Senin, 15 Maret 2021

MENULIS EKSPRESIF UNTUK REHABILITASI KECANDUAN NARKOBA

 



.

Writing for Wellness – 70

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Writing allows you to answer deep and meaningful questions that require answering. It’s not difficult to see why many people see their writing as a form of therapy in its own right” – Keith Prance (2019)

.

Tahun 2020 yang lalu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyatakan, angka pengguna narkoba di Indonesia terus naik dalam dua tahun terakhir. Hal ini disampaikan berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017 sampai 2019.

“Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebesar 3,3 juta jiwa dengan rentang usia 10 sampai 59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta,” kata Wapres Ma’ruf Amin. Wapres menyebut, saat ini sebanyak 275 juta atau 5,6 persen dari penduduk dunia usia 15 sampai 65 tahun pernah mengonsumsi narkoba.

Bahkan kalangan pelajar di Indonesia pun sudah terpapar narkoba. Menurut Wapres, sekitar 2,29 juta pelajar sudah menggunakan narkoba pada pada 2018. “Kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15 sampai 35 tahun atau generasi milenial,” ujarnya.

Melihat persoalan tersebut, Ma’ruf menyatakan pemerintah tengah terus melanjutkan program pemberantasan narkoba sesuai Inpres nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba. Pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi pecandu narkoba menjadi program yang sangat urgen bagi bangsa Indonesia.

Menulis Ekspresif untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Keith Prance (2019) menyatakan, orang-orang yang kecanduan narkoba dan alkohol, tidak dapat mengekspresikan diri secara kreatif dan jujur. Hal ini ​​karena mereka sangat terpengaruh oleh dampak kecanduan tersebut. Namun saat memulai pemulihan, mereka bisa mengekspresikan pikiran dan perasaan –salah satunya—melalui tulisan.

Ketika dalam proses pemulihan, orang-orang kadang merasa tersesat dan terisolir. Menulis memberi mereka media untuk menghimpun pemikiran dan perasaan. Menulis mampu melepaskan diri dari emosi negatif yang dapat mengganggu proses pemulihan.

Menulis memungkinkan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dalam kehidupan (Keith Prance, 2019). Tulisan membuat Anda mampu mengeksplorasi pertanyaan eksistensial seperti ‘siapa saya, untuk apa kehadiran saya di muka bumi, akan ke mana setelah mati’, dan lain sebagainya.

Menulis ekspresif atau menulis jurnal merupakan bentuk aktivitas yang bisa dilakukan oleh mereka yang sedang dalam masa pemulihan dari kecanduan. Banyak lembaga rehabilitasi narkoba dan alkohol di berbagai negara maju, yang mengajarkan proses menulis sebagai bagian dari program perawatan. Menulis ekspresif atau menulis jurnal telah banyak membantu pasien dalam proses pemulihan (Keith Prance, 2019).

“By keeping a record of how you managed emotions in the past, you are provided with an opportunity to improve your actions in the future” – Keith Prance (2019)

Melalui intervensi menulis ekspresif, para pasien penyalahgunaan narkoba atau alkohol didorong untuk menuliskan perjuangan dan pencapaian rehabilitasinya. Mereka juga didorong untuk menuliskan emosi negatif yang rumit, dan hal-hal yang memicu munculnya emosi tersebut.

Dengan menuliskan bagaimana mengelola emosi negatif, pasien memiliki kesempatan untuk memikirkan tindakan di masa yang akan datang. Menulis ekspresif meminta pertanggungjawaban dan mendorong pelakunya untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi masa depan (Keith Prance, 2019).

Membantu Rehabilitasi Pasien Penyalahguna Narkoba

“Your writing will allow you to explore existential questions such as “who am I?” and “what place do I occupy in this universe?” – Keith Prance (2019)

Sarah Meshberg-Cohen dan tim (2014) melakukan studi pengaruh menulis ekspresif terhadap wanita penyalah guna narkoba. Hasil penelitian menunjukkan, para partisipan yang menulis ekspresif mendapatkan pengurangan yang lebih besar dalam gejala pasca-trauma, depresi, dan kecemasan.

Menurut Cohen, tulisan ekspresif menjadi intervensi yang singkat, aman, serta berbiaya rendah, untuk mengatasi tekanan pasca trauma pada wanita yang menyalahgunakan narkoba. Secara umum, menulis ekspresif bisa membantu proses rehabilitasi pasien penyalahguna narkoba.

Hasil penelitian Novitasari (2020) terhadap pecandu napza di Denpasar menunjukkan, terapi menulis ekspresif mampu menurangi tingkat ansietas. Indikasi pada partisipan adalah menurunnya perasaan kebingungan serta menurunnya rasa khawatir akibat kondisi yang dihadapi.

Novitasari menyatakan, menulis ekspresif juga mampu menurunkan perilaku gelisah, perilaku tegang, frekuensi nadi, dan keluhan pusing. Di saat yang sama, partisipan merasakan perbaikan konsentrasi, pola tidur, dan kontak mata. Dapat disimpulkan bahwa terapi menulis ekspresif mampu menurunkan tingkat ansietas pada pecandu napza.

Penelitian lain dilakukan oleh Nurul Utami Safaruddin dan tim (2020), Mereka melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas expressive writing dalam meningkatkan self-esteem pecandu narkoba. Dilakukan menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa expressive writing efektif dalam meningkatkan self-esteem pecandu narkoba. Peningkatan tersebut terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan antara skor self-esteem saat pretest dengan posttest. Expressive writing dapat digunakan untuk meningkatkan self-esteem pecandu narkoba, sehingga dapat pula diberikan dalam program rehabilitasi.

Proses Menulis Ekspresif untuk Rehabilitasi Kecanduan

Proses pemulihan kecanduan melalui menulis, tujuan awalnya adalah membangun kejujuran. Karena pasien tidak berdialog dengan orang lain, mereka dapat sepenuhnya jujur ​​pada diri sendiri. Pasien menuliskan secara jujur bagaimana proses pemulihan kecanduan, di mana mungkin mereka berhasil atau gagal. Termasuk menuliskan bagaimana menghadapi emosi yang sulit (RealRecovery, 2020).

RealRecovery menyebutkan tiga alasan utama penggunaan menulis ekspresif atau penulisan laporan (jurnal) dalam pemulihan kecanduan.

  1. Menulis mampu mengekspresikan perasaan yang rumit

Selama proses pemulihan kecanduan, pasien akan berjuang melawan beberapa emosi yang sulit. Ketenangan sangat diperlukan untuk penyembuhan, sementara bayang-bayang kekambuhan begitu nyata. Di sinilah menulis ekspresif untuk pemulihan kecanduan menjadi tindakan yang sangat bermakna.

Menulis memungkinkan pasien mengeluarkan semua perasaan, kekecewaan, kesedihan, kemarahan atau frustrasi. Pasien akan menemukan bahwa menulis ekspresif dalam periode ini akan menghilangkan stres yang demikian menekan.

  • Menulis mampu menunjukkan kemajuan harian

Proses pemulihan kecanduan membutuhkan waktu. Sangat mudah untuk merasa frustrasi, terutama saat pasien merasa tidak mendapatkan kemajuan apa pun dari proses rehabilitasi.

Ketika momen merasa gagal itu terjadi, ada baiknya melihat kembali tulisan ekspresif yang telah dibuat sebelumnya. Selama pasien jujur ​​dengan diri sendiri dalam menulis ekspresif, mereka akan dapat melacak dan mngetahui kemajuan dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan.

  • Menulis mampu membangun akuntabilitas pribadi

Akuntabilitas pribadi sangat diperlukan selama proses pemulihan kecanduan, khususnya pada tahap awal. Menuliskan laporan pemulihan kecanduan bukan hanya sarana yang tepat untuk mencurahkan perasaan; namun sekaligus menjadi kebiasaan positif untuk membangun akuntabilitas personal.

Setelah pasien menjadikan menulis ekspresif atau menulis jurnal menjadi menu harian, pada dasarnya mereka telah mengembangkan kebiasaan positif, menggantikan kebiasaan negatif yang menyebabkan kecanduan. Disiplin terhadap jadwal menulis ekspresif akan sangat membantu dalam keberhasilan proses rehabilitasi.

Selamat menulis, selamat menikmati kesehatan dan kebahagiaan.

Bahan Bacaan

CNN Indonesia, Wapres: Pengguna Narkoba Naik, Generasi Milenial Rentan Kena, 26 Juni 2020, https://www.cnnindonesia.com

Keith Prance, How Writing Supports Recovery from Addiction, 15 Februari 2019, https://www.rehab-recovery.co.uk

Ni Putu Anggi Novitasari, Gambaran Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Menulis Ekspresif Untuk Mengatasi Ansietas Pada Pecandu Napza di Yayasan Gerasa Bali, 2020, Poltekkes Denpasar, http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id

Nurul Utami Safaruddin dkk, Expressive Writing Meningkatkan Self-Esteem Pecandu Narkoba di Program Rehabilitasi BNN Baddoka, Mei 2020, DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss1.art3

RealRecovery, 31 Addiction Recovery Journal Prompts to Use During Your Healing Process, 28 Agustus 2020, https://myrealrecovery.com

Sarah Meshberg-Cohen dkk, Expressive Writing as a Therapeutic Process for Drug Dependent Women, 2014, DOI : 10.1080/08897077.2013.805181. diakses dari  https://www.ncbi.nlm.nih.gov

.

Ilustrasi : https://www.americasrehabcampuses.com/

  2 kali dilihat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...