Kenapa setiap agama menganjurkan berdoa?
Doa merupakan aktifitas dasar manusia utk berkomunikasi kepada yang Kuasa, karena manusia berada pada posisi yang amat lemah dalam segala hal. Berdoa juga salah satu cara membangun mental-spiritual untuk meraih sebuah prestasi.
Berdoa secara khusuk membutuhkan kerendahan hati, keiklasan menjalankannya sekaligus membutuhkan komitmen total untuk membuang “kesombongan” emosional dan rasional demi mendapatkan sesuatu yang bermakna.
Kondisi yang diperlukan dalam ‘berdoa’ adalah khusuk dan rileks. Pikiran harus jernih secara emosional dan jernih secara intelektual.
Dalam kondisi ‘alfa’ atau dalam kondisi meditatif, pikiran sedang meregangkan sel-sel syarafnya, sedang mengendurkan diri dari berbagai ketegangan guna mencapai puncak rileks.
Dalam kondisi rileks, semua sel-sel syaraf saling menyapa dan saling mengisi. Siap menerima masukan, baik internal maupun eksternal.
#Internal : Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, pikiran rasional , emosional dan spiritual
#Eksternal: saran/masukan dari orang lain
Pikiran kita menjadi pintar atau bodoh sangat tergantung pada frekuensi kondisi sugesti saat berdoa tadi. Semakin sering kita masuk dalam kondisi sugesti , semakin cerdas pikiran kita. Jika pikiran sadar, kita menyarankan kepada pikiran sadar kita dan berkata :”belajarlah dengan tekun agar pandai” Lantas pikiran bawah sadar mau menerima dan menjalankannya sehingga kita akan menjadi pandai.
Jadi berdoa merupakan salah satu cara menjadikan pikiran kita berada pada kondisi sugesti atau kondisi siap cerdas. Dengan doa menjadikan diri kita yakin akan bantuan Tuhan yang Maha Kuasa. Tidak ada prestasi apapun yang tidak dibangun di atas keyakinan. Dan berdoa adalah cara ampuh untuk membangun keyakinan itu. Selamat Berdoa. Semoga Tuhan selalu dan senantiasa menyertai kita. Amin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar