.

Writing for Wellness – 29

Oleh : Cahyadi Takariawan

You’ve got the words to change a nation / But you’re biting your tongue / You’ve spent a life time stuck in silence / Afraid you’ll say something wrong / If no one ever hears it how we gonna learn your song? / So come on, come on – Emely Sande

.

Lirik di atas adalah lagu Emely Sande, “Read All Bout It, Pt. III” yang sangat populer. “Anda memiliki kata-kata untuk mengubah suatu bangsa. Tapi sayang, Anda hanya menggigit lidah. Anda telah menghabiskan waktu seumur hidup dalam keheningan. Takut akan mengatakan sesuatu yang salah. Jika tidak ada yang pernah mendengarnya, bagaimana kami akan belajar dari lagu (suara / pendapat) Anda?”

Sebuah lirik yang sangat menyentil. Kita semua memiliki banyak kata-kata, yang apabila dituliskan akan mampu menciptakan perubahan. Sayang, banyak orang tidak melakukannya. Padahal perubahan yang bisa diciptakan melalui tulisan, sangat menakjubkan.

Tulisan Benar-Benar Mampu Menciptakan Perubahan

Meredith Maran adalah penulis 11 buku fiksi maupun nonfiksi. Di antaranya adalah Class Dismissed (2000), Dirty (2004), serta novel A Theory of Small Earthquakes (2012). Buku terbaru di tahun 2020 berjudul Why We Write: 20 Acclaimed Authors on How and Why They Do What They Do.

Saat ditanya, “Does writing change anything?”, Maran menjawab, “Saya sangat percaya itu. Menulis telah mengubah saya. Hanya sedikit orang yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah diubah oleh buku. Saya yakin menulis mengubah banyak hal; dengan berbagai jenis tulisan. Saya telah tergerak oleh fiksi sebagaimana tergerak oleh nonfiksi, untuk mengubah sesuatu atau untuk melakukan sesuatu”.

“I really believe it does. It’s changed me. I don’t know too many people who would say they’ve never been changed by a book. I think writing changes a lot of things; different kinds of writing, too. I’ve been as moved by fiction as I have by non-fiction to change something or do something about something” – Meredith Maran

Maran menyebut satu contoh spesifik, tentang buku Class Dismissed yang ditulis tahun 2000. Buku itu mengulas tentang sekolah menengah di Berkeley, California, tempat sekolah anak-anak Maran. Dampak dari buku yang ia tulis, terjadi banyak perubahan pada sekolah menengah tersebut.

Tim Denning (2018) mengatakan, ungkapan “Anda memiliki kata-kata untuk mengubah suatu bangsa”, adalah mantra yang digunakan dalam kehidupannya. Menurut Denning, “Faktor yang menyebabkan tulisan dapat mengubah suatu bangsa adalah seberapa besar Anda dapat menginspirasi dan memotivasi orang yang membaca tulisan Anda”.

“In the end, what will cause your writing to change a nation will be how much you can inspire and motivate everyone that reads your message” – Tim Denning (2018)

Denning meyakini, kata-kata benar-benar memiliki kekuatan untuk mengubah suatu bangsa. Untuk itu, Anda harus menggunakannya untuk kebaikan. Untuk memperbaiki bangsa, untuk memajukan bangsa, untuk membangun bangsa. Gunakan kata-kata untuk menginspirasi orang lain dan menambah nilai pada kehidupan orang. Inspirasi selalu mengarahkan kepada perubahan positif, yang menjadi harapan setiap orang.

“Words truly do have the power to change a nation, and you should use them for good. You should use words in everything you do to inspire others and add value to people’s lives. You should use words to live your purpose” – Tim Denning (2018)

Bagaimana Tulisan Menciptakan Perubahan?

“When I was a little girl I thought I could change the world with my writing. Now that I am a woman I know that I can” –Meghan Tschanz

Bagaimana sebuah tulisan bisa menciptakan perubahan? Meghan Tschanz menuliskan pengalaman yang sangat menarik. “Di antara postingan blog saya yang tampak tanpa komentar atau share, saya mendapat email dari salah satu pembaca yang mengatakan bahwa tulisan saya menginspirasi mereka. Bahwa karena sesuatu yang saya tulis, mereka melakukan sesuatu yang berani, penuh petualangan dan kebaikan”.

“Every once in a while, in between the blog posts with no comments or shares, I get an email from one of my readers telling me that I inspired them; that because of something I had written they did something bold, adventurous, and good” – Meghan Tschanz

Tschanz menambahkan, “Melalui tulisan, saya telah melibatkan pembaca dalam perang melawan perdagangan seks, atau mendamaikan hubungan yang rusak. Bahkan saya mengajak pembaca mengemas tas mereka bepergian ke luar negeri untuk membantu orang miskin”.

Dengan sepenuh keyakinan, Tschanz menyatakan kita semua bisa mengubah dunia melalui tulisan. “Dulu ketika saya masih kecil, saya berpikir akan bisa mengubah dunia dengan tulisan saya. Setelah saya dewasa, saya tahu bahwa saya bisa. Dan saya yakin Anda juga bisa”, ujarnya.

“I’ve had readers get involved in the fight against sex-trafficking, readers reconcile lost relationships. Shoot, I’ve even had readers pack up their bags and move to foreign countries to help the poor. All because I wrote –Meghan Tschanz.

Nina Amir (2019) menyatakan, tidak semua penulis memulai sebagai penulis. Beberapa dari mereka memulai sebagai orang yang ingin membuat perbedaan atau perubahan. “Not all writers start out as writers. Some of them begin as people who want to make a difference”, ujarnya.

Nina Amir meyakini, buku memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah kehidupan dan menginspirasi banyak orang untuk bertindak. Buku yang populer, yang berbicara kepada khalayak, terus menerus dibaca dan dibagikan. Buku semacam itu bisa menginspirasi tindakan.

Menurut Nina Amir, Anda dapat menulis perubahan melalui buku Anda. Para pembaca mulai mendiskusikan dan berbagi pemikiran yang Anda tuliskan. Semakin banyak orang membaca buku dan mengajak orang lain yang setuju pemikiran Anda, maka semakin banyak pula orang bergabung dalam gerakan perubahan yang Anda kehendaki.

Dimulai Dari Perubahan Diri Sendiri

Perubahan bisa dimulai dari diri sendiri. Justin Harmon menyatakan, “Menulis telah mengubah dunia saya sepenuhnya. Menulis telah mengubah cara saya memandang diri saya dan cara saya berinteraksi dengan orang lain. Menulis telah membuat saya menemukan hal yang paling saya sukai”.

“Melalui tulisan, saya dapat mengabarkan hasrat saya untuk mengubah dunia. Saya dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka mampu melakukan berbagai hal yang mereka inginkan”, lanjut Harmon.

“For me, writing has completely changed my world. It has changed the way I view myself and how I interact with others. Writing has allowed me to find what it is I am most passionate about” – Justin Harmon

Harmon memberikan resep sederhana. DImulai dari diri sendiri, akan bisa mengajak orang lain. “Dengan melakukan apa yang Anda sukai dan menunjukkan kepada orang lain bagaimana melakukan hal yang sama, Anda memulai reaksi berantai dari orang-orang di mana saja. Anda telah mengubah cara mereka memandang dunia menjadi lebih baik, dan bahkan akan mengubah dunia mereka sepenuhnya”, ujarnya.

“Because of writing, I know I will be able to share with the world my passion for changing the world. I will be able to show others that they are capable of doing anything they want” – Justin Harmon

Seperti saat Rocky Balboa memenangkan pertarungan besar melawan Ivan Drago, dalam film Rocky IV. Rocky menyatakan, “Jika saya bisa berubah, dan Anda bisa berubah, maka semua orang bisa berubah.”

Melalui tulisan, menurut Harmon, seakan kita telah menyatakan, “Lihat, jika saya dapat mengubah dunia saya dan Anda dapat mengubah dunia Anda, maka setiap orang dapat mengubah dunia mereka, yang akan membantu seluruh dunia untuk berubah”. Beginilah tulisan dapat mengubah dunia. Satu kata, satu pesan, satu ungkapan pada satu waktu, kita bisa saling membantu.

“See, if I can change my world and you can change your world, then everyone can change their worlds, which will help the entire world to change” – Justin Harmon

Selamat menulis, selamat menikmati perubahan.

Bahan Bacaan