.

Oleh : Cahyadi Takariawan

***

Since we are all the unique product of our own experiences, and we all share different values and beliefs, we behave differently” – Wanderlust Worker

***

“Gue gak suka banget dengan tulisan loe…” ujar seorang teman. Mendapat ungkapan tidak suka tersebut, penulis yang baru saja memposting tulisan menjadi down. Ia merasa sudah menulis dengan bersungguh-sungguh, namun masih mendapat komentar negatif.

Inilah contoh penulis baper. Mudah terpengaruh oleh komentar dan pendapat orang lain. Setiap komentar negatif, membuatnya menjadi

Menjadi penulis produktif itu, harus anti-baper. Jika menuruti rasa baper, akan mudah kecewa dan putus asa. Akhirnya tidak jadi menulis, atau bahkan berhenti menulis sama sekali.

Untuk bisa menjadi penulis anti baper, berikut beberapa langkahnya.

  1. Pahami Hukum Medsos
  2. Hindari Mengejar Citra Semu
  3. Siapkan Mindset Sebagai Pembelajar
  4. Jangan Berharap Bisa Menyenangkan Semua Orang

Salah satu cara pandang tidak tepat pada beberapa kalangan penulis pemula adalah ingin menyenangkan semua orang dengan tulisannya. Maka ia menjadi sedih dan kecewa saat ada komentar yang tidak menyenangkan. Ia merasa gagal, hanya karena ada sebuah komentar negative atas tulisan yang dipostingnya.

Ingin menyenangkan semua orang itu bagus, namun itu mustahil. Tidak ada orang yang bisa menyenangkan semua orang. Tidak ada perbuatan yang bisa menyenangkan semua kalangan. Tidak ada tulisan yang bisa disenangi semua pembaca. Maka wajar saja jika ada sebagian orang menyukai tulisan kita, dan ada sebagian lain yang tidak menyukai tulisan kita.

Octavia Spencer, penulis buku Ninja Detective, menyatakan, “You cannot live to please everyone else. You have to edify, educate and fulfill your own dreams and destiny, and hope that whatever your art is that you’re putting out there, if it’s received, great, I respect you for receiving it. If it’s not received, great, I respect you for not.”

Menurutnya, “Anda tidak bisa hidup untuk menyenangkan semua orang”. Oleh karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang maka, “Anda harus membangun, mengarahkan dan memenuhi impian Anda sendiri”, ujar Spencer. Dalam menulis, bangunlah harapan, lalu tuliskan. Miliki karya dan tetapkan tujuan Anda dengan karya itu. Dengan cara seperti ini, Anda tidak akan dibuat bingung dan sedih saat mengetahui ada komentar negatif terhadap tulisan Anda.

Fokuslah menghasilkan karya, dan tebarkan kemanfaatan melalui tulisan Anda. “Berharap bahwa apa pun karya yang Anda hasilkan, jika diterima publik, bagus, saya menghormati Anda. Kalaupun tidak diterima, bagus, saya tetap menghormati Anda,” lanjut Spencer.

Anda Tidak Bisa Melarang Orang Lain Berkomentar Negatif

Saya menemukan untaian kalimat motivatif dalam blog Wanderlust Worker. “No matter what you do or how hard you try, people will always have an opinion about you. Often, it’s a negative opinion. They look at you with distaste and scorn”. Tidak peduli apa yang Anda lakukan atau seberapa keras Anda berusaha, orang akan tetap memiliki pendapat tentang Anda. Bisa jadi, itu adalah pandangan negatif. Mungkin mereka memandang Anda dengan ketidaksukaan dan cemoohan.  

“You can’t please those people no matter what you do. You can’t avoid them from talking and gossiping about you behind your back or even right in front of your face. And you shouldn’t bother trying either”. Anda tidak bisa menyenangkan orang-orang itu, apa pun yang Anda lakukan. Anda tidak bisa meminta mereka agar tidak berkomentar negatif tentang Anda. Dan Anda juga tidak perlu repot-repot mencoba melakukannya.

Nah, maka fokuslah menulis. Fokuslah menghasilkan karya tulis. Pertegas tujuan Anda, dan jangan berharap bisa menyenangkan semua orang dengan tulisan Anda. “Since we are all the unique product of our own experiences, and we all share different values and beliefs, we behave differently”. Kita semua adalah produk unik dari pengalaman kita sendiri, dan kita memiliki nilai, keyakinan dan perilaku yang berbeda.

Bahan Bacaan :

Wanderlust Worker, 10 Reasons Why It’s Impossible To Please Everyone, www.wanderlustworker.com