
Pokoknya rasa
aneh tapi lezat.
Selesai makan, saya sakit perut,
Saya diantar
‘nona’ dibelakang melewati dapur,
Sekumpulan orang lagi, sibuk dan didepanya
Terlihat
setumpunk kacang tanah
“Saya tanya pada nona tadi, Kok rasanya sambal kacang tadi enak sekali, bagaima cara masaknya?”
Dia bilang,
orang-orang yang didapur tadi yang kunyah-kunyah kacang tadi, kemudian
ditaruh santan kental dan pake bumbu kampung!,
Haahhh!!!, aku
terperanjat!
Aku terus lari
ke depan bermaksud mau memberi tahu temanku yang makan sambal kacang paling
banyak.
Aku Hamil
Mak!! Mana bapak?
Tidak ada!??, jawab mamaknya Sari.
Mak aku mau omong penting sama mamak. Boleh ya?!
Sari : Maaf, sebelumnya mamak jangan marah….
Mamak : Omong ge.
Sari: “Aku hamil mak…
Mamak: (kaget) . Apa!!! Apa kau bilang??
Sari: (gemetaran) , aku hamil, mak.
Mamak: ( marah besar mata melolot dan geleng-geleng
kepala) Hamill?l!!!!
Sari: Iya!!, Hamill!!
Mamak: Aaahhh!!, kau bercanda kah?? Pi sana, kau pasti kecapaian, istirahat sanaaa…!!
( kata mamaknya sambil mendorong
anaknya supaya pergi dari hadapannya)
Sari : Tapi
akhir-akhir ini saya suka makan yang asam-asam.
Mamak : ( terlihat lebih murka) . Kau masuk Angin!! Nih!! Oles lehermu dengan minyak
Angin!! Seru mamaknya yang terlihat jengkel.
Sari : (tersedu-sedu) Hiks, hiks, Tapi kenapa saya
suka makan yang asem-asem, mak???
Mamak : ( dengan kesal dan teriak)
Mamak akan tempeng kamu!! Mana
kau laki-laki bisa hamil, SARIfudinnn!!!!
Laki mana yang bisa melahirkan??! Lewat mana coba!!
Sari : (meringis)
Pastor naik haji.
Pada satu
hari hujan deras ,
pak haji dan seorang pastor yang bersahabat akrab pergi naik bis bareng.
Pas naik bis
pak haji bilang. Bismillah.
Eh!, Pastornya nyeletuk …
“maaf Ji bukan
bismillah, ini bis kota!
Pak hajipun
ketawa, hahahaa….
Bisa aja lu
pastor!.
Pas dalam
perjalanan tiba-tiba petir menyambar,
Keras banget.
Pastorpun kaget dan bilang… Halleluya!!
Eh, pak Hajipun
langsung balas nyeletuk..
Maaf pastor,
itu bukan Haleluya tapi ‘Halilintar!’
Pastorpu jadi
ngakak…
“hahaha,…..
“Satu sama ni yeee!”
Waktu sudah sampai di tujuan dan turun dari bis,
ternyata disitu banjir.
Pastor pun
minta tolong sama pak Haji.
“Ji,
tolong gendong goa dong!.
Lu enak pake
sendal !!
Nah gua, susah
nih pake sepatu kalo basah ??!
Pak Hajipun
dengan iklas menggendong sahabatnya itu.
Tapi pastor itu
ketawa-ketawa terus.
Kenapa lu
ketawa?
Tanya pak haji.
Ha ha ha,
“Soalnya baru
kali ini ada pastor naik haji!”
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 69
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
# Waingapu,jumat15juli
2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar