.
Writing for Wellness – 74
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Writing has been found to help recovering addicts recall and recover from possibly traumatic experiences and to discover different parts of their identity through the creation of fictional characters” –Eve Whittaker (2016)
.
Pecandu alkohol dan narkoba yang masuk pusat rehabilitasi, biasanya diperkenalkan dengan program 12 langkah. Namun Anne Fletcher, spesialis rehabilitasi, mencatat bahwa program tersebut hanya efektif untuk 25 % hingga 35 % saja dari seluruh peserta rehabilitasi (Eve Whittaker, 2016).
Untuk itu, perlu diperkenalkan pendekatan atau alternatif lain dalam rangka penyembuhan kecanduan. Di Amerika, berbagai pendekatan lain telah dikenalkan, seperti misalnya Women for Sobriety (WFS), yang diajukan oleh Jean Kirkpatrick dan berfokus pada penyembuhan penyebab emosional yang dapat menyebabkan kecanduan. Ada pula Pemulihan SMART, yang menggunakan terapi perilaku kognitif untuk mengenali pemicu penggunaan narkoba dan alkohol, serta mendorong mereka yang pulih (Eve Whittaker, 2016).
“Writing can also help those recovering discover a new talent, thereby increasing their sense of self-confidence and give them hope about the future” –Eve Whittaker (2016).
Beberapa waktu terakhir, diperkenalkan pendekatan lain berupa terapi menulis ekspresif sebagai tambahan dalam pengobatan kecanduan (Baikie dan Wilhelm, 2018). Menulis ekspresif telah terbukti mampu membantu memulihkan ingatan pecandu, serta mengelola berbagai pengalaman traumatis mereka. Selanjutnya, menulis bisa membantu mereka yang pulih untuk memiliki bakat baru, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan memberi mereka harapan akan masa depan.
Manfaat Menulis untuk Rehabilitasi Kecanduan
Eve Whittaker menyebutkan beberapa manfaat menulis ekspresif pada mereka yang menjalani tengah menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba dan alkohol, sebagai berikut.
- Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan secara langsung. Hal ini akan membuat kondisi mental pasien lebih baik.
- Bisa mengelola dan menentukan sendiri secara leluasa hal-hal yang ingin mereka nyatakan melalui tulisan. Para pecandu kadang-kadang mengeluh karena merasa ‘dipaksa’ untuk menyatakan sesuatu yang lebih dari apa yang siap mereka ungkapkan.
“Writing can make one feel anonymous, thereby making it easier to express emotions and recall experiences without the fear of being judged or criticized“ –Eve Whittaker (2016)
- Menulis bisa mengurangi rasa malu. Mereka bisa menjadi anonim, sehingga memudahkan untuk mengekspresikan emosi dan mengingat pengalaman tanpa takut dihakimi atau dikritik.
- Menulis membuat pasien merasa lebih percaya diri. Mereka berperan aktif dan terlibat langsung dalam proses pemulihan diri sendiri.
“Writers can feel more confident because through their writing, they are taking an active role in their recovery” –Eve Whittaker (2016)
- Menulis ekspresif membuat pasien mampu melihat ke belakang, sekaligus mencatat kemajuan yang mereka buat di masa yang akan datang. Ada progres yang tampak dari aktivitas menulis.
- Menulis ekspresif membuat pasien bisa mengidentifikasi situasi dan pengalaman di masa lalu yang membuat mereka bisa kambuh lagi. Faktor yang menyebabkan mereka kambuh, bisa dihindari di waktu yang akan datang.
“Writers can look back and note the progress they have made as time passes. They can also identify past situations and experiences that may have led them to relapse” –Eve Whittaker (2016)
- Bagi terapis, terapi menulis membuat mereka memiliki dokumen untuk didiskusikan sebelum dan selama sesi terapi.
- Menulis mampu mengurangi kecemasan. Para pecandu kerap mengalami kecemasan atas kondisi yang mereka hadapi, termasuk adanya sanksi sosial yang mereka terima dari keluarga dan masyarakat.
Mengelola Kecemasan untuk Pemulihan
Karen A. Baikie dan Kay Wilhelm (2018) dalam studi bertajuk Emotional and Physical Health Benefits of Expressive Writing menemukan bahwa menulis ekspresif bisa menjadi salah satu intervensi untuk proses rehabilitasi bagi pasien dengan kecanduan.
“I have found expressive writing to be a useful addition to my repertoire of short-term psychological interventions for people who harm themselves… and for out-patients with stress-related symptoms, anxiety and depression. I use it together with daily mood charts, problem-solving, goal-setting, relaxation, mindfulness, exercise prescription and other interventions” – Karen Baikie, 2018
Baikie menyatakan “Saya telah menemukan bahwa tulisan ekspresif bisa menjadi tambahan yang berguna untuk intervensi psikologis jangka pendek untuk orang-orang yang berperilaku membahayakan diri sendiri. Juga untuk pasien rawat jalan dengan gejala yang berhubungan dengan stres, kecemasan dan depresi”.
“Writing therapy was found to be as efficient as cognitive behavior therapy in lowering levels of ‘intrusive symptoms, depression and state anxiety’ in persons suffering from acute stress disorder and posttraumatic stress disorder” –Eve Whittaker (2016)
Jurnal Psychotherapy and Psychosomatics pernah melaporkan hasil studi terkait terapi menulis yang memiliki dampak efisien setara dengan terapi perilaku kognitif, dalam menurunkan gejala gangguan, depresi dan kecemasan, pada penderita gangguan stres akut dan stres pasca trauma.
Pecandu yang pulih, harus menghadapi situasi yang sangat menegangkan saat kembali dalam kehidupan nyata. Mereka harus sanggup melawan godaan agar tidak kembali kecanduan, dan mampu menjawab kekhawatiran tentang masa depan. Menulis bisa menjadi bagian dari pendekatan terpadu terhadap kecanduan yang sekaligus melakukan pendekatan berbasis kesadaran.
“In addition to encouraging more physical activity, expressive writing has been linked to a host of positive outcomes, including higher grades for college graduates, higher rates of re-employment following a period of unemployment, fewer visits to general practitioners and health centers, and the consumption of a better diet” –Eve Whittaker (2016)
Selain mendorong lebih banyak aktivitas fisik, menulis ekspresif telah menghasilkan sejumlah dampak positif, seperti prestasi akademik yang lebih tinggi untuk lulusan perguruan tinggi, peluang mendapatkan panggilan pekerjaan ulang yang lebih tinggi setelah PHK, lebih sedikit kunjungan ke dokter umum dan pusat kesehatan, dan konsumsi makanan yang lebih baik.
Ini semua sangat bermanfaat –terlebih– bagi para mantan pecandu alkohol dan narkoba. Selain rehabilitasi agar sembuh dari dampak kecanduan, mereka harus mengalami rehabilitasi harga diri, sosial dan ekonomi.
Selamat menulis, selamat menikmati kebahagiaan.
Bahan Bacaan
Eve Whittaker, Writing Therapy for Addiction Recovery, 22 November 2016, https://cltlblog.wordpress.com
Karen A. Baikie, Kay Wilhelm, Emotional and Physical Health Benefits of Expressive Writing, Cambridge University Press, 2 Januari 2018, https://www.cambridge.org
.
Ilustrasi : https://warstek.com/kecanduan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar