.

Writing for Wellness – 65

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Luka merupakan perubahan kontinuitas jaringan secara seluler dan anatomi, yang dapat terjadi pada kulit ataupun mukosa dan berespon pada proses penyembuhan. Setiap individu beresiko mengalami luka yang disebabkan oleh cedera atau pembedahan (Gustinerz, 2020).

Luka dapat menyebabkan gangguan pada fungsi dan struktur anatomi tubuh. Berdasarkan waktu penyembuhannya luka diklasifikasikan menjadi dua yakni luka akut dan kronik. Luka akut disebabkan cedera mekanikal dan kimiawi, dengan lama proses penyembuhan 2 – 3 minggu.

Sementara luka kronis membutuhkan penyembuhan lebih dari 4 minggu –bahkan bisa menimbulkan kecacatan. Luka kronis terjadi karena kegagalan pemulihan disebabkan kondisi fisiologis seperti diabetes melitus dan kanker, serta infeksi terus-menerus dan rendahnya pengobatan yang diberikan.

Proses penyembuhan luka terjadi sesuai dengan tahapan yang spesifik di mana bisa terjadi tumpang tindih. Proses penyembuhan luka tergantung pada jenis jaringan yang rusak serta penyebab luka tersebut (Gustinerz, 2020).

Secara umum, proses penyembuhan luka terdiri dari 3 fase, yaitu inflamasi, epitelisasi dan maturasi.

Secara umum, proses penyembuhan luka terdiri dari 3 fase, yaitu inflamasi, epitelisasi dan maturasi. Fase inflamasi terjadi pada hari ke-0 sampai ke-5. Respon segera setelah terjadi luka atau pembekuan darah atau untuk mencegah kehilangan darah.

Fase epitelisasi terjadi pada hari ke-3 sampai dengan hari ke-14. Disebut juga sebagai fase granulasi karena adanya pembentukan jaringan granulasi. Epitelisasi sudah terjadi pada 24 jam pertama atau 48 jam pertama, ditandai dengan penebalan lapisan epidermis pada tepian luka.

Fase maturasi berlangsung dari beberapa minggu hingga 2 tahun. Ditandai dengan terbentuknya kolagen baru yang mengubah bentuk luka serta peningkatan kekuatan jaringan. Terbentuk jaringan parut (scar tissue) sekitar 50-80% sama kuatnya dengan jaringan sebelumnya (Gustinerz, 2020).

Menulis Ekspresif Sebelum Luka Biopsi

Telah banyak studi tentang manfaat menulis ekspresif. Bahkan beberapa studi menunjukkan, menulis ekspresif bisa membantu proses penyembuhan luka pada fase epitelisasi.

Penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan emosi tertulis (tulisan ekspresif) yang dilakukan dalam dua minggu sebelum luka meningkatkan penyembuhan luka biopsi. Secara teknis, akan lebih praktis bagi pasien untuk melakukan intervensi ini setelah luka. Hayley Robinson dan tim (2016) melakukan penelitian terkait pengaruh tulisan ekspresif sebelum dan sesudah tindakan biopsi pada penyembuhan luka.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tulisan ekspresif dapat mempercepat penyembuhan luka biopsi jika tulisan dilakukan setelah luka dibuat. Penelitian melibatkan 122 partisipan berusia antara 18 dan 55 tahun. Secara acak mereka dialokasikan ke salah satu dari empat kelompok.

Peserta menampilkan tulisan ekspresif atau tulisan netral, baik sebelum atau sesudah menerima luka biopsi punch 4 mm. Luka difoto pada hari ke 10 (titik akhir primer) dan hari ke 14 setelah biopsi untuk mengukur epitelisasi. Peserta juga mengisi kuesioner tentang stres dan mempengaruhi dua minggu sebelum biopsi, pada hari biopsi dan dua minggu setelah biopsi.

Hasil penelitian menemukan perbedaan proses penyembuhan yang signifikan pada hari ke 10 antar kelompok. Partisipan yang melakukan penulisan ekspresif sebelum biopsi mengalami penyembuhan luka pada hari ke 10, dibandingkan dengan peserta yang melakukan penulisan netral sebelum atau setelah luka.

Di antara partisipan yang menulis ekspresif setelah luka, mereka yang selesai menulis selama 6 hari pertama secara signifikan lebih mungkin sembuh pada 14 hari daripada mereka yang selesai menulis kemudian.

Robinson dan tim menyimpulkan, menulis ekspresif dapat meningkatkan penyembuhan luka jika dilakukan sebelum tindakan biopsi. Melakukan tulisan ekspresif setelah biopsi mungkin dapat meningkatkan penyembuhan tergantung pada waktu penulisan dan penilaian luka.

Menulis Ekspresif Mempercepat Penyembuhan Luka

Heidi E. Koschwanez dan tim (2013) menyelidiki pengaruh tulisan ekspresif dalam mempercepat penyembuhan luka (epitelisasi) pada orang usia lanjut. Penelitian ini melibatkan 49 orang tua berusia 64 hingga 97 tahun. Mereka ditugaskan untuk menulis selama 20 menit sehari, tentang peristiwa kehidupan yang mengecewakan (penulisan ekspresif) atau tentang kegiatan sehari-hari (manajemen waktu). Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut.

Dua minggu setelah penulisan, luka biopsi 4 mm dibuat di lengan atas bagian dalam. Luka difoto secara rutin selama 21 hari untuk memantau proses epitelisasi luka. Stres yang dirasakan, gejala depresi, perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, jumlah kunjungan dokter, dan produksi sitokin proinflamasi yang distimulasi lipopolisakarida  diukur selama penelitian.

“This study extends previous research by showing that expressive writing can improve wound healing in older adults and women” – Heidi E. Koschwanez (2013)

Hasil penelitian menunjukkan, peserta dalam kelompok penulisan ekspresif, memiliki proporsi epitelisasi lebih besar pada postbiopsi dibandingkan dengan kelompok penulisan manajemen waktu. Studi ini memperluas penelitian sebelumnya dengan menunjukkan bahwa tulisan ekspresif dapat meningkatkan penyembuhan luka pada orang dewasa dan wanita tua.

Dari dua penelitian di atas, tampak saling melengkapi satu dengan yang lain. Menulis ekspresif yang dilakukan sebelum luka biopsi, terbukti mempercepat proses penyembuhan (Hayley Robinson dan tim, 2016). Sementara, menulis ekspresif yang dilakukan setelah terjadi luka biopsi, juga terbukti  mempercepat proses penyembuhan luka (Heidi E. Koschwanez dan tim, 2013).

Selamat menulis, selamat menikmati kesehatan lahir batin.

Bahan Bacaan

Gustinerz, Proses/Tahapan Penyembuhan Luka, 18 September 2020, https://gustinerz.com/

Hayley Robinson dkk, The Effects of Expressive Writing Before or After Punch Biopsy on Wound Healing, DOI: 10.1016/j.bbi.2016.11.025, November 2016, https://www.sciencedirect.com

Heidi E. Koschwanez dkk, Expressive Writing and Wound Healing in Older Adults: A Randomized Controlled Trial, DOI: 10.1097/PSY.0b013e31829b7b2e, Juni 2013, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

.

Ilustrasi : https://nova.grid.id/