.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I learned that the only way to cross the finish line was to remain focused and disciplined” – Melissa Donovan.

.

“Apakah tulisanku ini bermanfaat? Apakah tulisanku ini tidak akan diketawakan orang? Apakah aku pantas menulis ini? Apakah ini tulisan yang berkualitas?”

Demikianlah serangkaian ‘serangan’ pada pikiran dan perasaan beberapa kalangan penulis. Gegara mendapati komentar negatif, atau tulisan yang diposting sepi dari jempol, mendadak rasa percaya dirinya tumbang.

Jika menuruti situasi baper, membuat para penulis berhenti berkarya. Mereka menjadi malu untuk meneruskan postingan. Inilah penulis baper, yang semangatnya sangat ditentukan oleh komentar orang atau arah jempol netizen –ke atas atau ke bawah.

Maka menjadi penulis produktif itu, harus anti-baper. Jika menuruti rasa baper, akan mudah kecewa dan putus asa. Akhirnya tidak jadi menulis, atau bahkan berhenti menulis sama sekali.

Untuk bisa menjadi penulis anti baper, berikut beberapa langkahnya.

  1. Pahami Hukum Medsos
  2. Hindari Mengejar Citra Semu
  3. Siapkan Mindset Sebagai Pembelajar
  4. Jangan Berharap Bisa Menyenangkan Semua Orang
  5. Fokus Menghasilkan Karya Tulis

Salah satu cara menjadi penulis anti baper adalah dengan fokus menghasilkan karya tulis. Jika Anda fokus memperhatikan komentar orang, maka waktu, tenaga dan pikiran bahkan perasaan Anda akan terus menerus tersedot untuk itu. Anda menjadi tidak produktif, karena terus menerus mikirin omongan orang, terus menerus mikirin komentar netizen yang beragam.

Stop. Jangan teruskan kebiasaan baper karena mikirin pendapat dan komentar orang atas tulisan Anda. Ubah fokus Anda, dari fokus  memperhatikan komentar, menuju fokus menghasilkan tulisan. Jangan pedulikan komentar, jangan risau dengan kritikan, jangan besar kepala dengan pujian.

Biarkan saja para komentator terus menerus mengomentari tulisan Anda, sebagaimana Anda terus menerus menghasilkan karya. Jika ada netizen yang suka komentar negatif, biarkan saja, karena Anda tak bisa mencegahnya untuk tidak memberi penilaian negatif. Sebagaimana mereka tak bisa mencegah Anda untuk terus menerus menghasilkan karya positif.

Setiap Tulisan Anda Memiliki Tujuan

Ketika Anda menulis, pasti dalam keadaan sadar. Anda memiliki tujuan, Anda memiliki keinginan dan harapan. Setiap tulisan yang Anda hasilkan, selalu ada tujuan kebaikan yang terkandung di dalamnya. Tujuan ini akan membuat Anda selalu bersemangat dalam menghasilkan karya tulis.

Maka fokuslah kepada makna yang hendak Anda bingkai melalui tulisan. Fokuslah kepada tujuan yang hendak Anda raih melalui tulisan. “Words truly do have the power to change a nation, and you should use them for good. You should use words in everything you do to inspire others and add value to people’s lives. You should use words to live your purpose”, ujar Tim Denning (2018).

Menurut Denning, kata-kata benar-benar memiliki kekuatan untuk mengubah suatu bangsa, maka Anda harus menggunakan tulisan untuk tujuan kebaikan. Anda harus menggunakan kata-kata untuk menginspirasi dan menambah nilai kebaikan dalam kehidupan orang banyak. Anda harus fokus menggunakan kata-kata untuk mewujudkan tujuan Anda.

Ketimbang menghabiskan waktu untuk mengesali berbagai komentar negatif, atau berbangga diri dengan berjibunnya acungan jempol para likers, lebih baik fokus menghasilkan karya yang bermakna. Semua dari kita bisa berkontribusi untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Semua dari kita bisa ikut menciptakan perubahan menuju kebaikan, dengan tulisan yang kita hasilkan secara konsisten.

Fokuslah Menghasilkan Karya Tulis

Ini hal penting. Agar tidak mudah baper, sibukkan diri Anda dengan terus menerus menulis dan menghasilkan karya tulis. Jawab cibiran dengan karya. Jawab kritikan dengan karya. Jawab pujian dengan karya. Jawab sanjungan dengan karya. Jawab semua like dengan karya. Fokuslah menghasilkan karya tulis, niscaya Anda akan terjauhkan dari baper.

Seperti yang dituturkan oleh Melissa Donovan, penulis buku Adventures in Writing. “Saya belajar banyak dari pengalaman”, ujarnya. “Saya belajar bagaimana ketika menulis menjadi sulit atau membosankan, kemudian saya memaksakan diri untuk terus menulis, tetap bisa menghasilkan tulisan yang lancar dan menarik”.

“Saya belajar bagaimana pada hari-hari ketika sedang tidak ingin menulis dan tidak ada mood, saya tetap bisa menghasilkan karya yang bagus”, lanjut Donovan. Sangat banyak penulis yang gagal mengatasi masalah seperti ini. Mereka tidak fokus menghasilkan karya tulis, namun fokus mencari mood.

I learned that the only way to cross the finish line was to remain focused and disciplined”, ujar Donovan. Dari pengalaman menulis Donovan, ia menemukan, “Satu-satunya cara untuk melewati garis finis adalah dengan tetap fokus dan disiplin”.

Saya kiran kesimpulan Donovan menjadi sangat relevan kita perhatikan. Tak ada cara untuk mencapai tujuan, kecuali dengan fokus dan disiplin. Tak ada cara untuk produktif menulis, kecuali dengan fokus dan disiplin menghasilkan karya tulis. Bukan fokus memikirkan komentar negatif, bukan pula fokus menghitung jumlah jempol likers.

Berkaryalah. Jadilah penulis anti baper. Setiap muncul baper, segeralah melawan dengan menghasilkan tulisan.

Bahan Bacaan