Minggu, 11 April 2021

IDE MENULIS BAGI GURU

 

Resume ke : 3

Tanggal : 7 April  2021

Tema  : Pentingnya Ide menulis Bagi Guru

Nara Sumber : Bp. Wijaya  Kusumah, M.Pd (Om Jay)

Moderator     : Bp Bambang Purwanto

Pertemuan ke-2 Gelombang  18

 

IDE MENULIS BAGI GURU

(Wijaya Kusuma, M.Pd)

 



 

 

                Di era globalisasi atau  era milenial seperti sekarang semua aspek harus berhubungan dengan internet. Di Abad 21 persaingan semakin tajam. Individu yang tidak membekali diri dengan kompetensi yang memadai pasti terpinggirkan (ketinggalan). Apalagi sebagai guru.  Jika guru tidak memiliki dan menguasai ICT dan literasi  informasi jadi sulit mengembangkan pekerjaan dan tugasnya. Kebutuhan yang  mutlak harus ada adalah Listrik dan jaringan Internet.  Bagaimana kalau  keduanya tidak ada?

                Yang saya mau sampaikan disini adalah curahan hati saya. Sejak tanggal 4 – 7 April 2021, Daerah saya Sumba Timur NTT diterjang banjir bandang dan Badai Seroja Siklon 2021.  Bencana Maha dahsyat dan begitu mencekam. Pengalaman berharga yang tak akan pernah  terlupa sepanjang hidup. Dampak itu listrik mati, jaringan internet hilang. Untuk pemulihan butuh waktu dan tenaga. Kabel listrik dan kabel Telpon berhamburan akibat angin,  badai, petir dan pohon tumbang. Ngeri!.

                Trimakasih Tuhan,  Cerita sudah berlalu  sedikit-demi sedikit terbenahi. Nah....setelah normal rapelan tugas jadi banyak. Pekerjaan menumpuk. Tugas harus diselesaikan. Mengejar ketingggalan. Seperti halnya saya sekarang.  Sebagai manusia biasa jika tidak dewasa menyikapi bisa stress. Sakit!. Terbukti beberapa teman saya sakit, ada yang di rumah, opname di rumah sakit dan ada pula yang di karantina bahkan ada yang meninggal dunia ( Om Ade dan Ibu Sandra Palekahelu). Sedih!. Selain kita percaya takdir.  Itu juga ada kemungkinan  dampak dari pikiran, kecapaian, stress dan depresi karena  kondisi.

                Maafkan  saya,  kini saya baru mulai membuat remuse belajar menulis karena listrik dan sinyal tak ada. HP baru mulai bisa dibuka. Ada jenset di tetangga, ‘numpang’ cas tapi ternyata membuat HP tambah eror jadi tak berani lagi pake.  Tulisan dan kata-kata bisa terbaca, tapi gambar dan video tak bisa muncul.  Dalam suasana hati yang masih gundah  pelan-pelan akan kuselesaikan tugas dan tanggung jawabku.  Pengalaman yang sungguh berharga. Anggaplah Kenangan  yang indah. Seni kehidupan.

Trimakasih Om Jay  saya akan  setia mengikuti belajar menulis bersama om Jay. Chie chie.....Kita belajar serius tapi santai. Kalau terlalu serius, muka tak bersahabat, hati tertekan, pikiran  tak karuan otak jadi tak jalan. Bisa bahaya!.

 

Masuk pada pokok persoalan. Pernyataan Om Jay    Ide menulis selalu ada. Jika kita sudah  biasa menulis  ‘ide’ akan muncul setiap saat.  Cobalah menulis dari hal yang  paling dekat dengan kita. Contoh Ide Tulisan : Menceritakan diri sendiri.  Cerita tentang  kegiatan hari ini dari bangun tidur sampai tidur lagi. Cerita dari  status WA yang kita ikuti yang dianggap menarik. Dari orang lain ( teman, saudara).

Kita sebagai guru kita bisa cerita anak didik kita sendiri. Ada yang paling nakal. Yang paling bodoh atau bisa juga yang paling bandel sampai menjengkelkan guru. Ide juga dari tetangga terdekat kita. Dari keluarga pokonya terlalu banyak ide. Bagi yang belum biasa menulis sebenarnya  ada saja ide, hanya mungkin  akan ‘mulai’ dari mana. Tapi  yang perlu diingat, cerita  itu yang baik-baik saja, jangan  cerita hal yang  kurang baik apalagi yang tidak baik. Menulis hendaknya memberi manfaat. Menginspirasi pembaca dan membuat kebaikan.

 Menulis adalah  mengukir keabadian dan akan dikenang orang  disepanjang masa. Jasat penulis sudah membumi tapi karyanya masih dikenang di hati. Seperti Pramudya Anantatoer, beliau namanya  begitu melegenda dikalangan  para pegiat literasi. Bukan saja di Indonesia tetapi namanya mendunia. Tentunya  itu akan membanggakan anak-cucu yang masih ada.

 

Tulisan yang idenya dari  teman dekat, disini Om Jay cerita  tentang temannya pak Ukim Komarudin. Beliau guru Bahasa Indonesia mengajak om Jay untuk  belajar Menulis. Guru bahasa   kalau jadi penulis itu hal biasa.  Om Jay adalah guru TIK  (informatika). Pak Ukim mengajak om Jay belajar menulis.  Beliau bilang jadi guru TIK  ‘jangan’ hanya tahu  servis komputer saja,  tapi bisa menerbitkan buku sendiri sebelum mati. Akhirnya Om jay  memenuhi ajakan  pak Ukim  dan mulai belajar  menulis.  Nah!, berkat jasa pak Ukim  inilah  Om Jay  jadi penulis hebat sekarang. Siapa tak kenal  Bapak Wijaya Kusumah ( Om Jay) ?

Cerita  tentang peserta didik. Om Jay  cerita tentang Boby, anak murid yang  amat bandel. Nakal. Susah diatur. Suatu saat  kedua orang tua dari Boby  meninggal akibat kecelakaan pesawat. Akhirnya Bobi diajak pamannya ke Semarang. Boby  pindah sekolah di Semarang. Pada suatu  kesempatan  Om Jay ketemu di Semarang. Ternyata si Boby sudah jadi perwira polisi.

Masih terlau banyak cerita-cerita yang bisa ditulis. Kita tinggal kembangkan sesuai dengan bahasa kita sendiri. Seperti kita cerita kepada teman ‘tapi’  cerita itu dituliskan.  Sebagai penulis harus rajin menulis.  Belajar percaya diri. Bisa menulis di kertas, WA, Face Book atau media lainnya. Menulis kisah nyata pasti selalu ada  dan kita rasa. Seperti om Jay  yang selalu cerita apa saja dari  diri sendiri,  orang lain, keluarga  atau lembaga. Beliau  cerita  selau  asyik, santai, runtut dan enak di baca.  Beliau menulis  bak air mengalir  deras. Kapan saya bisa seperti beliau?.

         

Harus disadari. Ketika  tulisan kita nanti sepi  pembaca janganlah bersedih. Segeralah  berpikir kreatif dan temukan  gaya menulismu. Insa Allah  dari perjuanganmu melawan diri sendiri akan bertemu pembaca setiamu. Setiap penulis akan punya gaya yang berbeda. Ciri yang khas. Atau bisa punya gaya  seperti yang diidolakan. Maka  menulislah  dari hatimu maka kamu akan menemukan gaya tulisanmu dan pembaca setiamu.

Semoga  Tuhan  memberikan  kita selalu  kesabaran dan kesantuan  untuk menjadi hambanya yang setia.  Rajin menulis. Rajin berkarya. Menebar Inspirasi dan kebaikan. Teruslah semangat belajar menulis dan semangat untuk mendapatkan “Mahkota”.  Yaitu buku solo  dari hasil  resume di kegiatan belajar menulis. Semoga buku akan menemukan takdirnya.  Teruslah menulis dan buktikan apa yang akan terjadi.  Salam Literasi !  tetap semangaatt!

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...