Jumat, 02 Oktober 2020

Orang Tua yang melakukan apa saja demi anak yang dicintainya.

 


 

 

Menulis tentang seseorang karena “terkesan” kepada subyeknya, tentang kisahnya.

Memang kisah ini biasa saja, ini tergantung dari cara kita memberi makna atas peristiwa yang ada.

 

 

L

ahir, hidup, mati, rejeki dan jodoh  bahkan nasib dari manusia itu sudah di atur olehNya.

Suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita tetap bersyukur dengan yang ada.  Ajari kami Tuhan untuk bisa selalu berucap syukur dalam keadaan apapun, penuhi kami dengan keiklasan. Karena hidup adalah tantangan yang harus dihadapi. Penderitaan yang harus diatasi. Pertandingan yang harus dimenangkan.  Hidup juga sebuah kuajiban  yang harus  dilakukan oleh setiap manusia.

 

Alkisah sebuah keluarga  miskin diperkampungan daerah terpencil di nun jauh di sana. Karena terhimpitnya kehidupan. Sengsaranya keadaan. Perihnya  hati.  Lapar dan dahaga yang di rasakannya. Istri dan  dua orang anak yang  harus ditanggungnya.  Memang sudah berupaya   buat ladang. Tapi ladang tak pernah menghasilkan.  Karena  teriknya matahari dan  kamarau yang  teramat panjang. Sumber airpun mengering.

 

Betapa sedihnya hidup ini.  Hidup  enggan matipun  tidak mau. Karena  kurang makan dan kehidupan  serba berkekurangan, salah satu anaknya  jatuh sakit. Sakit selalu dianggap biasa.Jika sakit dibiarkan, toh nanti akan sembuh sendiri. Begitu dia punya keyakinan. Di perkampungan  jauh untuk pengobatan. Hari demi hari ditunggui saja. Sambil menunggu waktu, kapan sembuh itu terjadi. Ternyata  keyakinan itu meleset. Sakit semakin parah,  panaspus semakin tinggi.  Rasa panik pun tak  bisa dihindari. 

 

Karena situasi dan kondisi. Hanya punya seekor kambing dikandangnya. Demi si buah hati.  Dipikulnya kambing kesayangannya.Dibawa serta Istri dan anak-anaknya ke kota ditengah malam yang gulita dengan berjalan kaki. Lumayan, bisa sekitar dua puluhan kilo untuk dapat jalan raya.

 

Sampailah mereka di jalan raya tempat biasa  bis pedesaan  ada. Sekitar jam 9 , bis pun muncul. Mereka naik bis menuju kota.  Setelah turun,  konjakpun meminta bayarannya. Dengan segala keluh kesahnya. Akhirnya sang konjak mau membantu menjualkan kambing, sekalian untuk ongkos bisnya. Karena kebaikan hati pak supir diantarlah ia ke pasar supaya bisa jual dulu kambingnya  supaya  lunas ongkos bisnya. Seberapun  uang kambing yang penting sudah bisa untuk bekal hidup sementara di kota.

 

Orang kampung  tak tahu ramainya kota. Tak pikir panjang, mereka bertanya dimana rumah sakit berada. Ternyata ada saja orang baik yang rela mengantarnya. Sampailah mereka di rumah sakit. Dibawalah Hana  yang  sakit  itu menghadap ke dokter. Karena lambatnya penanganan dan lamanya  penderitaan, dokter memfonis bahwa dia sakit  lupus dan tak bisa disembuhkan. Lupus merupakan  penyakit inflamasi  kronis yang disebabkan oleh sistem imun yang bekerja dengan keliru. Dalam kondisi normal, sistem imun seharusnya melindungi tubuh dari serangan  infeksi virus atau bakteri.  Pada pengidap lupus ini  sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Dan tinggal menunggu waktu.Sedih. Tapi apa yang mau di kata. Kita harus tetap tabah menghadapinya.

 

Dokter pun menyarankan untuk pulang saja, karena memang sia-sia jika ditangan di rumah sakit. Dengan langkah lunglai dan tidak berdaya akhirnya dia pun harus menyetujuinya. Di gendongnya Hana, diciumnya dengan  peluh dan air mata.  Mereka pulang dengan  penuh rasa duka lara. Sedih, pilu!! Kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tubuh Hana kurus, lemas dan berdaya.

 

Suatu ketika Saya datang menemuinya. Kutatap matanya. Tersirat kesedihan di dalam dirinya. Ya, dia akan menanggung  sendiri keadaan sampai  seumur hidupnya.Tuhan, kuatkan dia dalam  kesengsaraannya. Semoga tetap semangat menjalani  kehidupannya sekarang hingga akhir hayatnya. Benar adanya, Tuhan  buat ujian  setiap manusia. Supaya kita semakin dekat denganNya. Semoga  ini  rencana Indah yang dibuatNya.

 

Tuhan kami berdoa untuk semua orang sakit dimana saja berada, yang di rumah maupun di rumah sakit bahkan  untuk yang sakit yang tak tersembuhkan. Semoga mendapatkan penawarnya. Untuk sembuh seperti sedia kala. Amin.

 

Syukur Tuhan, Kami sekarang dalam keadaan sehat-sehat saja, jauhkan kami  dari segala macam penyakit. Bebaskan pula  dari pandemi Corona yang melanda Dunia ini.

 

#Terinspirasiorangkampungyangselalukerumahsakitsaatsudahsakitamatsangatparahsekali

# Salam Sehat

Ingat 3M

#Mencucitangan dengaaairyangmengalir

#Menjagajarak

#MemakaiMasker

 

3092020

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...