Kamis, 18 Juni 2020

DoaSebagaiJembatanBerprestasi


Kenapa setiap agama menganjurkan berdoa?

 

Doa merupakan aktifitas dasar manusia utk berkomunikasi kepada yang Kuasa, karena manusia  berada pada posisi yang amat lemah dalam segala hal. Berdoa juga salah satu cara membangun mental-spiritual untuk meraih sebuah prestasi.

 

Berdoa secara khusuk  membutuhkan kerendahan hati, keiklasan menjalankannya sekaligus  membutuhkan komitmen total untuk membuang “kesombongan” emosional dan rasional  demi mendapatkan  sesuatu yang bermakna.

 

Kondisi yang diperlukan dalam ‘berdoa’ adalah khusuk dan rileks.  Pikiran harus  jernih secara emosional dan jernih secara intelektual.

 

Dalam kondisi ‘alfa’ atau dalam kondisi meditatif, pikiran sedang meregangkan sel-sel syarafnya, sedang mengendurkan  diri dari berbagai ketegangan guna mencapai puncak rileks.

Dalam kondisi rileks, semua sel-sel syaraf saling menyapa dan saling mengisi. Siap menerima masukan, baik internal maupun eksternal.

 

#Internal : Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, pikiran rasional , emosional dan spiritual

#Eksternal: saran/masukan dari orang lain

 

Pikiran kita menjadi pintar atau bodoh sangat tergantung pada frekuensi  kondisi sugesti saat berdoa tadi. Semakin  sering kita  masuk dalam kondisi sugesti , semakin cerdas pikiran kita. Jika pikiran sadar,  kita menyarankan  kepada pikiran sadar kita  dan berkata :”belajarlah dengan tekun agar pandai” Lantas pikiran  bawah sadar mau menerima dan menjalankannya sehingga kita akan menjadi pandai.

 

Jadi berdoa merupakan salah satu cara menjadikan  pikiran kita berada  pada kondisi sugesti atau kondisi siap cerdas. Dengan doa  menjadikan diri kita yakin akan bantuan Tuhan yang Maha Kuasa. Tidak ada prestasi apapun yang tidak dibangun di atas keyakinan. Dan berdoa adalah cara ampuh untuk membangun keyakinan itu. Selamat Berdoa.  Semoga Tuhan selalu dan senantiasa menyertai kita. Amin!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...