Selasa, 15 Juni 2021

MENULIS BUKU AUTOBIOGRAFI

  

 



Resume ke : 23
Tanggal         : Selasa  , 15 Juni    2021
Tema  :  Menulis  Buku Autobiografi
Nara Sumber :  Bp Suparno, S.Pd, M.Pd
Moderator      : Ibu Maesaroh 
Pertemuan ke-20 Gelombang  18

Setiap kita pasti punya cerita yang berbeda. Semoga hidup  bisa selalu menabur cinta dan harapan. Karena kita tak pernah tahu kapan Tuhan akan membawa kita pada keabadian yang  sempurna.  Harapan  besar pastinya  ketika kita  pulang dengan rasa bangga, karena kita  telah mengisi  kehidupan  dengan kemenangan dan cinta.

Materi  malam ini dibawakan oleh    Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. tentang "Menulis Buku Autobiografi. Dengan moderator Ibu ketua menulis gelombang 18, yaitu Ibu Maesaroh, M.Pd.

Sebelum pemaparan materi kita mengenal  lebih dulu Bapak  Narasumber kita, beliau adalah Bapak Suparno, S.Pd, M.Pd. TTL: Magetan, 25 Juli 1966. Pekerjaan: kepala SMP 2 Karangrejo Magetan. Riwayat pendidikan D3 ( IkIP Surabaya’ 1989), S1 (Univ. Widya Mandala, Madiun ,1996), S2 (UNIPA Surabaya, 2008). Selain sukses dalam pendidikan dan kariernya sebagai kepala sekolah  beliau juga sukses dalam menerbitkan buku. Dalam bukunya beliau menuliskan hal-hal yang bersifat motivasi dan inspirasi. Seperti motivasi ibadah, bekerja dan belajar. Selain itu beliau juga sudah menulis buku autobiografinya yang berjudul " Perjuangan Hidupku ". Bercerita tentang kehidupan sendiri.

Sebagai pembukaan beliau mempersilahkan peserta berkunjung ke blog , tulisannya indah, ringan dan  menginspirasi, karena  saya terkesan maka saya sertakan tulisan beliau :

Haus menulis lapar membaca

Tulisan saya memang ringan-ringan saja. Tidak yang tinggi tinggi. Saya tidak  bercerita tentang langit, mendung,  bintang- bintang, bulan dan matahari. 
Karena saya bukan dilevel  itu,  saya hanya menulis  disekitar  saya, tentang pasir atau debu  yang menempel  di kulitku. Barangkali  ada butir pasir atau debu  yang bermanfaat.  
Tadi pagi saya naik  sepeda motor dari Dindik ke SMP  Takeran,  saya sering disalip sepeda motor atau mobil, ada yang nyalipnya  sopan ada yang tidak sopan. Orang  orang  itu  mengendarainya  terlalu kencang. 
Saya lihat speedometer saya ternyata menunjukkan  angka 40 - 50 km / jam. 
Ternyata  bukan mereka  yang terlalu  kencang,  tetapi saya yang terlalu pelan.
Kadang saya berfikir  terhadap orang yang dinilai kemajon. Barangkali  bukan kemajon, tapi kita  yang terlalu dibelakang, terlalu  tertinggal. Karena tidak bisa mengikuti  akhirnya memberikan  stikma kemajon.
Orang yang berfikir  maju,  walaupun  dikatakan  kemajon, sebaiknya  lanjut  saja. Kalau  terpengaruh  dengan perkataan  orang yang tertinggal,  maka kemajuan yang sudah di ambang finish  akan berhenti.
Sebaliknya  orang yang tertinggal mau introspeksi  diri,  mengapa  mereka  bisa lari  kencang, sedangkan saya tidak?
Untuk  itu  harus berani  memutuskan  untuk  belajar.  Belajar  tidak semuanya harus di sekolah,  atau bangku  kuliah. Tapi bisa dengan cara membaca dan menulis.  
Sayangnya  kualitas membaca kita  di urutan ke 60 dari 61 negara.  Artinya  kemampuan  membaca kita masih rendah. Kita hanya mau membaca  tulisan tulisan di WA, tapi kalau  dihadapkan  pada tulisan  di buku,  lebih-lebih  buku  yang tebal  maka  mata kita sudah langsung ngantuk. Perut terasa mual.
Tapi kalau ditekad  terus maka ngantuknya hilang, mualnya  berubah jadi haus dan lapar. Haus menulis,  lapar  membaca.

    Kita tidak tahu berapa  umur seseorang.  Kita juga tidak tahu  kapan ajal  menjemput. Menulislah  buku  biografi  agar  anak  cucu  tahu  sejarah perjalanan  kehidupan kita. Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak  cucu bisa belajar  betapa   perjuangan yang luar biasa untuk  mencapai  kesuksesan . Suatu  saat  pasti  ada diantara  anak  cucu kita  yang cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya. Di saat itu  buku   biografi  sangatlah  berharga. Menulislah  buku  biografi  sebelum ajal menjemput , agar namamu dikenang  anak  cucumu  dan orang-orang  setelahmu.  

    Awalnya Pak Parno mengira bahwa hanya orang-orang populer dan yang  mempunyai jasa-jasa bagi negeri ini yang bisa ditulis dalam buku biografi. Ternyata pendapat itu keliru. Sukses itu bukan hanya milik orang kaya.  Belajar itu tidak harus pada orang ternama.  Tapi pada siapa saja yang di situ ada hikmah.  Semua orang  boleh Sukses. Semua orang berhak kaya.Termasuk menulis buku  biografi, siapa saja boleh menulis biografinya. Tulisan kita akan menemui takdirnya masing-masing.

    Mengawali materi  sebagai motivasi beliau mengutip tulisan dari rektor IKIP Surabaya bernama Prof. Dr. Budidarma dalam tulisannya beliau menuliskan " Kita ini orang-orang biasa maka untuk mencapai sukses, harus berjuang luar biasa, belajar luar biasa, bekerja luar biasa dan berdoa luar biasa " . Sebenarnya bukan hanya anak cucu yang akan bisa belajar dari buku autobiografi. Tapi siapa saja yang membaca dan siap mendapatkan tambahan pengetahuan atau pengalaman.  Mereka akan bisa belajar dari buku yang merupakan amal jariyah. Apabila jika kita sudah meninggal kemudian buku kita dibaca oleh banyak orang. Pembaca  setia kita  akan terinspirasi untuk melakukan hal-hal yang baik.  Misal  menjadi rajin bekerja, rajin belajar, banyak berdoa.  Dengan  begitu  kita  akan mendapatkan pahala.

 Cara menyusun buku biografi itu mudah sekali karena apa yang akan kita tuliskan itu sebenarnya sudah pernah kita alami. Kita mengingat kembali. Kita tuangkan  kisah kita yang menarik, yang mengesankan , membahagiakan ataupun yang mendukakan hati. 

Menurut para pakar menulis, seorang penulis itu bisa menuliskan apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dialami. Dan menulis buku biografi ini menulis apa yang dialami sehingga lebih mudah dan cocok sekali bagi penulis pemula.

 Sebaiknya sebelum menulis buku autobiografi bacalah terlebih dahulu buku biografi orang ternama dari hasil membaca tersebut kita bisa mengetahui apa saja yang baik untuk dituliskan di dalam buku biografi itu. Jangan  hanya satu buku  tetapi minimal  3 buku sehingga  kita memiliki  pembanding yang baik. Jangan  hanya  orang-orang  ternama,  tetapi  juga  membaca  buku  biografi orang-orang  yang selevel  dengan kita. Sehingga  kita tidak  berkecil  hati  untuk  menuliskan  perjalanan  hidup  kita.

Menurut pak Suparno, langkah-langkah menulis autobiografi adalah sebagai berikut:

1. Membuat Outline atau kerangka tulisan.

 Fase Kelahiran, Fase Balita,Fase TK,Fase SD,Fase SMP,Fase SMA,Fase Kuliah,Fase BekerjaFase ,Menikah dan seterusnya. Banyak hal yang bisa dituliskan atau dikembangkan menjadi tulisan atau naskah buku. Outline di atas merupakan salah satu contoh yang bisa dikembangkan dalam buku autobigrafi. Untuk mendapatkan  hasil tulisan yang baik hendaknya  kita  membaca rujukan-rujukan  biografi orang-orang ternama  sebagai sumber belajar  paling tidak 1-3 buku supaya tulisan kita ada kemanfaatannya juga untuk orang lain.

2. Membuat jadwal menulis.

Dalam tahap ini sangat dibutuhkan komitmen dalam menulis. Jangan sampai jadwal yang sudah ada diabaikan atau dibiarkan terbengkalai dengan beragam alasan.  Saya masih kewalahan dalam menetapkan jadwal menulis. Meskipun saya tetap berusaha menghasilkan tulisan dalam waktu-waktu tertentu, apalagi ketika saya bekerja. Saya berusaha membagi waktu untuk bekerja dan menulis. Karena ketika sampai di rumah, waktu banyak dihabiskan dengan anak-anak. Ketika malam pun sama. Kadang-kadang mencuri waktu untuk ikut belajar. Tapi semangat untuk menulis tetap menggelora.

3. Melengkapi data pendukung

Agar tulisan baik  dan menarik , sebaiknya dilengkapi dengan data pendukung. Data pendukung yang dimaksud bisa berupa gambar, video, buku diary, foto, dan sebagainya.

4. Mengembangkan outline menjadi tulisan

Outline itu sangat penting,  Di tahap ini, kita mulai menulis outline yang telah dibuat. Tulislah ide-ide yang muncul dalam pikiran kita. Biarkan pikiran menyatu dengan tulisan. Tuliskan semua ide yang muncul. Jangan sekali-kali berusaha mengedit tulisan saat menulis, karena mengedit akan memperhambat jalannya inspirasi atau pengembangan tulisan 

kita.Menulislah seperti air yang mengalir yaitu menulis bebas tanpa ada yang membatasi.Kembangkan tulisan sesuai dengan outline yang telah dibuat, sehingga  tulisan menjadi lengkap. Setelah menulis semua sejarah perjalanan hidup, baca kembali tulisan yang dibuat.Jika ada yang kurang, lengkapi dan kembangkan menjadi tulisan yang menarik  dan enak dibaca tentunya.

5. Mengedit

Setelah selesai menulis  dibaca kembali, kemudian diedit bagian-bagian yang salah, yang tidak jelas atau ada bahasa yang kurang bisa dipahami. Jika perlu jangan hanya dibaca ulang 1 kali  tapi beberapa kali sehingga kita  merasa puas. Perhatikan diksi, struktur kalimatnya atau mungkin jangan sampai  tulisan belum sesuai dengan KBBI.

6. Memilih editor

Setelah selesai pengeditan personal, minta bantuan teman atau seseorang yang ahli dalam mengedit atau editor langsung  untuk mengedit tata bahasa, ejaan, dan sebagainya.

7. Membuat cover buku

Buatlah cover buku yang bisa menarik minat pembaca untuk melirik buku kita. Tentunya yang sesuai dengan isi buku yang ditulis. Sebaiknya seimbangkan antara isi buku dengan covernya,  sehingga pembaca benar-benar puas terhadap keduanya

8. Kata Pengantar

Usahakan kata pengantar ditulis oleh orang-orang hebat atau terkenal. Kita merasa puas,  buku yang diterbitkan bisa membawa keberkahan baik secara pribadi maupun bagi orang lain. 

9. Kirimkan ke Penerbit

Setelah semuanya beres, kirimkan ke penerbit yang dipercaya memberikan keberuntungan. Cetakannya bagus, harga terjangkau, waktunya  cepat, servis memuaskan dan lain-lain.

Catatan : 

 Dalam menulis buku biografi tidak ada batasan tertentu atau kode etik yang  penting  tidak ada unsur  sara, tidak  menjelek-jelekkan  orang lain yang membuat tersinggung  sehingga  lecet  hatinya dan  luka persaannya. Tulislah  yang mengandung hikmah saja,  karena buku  kita akan  dibaca  orang hingga hari kiamat.

Mengemas tulisan pada buku biografi agar tidak seperti curhatan hati  namun bisa menjadi pelajaran hidup bagi yang membacanya sebenarnya tidak ada ketentuan, yang penting menarik, ada hikmah bagi pembacanya berupa ilmu. Motivasi  bagi penulis buku  autobiografi,  Dia akan berjuang  menjalani  hidup  dengan perbuatan  yang baik, yang suatu  saat akan dituliskan  dalam buku  biografinya.

Sukses itu bukan milik orang kaya, jika ingin menulis autoboigrapi menulislah sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri. Tulislah perjalanan hidup kita yang amat penting. Agar kita menjadi inspirasi untuk orang lain. Seperti kisahnya Chairul Tanjung. Jangan  menunggu  populer  baru menulis,  karena banyak orang populer  karena menulis  juga,  Empu Walmiki,  JK Rowling,  Omjay, Mas Dr. Naim,  Mas Dr. MUCH  Khoiri , Pak Kyai Akbar  , Mas Dr. Imron Rosidi, Om Jay, Ibu Kanjeng, Pak Eko Indrajit,   dan lain-lain.
Perjalanan hidup antara satu orang dengan orang lain tidak sama, begitu pula keberuntungan dan keberhasilan yang diraih. Dengan usaha, doa, dan harapan maka yang dicita-citakan akan terwujud

Dalam tulisannya, bapak Suparno biasanya menuliskan hal-hal yang bersifat motivasi. 
Berikut adalah tulisan motivasi beliau, yaitu : Motivasi beribadah yang bertujuan agar menjadi orang kaya di surga,  Motivasi Bekerja yang bertujuan membuat kaya dari segi ekonomi,Motivasi Belajar yang bertujuan agar kaya dengan pengetahuan.

Trimakasih Pak Suparno untuk ilmunya yang luar biasa. Bapak adalah orang baik hati dan komitmen tinggi terbukti , walaupun  istri sedang sakit karena sudah ‘janji’, beliau  tak mau ingkar janji. Hebat. Bisa  menjadi contoh bagi kita semua. Selau ‘rela berbagi iklas memberi’. Semoga Istri bapak  lekas sembuh.

Semoga kita selalu bisa menulis dalam kondisi apapun, kalau kita terus berlatih dan membiasakan diri untuk menulis , tulisan kita akan semakin sempurna. Jadikan menulis adalah Habit, agar kita  semakin rajin menulis dan terus semangat  hingga  akhir hayat. Semoga!

“Sukses itu bukan milik orang kaya”.  Jika ingin menulis autoboigrapi menulislah sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri. Tulislah perjalanan hidup kita yang menarik, yang terkesan  dikala sedih dan gembira. Agar kita menjadi inspirasi untuk orang lain. Seperti kisahnya Chairul Tanjung." Trimakasih bu Maydearly, catatan ini sangat berarti untuk memotivasi menulis autobigrafi saya nanti. 

Hidup itu  bagai orang yang naik sepeda, Kita harus terus mengayuh agar tak jatuh.


Waingapu,  15 Juni 2021.


1 komentar:

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...