BELAJAR MENULIS PARTIKEL DENGAN BENAR
.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Apakah yang dimaksud dengan partikel? Menurut KBBI Daring, partikel adalah “kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi”.
Soaloon (2020) menyatakan, dari segi makna, partikel sama seperti kata sambung atau kata depan. Kata ini tidak memiliki makna leksikal dan hanya memiliki arti ketika berada dalam kalimat (makna gramatikal).
Melalui postingan kali ini, saya mengajak Anda belajar menulis partikel dengan benar, sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Saya hanya mengambil dua contoh saja, selengkapnya simak langsung di PUEBI versi cetak ataupun Daring.
Pertama, partikel -lah, -kah, dan -tah
Menurut PUEBI, partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
- Bacalah buku itu baik-baik!
- Apakah yang tersirat dalam surat itu?
- Siapakah gerangan dia?
- Apatah gunanya bersedih hati?
Kedua, partikel pun
Menurut PUEBI, partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
- Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
- Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
- Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.
Namun, partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.
Misalnya:
- Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
- Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
- Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
- Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
Memahami Lebih Dalam Partikel Pun
Partikel -pun ini berpotensi membingungkan. Mari saya ajak Anda semua mendalami, kapan partikel -pun ditulis terpisah dan kapan ditulis bersambung?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengertian pun dijelaskan sebagai berikut:
pun
p juga atau demikian juga: jika Anda pergi, saya — hendak pergi
p meski; biar; kendati: mahal — dibelinya juga
p saja …: berdiri — tidak dapat, apalagi berjalan; apa — dimakannya (jua)
p (…pun …lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari — malamlah
p untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda — bertanya pula
Dari penjelasan di atas, partikel pun memiliki setidaknya lima makna berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Kelima makna tersebut adalah:
(1) juga atau demikian juga;
(2) meski, biar, kendati;
(3) saja;
(4) sesuatu mulai terjadi;
(5) menegaskan, menguatkan atau menyatakan pokok kalimat.
Mari kita cermati contoh kalimat berikut ini.
- Aku pun merasakan kesedihan yang serupa (= juga).
- Merasa lelah pun, aku tetap berjalan (= meski, biar, kendati).
- Siapa pun yang berdoa, pasti akan dikabulkan (= saja).
- Setelah mengikuti program tahsin, dia pun mengerti cara membaca Al Quran (= mulai).
- Tanpa basa-basi, kelompok itu pun meminta bagian pula (menegaskan pokok kalimat)
Partikel -pun dengan makna (1), (2), (3) dan (4) seperti contoh di atas (juga, meski, saja, dan mulai) lebih sering digunakan dalam kalimat. Pada contoh kalimat (5) pemakaian -pun lebih sebagai penegasan, bukan menunjukkan arti tertentu. Oleh karena itu, andai partikel -pun dibuang, tidak mengubah makna.
Nah, ketika partikel -pun mengandung salah satu makna (juga, meski, biar, kendati, saja, atau mulai), maka ditulis terpisah dengan kata di depannya. Cobati cermati dengan seksama, partikel -pun yang termasuk dalam kelompok ini dapat digantikan oleh salah satu dari kata-kata tersebut. Dengan demikian, ia ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya sebagaimana kalau kita menulis kata-kata tersebut.
Lihat contoh berikut ini.
- Aku pun merasakan kesedihan yang serupa = Aku juga merasakan kesedihan yang serupa
- Merasa lelah pun, aku tetap berjalan = Meski merasa lelah, aku tetap berjalan
- Siapa pun yang berdoa, pasti akan dikabulkan = Siapa saja yang berdoa, pasti akan dikabulkan.
- Setelah mengikuti program tahsin, dia pun mengerti cara membaca Al Quran = Setelah mengikuti program tahsin, dia mulai mengerti cara membaca Al Quran
Kapan partikel –pun ditulis menyatu? Untuk penulisan partikel -pun yang bersambung dengan kata yang mendahuluinya, lebih mudah untuk dipahami. Apabila partikel –pun tidak memiliki makna tersendiri, maka ia ditulis menyatu dengan kata di depannya.
Partikel -pun yang termasuk dalam kelompok ini merupakan unsur klitika yang tidak dapat berdiri sendiri. Ia ditulis serangkai dengan kata lain sebagai unsur pembentuk kata penghubung.
Perhatikan contoh berikut:
- Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
- Biarpun kaya, keluarganya tetap hidup sederhana.
- Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
- Kalaupun harus kembali, pekerjaan kita sudah tuntas.
- Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
- Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
Partikel -pun yang ditulis serangkai sebagai pembentuk konjungsi terdapat dalam 12 kata yang sudah dianggap padu dan telah dibakukan KBBI. Konjungsi tersebut adalah: adapun, biarpun, ataupun, maupun, kendatipun, sungguhpun, sekalipun, walaupun, andaipun, kalaupun, meskipun, bagaimanapun.
Kesimpulannya, partikel -pun yang ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya merupakan unsur pembentuk kata penghubung.
Mari terus belajar.
Bahan Bacaan
Baun Thoib Soaloon, Belajar Kembali Penulisan Partikel –pun, 31 Desember 2020, https://bbaceh.kemdikbud.go.id
KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id
PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io
Tidak ada komentar:
Posting Komentar