.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Ketika Anda tengah menulis sebuah karya, ada kalanya harus mengambil suatu data, fakta, peristiwa maupun analisa. Anda bisa mengambil dari buku, jurnal, ebook, web atau dari lembaga-lembaga resmi seperti Biro Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Daerah, Rumah Sakit, Kepolisian, dan lain sebagainya. Bisa pula dari hasil penelitian, atau bahkan dari sebuah wawancara

Saya sebut “ada kalanya”, karena dalam proses menulis Anda tidak harus merujuk, mengutip, serta menggunakan referensi atau daftar pustaka. Apalagi dalam karya tulis populer nonfiksi, maupun dalam karya tulis fiksi. Daftar pustaka bukanlah keharusan. Anda bisa menulis berdasarkan pemikiran, perasaan dan pengalaman Anda sendiri, tanpa harus merujuk kepada siapapun.

Keberadaan referensi menjadi wajib, dalam karya tulis ilmiah (murni) atau karya akademis. Misalnya ketika Anda menulis skripsi, tesis, desertasi, laporan penelitian, artikel untuk jurnal akademik, tulisan untuk syarat kenaikan pangkat, maupun untuk lomba yang mengharuskan pencantumannya. Anda harus mencantumkan sumber pengutipan, sesuai dengan ketentuan. Ini tidak saya bahas dalam tulisan kali ini.

Saya hanya akan sharing dalam konteks menulis jenis populer, baik fiksi maupun nonfiksi. Secara sederhana, ada beberapa cara pengutipan dalam karya tulis populer.

Pertama, Kutipan

Kutipan merupakan salinan kalimat, paragraf, data, atau pendapat dari seorang penulis; atau ucapan seorang ahli karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, maupun terbitan lain. Kutipan berfungsi untuk menegaskan isi uraian, memperkuat argumen, pembuktian, dan mengungkapkan kejujuran penggunaan referensi.

Ada beberpa jenis kutipan, yaitu:

  1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah salinan yang persis sama dengan sumbernya, atau salinan tanpa perubahan. Penulisannya disertai data pustaka dari sumber yang dikutip.

Untuk kutipan langsung yang kurang dari lima baris, biasanya ditulis berintegrasi ke dalam teks. Jika kutipan langsung lebih dari lima baris, biasanya ditulis terpisah dari teks dengan spasi rapat. Tapi ini bukan keharusan dalam jenis tulisan populer.  Boleh juga ditulis dengan terintegrasi ke dalam teks.

*************

Contoh 1

Cahyadi Takariawan dalam buku Wonderful Love (2016) menyatakan:

“Berbagai studi ilmiah telah menunjukkan betapa dahsyat pengaruh memaafkan dalam kehidupan seseorang. Dalam memaafkan tersimpan kekuatan. Orang yang mudah memaafkan bukanlah orang yang lemah. Justru mereka adalah orang-orang kuat yang sanggup memaafkan kesalahan banyak orang. Dalam memaafkan tersimpan manfaat kesehatan, bukan hanya kesehatan mental, namun juga kesehatan badan. Dalam memaafkan terkandung kebahagiaan. Semakin pandai memaafkan, semakin mudah mendapat kebahagiaan”.

Contoh 2

Cahyadi Takariawan dalam buku Wonderful Love (2016) menyatakan, “Berbagai studi ilmiah telah menunjukkan betapa dahsyat pengaruh memaafkan dalam kehidupan seseorang. Dalam memaafkan tersimpan kekuatan. Orang yang mudah memaafkan bukanlah orang yang lemah. Justru mereka adalah orang-orang kuat yang sanggup memaafkan kesalahan banyak orang. Dalam memaafkan tersimpan manfaat kesehatan, bukan hanya kesehatan mental, namun juga kesehatan badan. Dalam memaafkan terkandung kebahagiaan. Semakin pandai memaafkan, semakin mudah mendapat kebahagiaan”.

Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Intermedia, 2016

*************

  • Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah menyadur atau mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Cara penulisan dalam karya tulis kita tetap harus disertai data pustaka yang dikutip.

******

Contoh:

Friedman (1986) menyatakan, meskipun setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya masing-masing secara unik, namun pada dasarnya seluruh keluarga mengikuti pola yang relatif sama. Masing-masing memiliki kondisi dan memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk menempuh setiap tahapan perkembangan, namun ada pola yang sama.

Marilyn M. Friedman, Family Nursing: Theory and Assessment, Fleschner Publishing Company, 1986

*******

  • Mengutip dari Kutipan Orang Lain

Kadang kita mengutip dari kutipan orang lain. Kita tidak bertemu langsung dengan buku aslinya, hanya menemukan kutipannya. Cara menuliskan adalah dengan menggunakan kata dalam. Contohnya sebagai berikut:

Menurut John Gottman (dalam Cahyadi Takariawan, 2016), ada empat perilaku suami istri yang potensial memisahkan mereka. Empat perilaku itu adalah (1) banyak mengkritik (2) banyak mencela (3) menyalahkan pasangan (4) membangun benteng.

Kedua, Catatan Kaki

Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah halaman dari karya tulis. Catatan kaki bisa berupa foot note ataupun end note. Foot note dibuat di setiap halaman, adapun end note dibuat di bagian paling akhir dari sebuah karya tulis.

Catatan kaki menunjukan kualitas pertanggungjawaban akademik dari karya tulis, karena menunjukkan adanya bagian yang diambil dari karya atau pemikiran orang lain[i]. Lazim digunakan dalam karya tulis ilmiah atau kata akademis[ii]. Namun dalam dunia akademik, tetap harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku pada tulisan tersebut[iii].

Ketiga, Bibliografi

Bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bibliografi dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku atau media lain yang dikutip, sehingga memudahkan pembaca untuk mencari serta merujuknya kembali.

Unsur bibliografi biasanya terdiri dari nama pengarang, judul buku / artikel, data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan jumlah halaman buku tersebut. Namun dalam tradisi tulisan populer, tidak ada ketentuan tentang teknis penulisannya. Dikembalikan kepada selera penulis, namun dilakukan dengan konsisten.

Contoh:

  1. Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Intermedia, Solo, 2016
  2. Takariawan, Cahyadi. 2016. Wonderful Love. Solo : Era Intermedia

Demikianlah pengenalan singkat mengenai cara menuliskan kutipan, bagi Anda yang ingin menggunakannya. Jika Anda mengutip, baik data, analisa, atau pendapat orang lain, pertanggungjawabkan dalam tulisan Anda dengan mencantumkan rujukannya. Jangan menjadi plagiat. Jujurlah dalam karya tulis Anda.

Selamat menulis, selamat berkarya untuk menginspirasi dunia.