Ku datang, Ku Menyapa, Akhirnya Ku Kenal Dia.
Berbagai macam tipe pemimpin baru ku tahu dan rasa. Pengalaman indah
yang tak akan lupa. Senang, Sedih, prihatin, suka cita dan bahkan terharu.
Sebagai seorang tamu, tergantung penerimaan tuan rumah. Ada tuan rumah
yang terlalu amat sangat baik hati sampai tak bisa diungkap dengan kata,
“ Mudah dirasa sukar dikata” ada yang setengah baik, ada pula tuan rumah yang tidak
berkenan jika kita ada.
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalimat ini mengandung makna yang mendalam, bahwa dalam
hidup ini dibutuhkan bekal pengalaman
agar bisa menjalani dengan baik. Sehingga
kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kedua kalinya.
Tak kenal maka tak sayang, itu
adalah istilah yang selalu ada dalam
kehidupan. Dalam kekeluargaan . Atau bahkan dalam persaudaraan. Tanpa kita
datang bertamu atau mengenalkan diri mana orang akan kenal kita.
Sebagai orang awam, Jika masuk di lingkungan baru, memang merasa
‘berbeda’. Itu pasti. Semoga dengan pengalaman orang akan
menyesuaikan,belajar,dan beradaptasi. Dikandang ayam kita berkokok, di kandang
kambing kita harus bisa mengembik. Katanya.
Saya seorang ASN, sudah beberapa kali kena mutasi dari daerah konflik hingga daerah damai
seperti saat ini. Dan merasakan beberapa
karakter kepemimpin. Jelas! Karakter setiap pemimpin berbeda. Dari
kepemimpinannya pastilah akan berdampak kepada kemajuan lembaga yang
dipimpinnya.
Saya adalah guru bawahan, bukan
siapa-siapa, bahkan merasa tak berharga.
Tapi saya sangat bersyukur bisa
mendapatkan kesempatan ‘berkunjung’ ke beberapa tempat sekedar mendampingi,
menemani. Yah, seolah ikut memantau,
gitu. Terima kasih banyak untuk kesempatan yang sangat berharga ini. Yang akhirnya banyak hal baru yang saya
dapat.
Berbagai karakter pemimpin memang jadi nyata terlihat. Tipe juga bisa
terbaca. Rasa sosial kemanusiaan juga
bisa menyentuh hati terasa. Gaya berhahasa pun terdengar indah ditelinga saat menyapa. Jadi Pemimpin memang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.
Sebuah kuis singkat yang diterbitkan oleh Headway mampu melihat jenis
pemimpin. Kapan pemimpin harus
menggunakan kelebihan dan bagaimana cara mengubah kelemahan menjadi peluang.
Pemimpin atau leader ibarat otak dalam anatomi tubuh manusia, dia yang mengatur
kerja organ lainnya.
Berikut ternyata ada 6 tipe seorang pemimpin yang saya baca, jadi
akhirnya kita bisa
membayangkan ‘pemimpin’ yang kita
kunjungi masuk ‘tipe’ yang mana :
Ada yang #otoriter ( Kekuasaan) ,
#Militeristik ( Tuntutan kedisiplinan yang tinggi) ,
#Peternalistik ( Kebapakan yang tinggi),
#Karismatik (mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga tanpa
diminta bawahannya akan memberikan penghormatan),
#Laissez Faire (membebaskan bawahannya melakukan hal sesuka hati
nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai, hal ini karena anggapan bahwa
organisasi akan berjalan dengan sendirinya).
Dan yang terakhir Tipe #Demokratis ( memberikan kebebasan pada
anggotanya untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, serta mengembangkan bakat
dan mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan kepada
bawahannya).
Semua tipe adalah baik adanya, semua
menuju kebaikan dan kemajuan
suatu komunitas atau lembaga. Hal
ini tergantung masing-masing karakter setiap insan manusia.
Terimakasih banyak untuk yang rela membaca sampai habis. Ini sekedar ungkapan pengalaman
baru saya yang tak akan kulupa di sepanjang masa.
#SalamHormat!
#Maju Bersama pasti Bisa! Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar