.

Writing for Wellness – 28

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Sudah sangat banyak manfaat menulis bagi kehidupan manusia, yang ditemukan melalui serangkaian metode riset ilmiah. Banyak hal mengejutkan ditemukan dalam berbagai studi tersebut, yang menemukan aneka manfaat menulis yang tidak terbayangkan sebelumnya. Salah satu hal mengejutkan adalah, menulis bermanfaat untuk mengurangi gangguan makan.

Gangguan makan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah kecemasan akan tubuh yang tidak ideal akibat makanan, atau khawatir akan munculnya penyakit akibat makanan. Dampaknya, ada orang yang takut untuk makan, dan berakibat mengalami gangguan makan.

Ternyata kecemasan yang memicu gangguan makan bisa diatasi dengan menulis ekspresif. Danielle Arigo dan Joshua M. Smyth (2011) melakukan studi untuk mengeksplorasi pengaruh tulisan ekspresif terhadap kesehatan mahasiswi. Banyak dijumpai mahasiswi, atau wanita muda pada umumnya, yang mengalami gangguan makan akibat kecemasan tertentu.

Hasil studi Arigo dan Smyth menunjukkan bahwa menulis ekspresif mampu mengurangi kesulitan tidur, mengurangi gangguan makan serta mengurangi rasa ketidakpuasan terhadap kondisi fisik. Penyaluran emosi negatif melalui tulisan, mampu mereduksi berbagai kecemasan. Dampaknya, gangguan makan bisa dikurangi.

Studi serupa pernah dilakukan oleh Philippa East dan tim (2010), yang melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh menulis ekspresif terhadap gangguan makan. Para partisipan diberikan tugas membuat tiga tulisan yang berbeda. Hasilnya, diketahui menulis ekspresif bisa mengurangi gangguan makan.

Para partisipan mendapat manfaat dalam memperbaiki beberapa keluhan yang terkait dengan kesulitan makan. Ini semakin menguatkan penjelasan terkait manfaat menulis untuk kesehatan mental dan fisik. Gangguan makan bisa berkurang bahkan dihilangkan dengan menulis rutin dalam waktu tertentu.

Studi yang dilakukan oleh Ashli M Gamber dan tim (2013) menunjukkan, partisipan yang mengalami gangguan makan, berpotensi mendapatkan kemanfaatan dari panduan dalam memproses peristiwa traumatis dan keadaan afektif mereka. Di antara panduan dalam memproses peristiwa traumatis adalah dengan menulis ekspresif.

Bagaimana Menulis Bisa Mengurangi Gangguan Makan?

Jurnal Eating Disorder Review Vol. 29 No. 4 melaporkan, bahwa metode menulis ekspresif telah diterapkan pada pasien dengan gangguan makan dan terbukti mampu membantu selama pemulihan. Beberapa penelitian disebutkan dalam jurnal tersebut, bahwa menulis ekspresif dapat mengurangi stres pada pasien dengan gangguan makan.

Bagaimana menulis ekspresif bisa mengurangi gangguan makan? Emily Page Lockamy (2019) menjelaskan, banyak gangguan makan yang muncul dari rasa cemas dan depresi. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap pengaruh makanan, justru membuat seseorang mengalami gangguan makan.

“Writing is a medium that can help people speak the unspeakable and accept the unacceptable, especially as it pertains to parts of themselves that they have disowned” –Emily Page Lockamy, 2019.

Emily menyatakan, model menulis terapeutik adalah salah satu pendekatan yang telah direkomendasikan oleh berbagai penelitian mutakhir untuk meningkatkan perasaan positif, mengurangi depresi dan kecemasan. Depresi dan kecemasan adalah kondisi yang sering memicu gangguan makan.

Menurut Emily, penulisan terapeutik dapat menumbuhkan fleksibilitas psikologis pada pasien dengan gangguan makan. Fleksibilitas ini akan membantu mengatasi kecemasan “harus” atau “tidak boleh” yang membuat mereka berada dalam perilaku tidak adaptif. Ini yang membantu mereka secara perlahan mengatasi gangguan makan.

Menulis adalah media yang dapat membantu orang berbicara tentang hal-hal yang tidak dapat diungkapkan, dan menerima hal-hal yang tidak dapat diterima, terutama yang berkaitan dengan bagian-bagian diri mereka yang tidak mereka akui. Sisi ini, menurut Emily, yang bisa membantu pasien mengatasi kesulitan makan.

Menulis dapat mengarah pada integrasi yang lebih efektif dari berbagai bagian diri dan pengalaman sulit. Ini mampu membantu memfasilitasi munculnya penerimaan, makna, dan kedamaian batin, serta meningkatkan kesejahteraan emosional dan relasi yang penting.

“Writing can lead to more effective integration of these different parts of self and of difficult experiences, which helps facilitate the emergence of acceptance, meaning, and inner peace, improving emotional well-being and important relationships” –Emily Page Lockamy, 2019

Selamat menulis, selamat menikmati makanan tanpa gangguan kecemasan.

Bahan Bacaan