Jumat, 02 Oktober 2020

Tak kenal Maka Tak Sayang 1

 

 


Ku datang, Ku Menyapa, Akhirnya Ku Kenal Dia.

 

Berbagai macam tipe pemimpin baru ku tahu dan rasa. Pengalaman indah yang tak akan lupa. Senang, Sedih, prihatin, suka cita dan bahkan terharu. 

 

Sebagai seorang tamu, tergantung penerimaan tuan rumah. Ada  tuan rumah  yang terlalu amat sangat baik hati sampai tak bisa diungkap dengan kata, “ Mudah dirasa sukar dikata” ada yang setengah baik,  ada pula tuan rumah yang  tidak  berkenan jika kita  ada.

 

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalimat ini  mengandung makna yang mendalam, bahwa dalam hidup  ini dibutuhkan bekal pengalaman agar bisa menjalani dengan baik. Sehingga  kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kedua kalinya.

 

Tak kenal maka  tak sayang, itu adalah istilah yang selalu ada  dalam kehidupan. Dalam kekeluargaan . Atau bahkan dalam persaudaraan. Tanpa kita datang bertamu atau mengenalkan diri mana orang akan kenal kita.

 

Sebagai orang awam, Jika masuk di lingkungan baru, memang merasa ‘berbeda’.  Itu pasti.  Semoga dengan pengalaman orang akan menyesuaikan,belajar,dan beradaptasi. Dikandang ayam kita berkokok, di kandang kambing kita harus bisa mengembik. Katanya.

 

Saya  seorang ASN,  sudah beberapa kali kena mutasi  dari daerah konflik hingga daerah damai seperti saat ini. Dan merasakan  beberapa karakter kepemimpin. Jelas! Karakter setiap pemimpin berbeda. Dari kepemimpinannya pastilah akan berdampak kepada kemajuan lembaga yang dipimpinnya.

 

Saya adalah  guru bawahan, bukan siapa-siapa, bahkan  merasa tak berharga. Tapi saya sangat bersyukur  bisa mendapatkan kesempatan ‘berkunjung’ ke beberapa tempat sekedar mendampingi, menemani. Yah, seolah ikut  memantau, gitu. Terima kasih banyak untuk kesempatan yang sangat berharga  ini. Yang akhirnya banyak hal baru yang saya dapat.

 

Berbagai karakter pemimpin memang jadi nyata terlihat. Tipe juga bisa terbaca.  Rasa sosial kemanusiaan juga bisa menyentuh hati terasa. Gaya berhahasa pun terdengar indah  ditelinga saat menyapa. Jadi Pemimpin  memang tidak bisa dipandang  dengan sebelah mata.

 

Sebuah kuis singkat yang diterbitkan oleh Headway mampu melihat jenis pemimpin. Kapan pemimpin  harus menggunakan kelebihan dan bagaimana cara mengubah kelemahan menjadi peluang. Pemimpin atau leader ibarat otak dalam anatomi tubuh manusia, dia yang mengatur kerja organ lainnya.

 

Berikut ternyata  ada  6 tipe seorang pemimpin yang saya baca, jadi akhirnya  kita  bisa  membayangkan  ‘pemimpin’ yang kita kunjungi masuk  ‘tipe’ yang mana :

Ada yang #otoriter ( Kekuasaan) ,

#Militeristik ( Tuntutan kedisiplinan yang tinggi) ,

#Peternalistik ( Kebapakan yang tinggi),

#Karismatik (mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga tanpa diminta bawahannya akan memberikan penghormatan),

#Laissez Faire (membebaskan bawahannya melakukan hal sesuka hati nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai, hal ini karena anggapan bahwa organisasi akan berjalan dengan sendirinya).

Dan yang terakhir Tipe #Demokratis ( memberikan kebebasan pada anggotanya untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, serta mengembangkan bakat dan mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan kepada bawahannya).

 

Semua tipe adalah baik adanya, semua  menuju kebaikan dan kemajuan  suatu komunitas atau lembaga.  Hal ini  tergantung  masing-masing karakter setiap insan manusia.

 

Terimakasih banyak untuk yang   rela membaca  sampai habis. Ini sekedar ungkapan pengalaman baru saya yang tak akan kulupa di sepanjang masa.

 

#SalamHormat!

#Maju Bersama pasti Bisa! Semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...