.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Our brains have two ways of operating: focused and distracted” – Zulie Rane
.
Menurut Zulie Rane, otak manusia memiliki dua cara kerja, yaitu fokus dan acak. Cara kerja fokus terjadi ketika Anda berpikir keras tentang sesuatu yang spesifik. Misalnya saat Anda berpikir keras untuk mencari pemecahan suatu masalah yang pelik. Otak Anda terfokus hanya pada satu sisi tersebut.
Demikian pula saat Anda bekerja di kantor, dan harus menemukan solusi untuk meningkatkan omset perusahaan. Saat itu otak Anda dipaksa bekerja fokus. Otak akan menonaktifkan “jaringan mode default” (default mode network / DMN) yang bertugas membersihkan jalur antara di berbagai area otak Anda.
Saat Anda tengah konsentrasi pada satu hal, otak Anda berfungsi sebagai mesin pemecah masalah. Otak bekerja seperti lampu laser yang fokus ke satu titik. Kondisi inilah yang terjadi saat Anda berada dalam deadline atau tenggat waktu yang ketat untuk menyelesaikan pekerjaan. Semua gangguan dihilangkan agar bisa fokus ke satu titik.
Namun di sisi lain, cara kerja otak yang fokus ini potensial mematikan pemikiran kreatif. Anda akan berada dalam suasana ‘konvensional’, standar, dan normatif. Sisi kreativitas sangat terkurangi.
Otak Perlu ‘Gangguan’
Cara kerja kedua dari otak manusia adalah yang bercorak lebih ringan dan acak. Ini terjadi ketika Anda tidak fokus —misalnya pikiran Anda mengembara, melamun, berimanjinasi dan dalam kondisi santai. Otak Anda diserang berbagai gangguan –karena tidak fokus.
Saat Anda melakukan aneka pekerjaan atau kesibukan, otak bekerja secara berlebihan, dan menciptakan jalur baru di area otak yang tidak terhubung. Kondisi ini memicu pemikiran kreatif.
Sebagai contoh ketika Anda melakukan tugas-tugas rutin dan monoton –seperti mandi, sarapan pagi, memotong sayuran, dan lain-lain, ini melibatkan area autopilot otak. Ia bekerja secara mekanis dan otomatis. Maka sisa kuota pikiran Anda bisa bebas melayang, ke manapun yang Anda inginkan.
DMN Anda sepenuhnya diaktifkan dan beroperasi pada level tinggi, membuat koneksi dan mendorong pemikiran kreatif untuk menciptakan ide-ide cemerlang. Itulah mengapa ketika Anda duduk dengan niat untuk mendapatkan ide-ide baru yang kreatif, otak Anda justru tidak memberikan apapun.
Tetapi ketika Anda sibuk dengan aktivitas lain, otak Anda bekerja dalam overdrive, menciptakan jalur baru antara area otak Anda yang tidak terhubung dan memicu pemikiran kreatif. Sembari mengemudi motor, otak Anda bebas mengembara ke mana-mana.
How can you generate these good ideas on command, rather than waiting for inspiration to strike? You can be prepared. Find out when you’re relaxed, happy and distracted and find a way to record the ideas that are sure to come – Zulie Rane
Ditambah lagi, saat kita rileks, bahagia, dan terdistraksi, otak melepaskan dopamin, yang terkait dengan pemunculan kreativitas. Ini alasan akademis mengapa ide-ide bagus sering datang kepada Anda saat mandi.
Menyiapkan Perangkat
Permasalahannya adalah, Anda jarang membawa pulpen dan buku catatan ke kamar mandi atau ke meja makan. Padahal sembari kepala terguyur air dari shower, ide-ide deras mengalir. Demikian pula saat di meja makan, sembari menikmati sarapan pagi, ide-ide segar kerap hadir.
Bagaimana Anda dapat menghasilkan ide-ide cemerlang sesuai harapan, tanpa harus menunggu inspirasi datang? Anda bisa bersiap-siap. Amati kondisi saat Anda tengah bersantai, bahagia, dan ada ‘gangguan’. Sekaligus temukan cara untuk mencatat ide yang sering bermunculan di saat-saat ajaib tersebut.
Misalnya, Anda memasang aplikasi perekam suara di ponsel. Saat tengah gowes atau joging, dan ada ide melintas, Anda tetap bisa merekamnya tanpa menghentikan aktivitas. Demikian pula memasang kertas serta pulpen di kamar mandi, yang memudahkan bagi Anda untuk menuliskan ide-ide yang muncul sesaat.
Jika Anda tidak yakin dengan hal yang bisa menghasilkan ide kreatif, coba berbagai opsi berbeda. Mungkin aktivitas membersihkan kamar tidur, mengepel lantai, melipat pakaian, atau menyiram bunga di taman, mampu menghasilkan ide-ide cemerlang. Intinya, jangan duduk terpekur memikirkan ide kreatif.
Selamat menulis, selamat berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar