Senin, 14 Juni 2021

Renungan Pagi, Selasa 15 Juni 2021

Berjumpa kembali bersama saya inspirasiku di “antara”
Renungan harian, Selasa 15 Juli pekan biasa ke-11
Semoga kita bersama keluarga komunitas kita selalu dalam keadaan sehat baik dan penuh Sukacita
Pembacaan  Injil menurut Matius bab 5 ayat 43-48. Terpujilah Kristus.
Marilah kita bersama-sama mengawali renungan kita dengan tanda kemenangan Kristus
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  Amin.

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan  Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah Musuhmu.

Tetapi aku berkata kepadamu, “Kasihilah musuh2mu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.   Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak bapamu di surga.  sebab Ia membuat mataharinya terbit bagi orang yang jahat dan juga bagi orang yang baik. 

Hujanpun diturunkannya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar.  Apakah kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian? Apakah upahmu dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja?.Apakah lebihnya dari perbuatan orang lain?  Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?  

Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana bapamu di surga sempurna adanya.  Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus. 

Saudara-saudari yang terkasih  Shalomm, Apa kabar semuanya?.
Saya  percaya saudari-saudara bersama keluarga dan komunitas selalu dalam keadaan baik sehat dan pastinya bersemangat. Memberi salam bukan sekedar formalitas,  memberi salam adalah menyebarkan harapan baik kepada mereka yang mendapatkan salam itu.  Tentu saja harapan baik ini terutama  tertuju pada pribadi-pribadi yang ada pada lingkaran dalam orang yang memberi salam.
 Artinya,  harapan bahwa  pribadi-pribadi itu  berada dalam kondisi yang baik.  Adalah harapan utama setiap  orang.

Saudari saudara  terkasih dalam Kristus.
Sabda Tuhan hari ini  mengajak kita Semua orang beriman untuk berpikir ulang terkait dengan relasi mereka dengan orang-orang di sekitarnya.
 Terutama dengan orang yang  berpotensi menimbulkan konflik.  Istilahnya jangan memadamkan api dengan minyak ,  api dapat  pada tentu saja  dengan air.  Karena air adalah elemen alam yang menyejukkan.  kesejukan sapaan dan salam inilah yang diharapkan dibagi-bagikan tidak saja kepada mereka yang bersahabat.  Tetapi lebih lebih kepada mereka yang berpotensi membawa konflik.  Tujuannya jelas, supaya api konflik atau permusuhan dapat terpadamkan. 

Jika kita merenungkan dalam Sabda Tuhan Apa yang dilakukan dan dibuat oleh Yesus. Yesus  senantiasa membawa kedamaian d alam setiap perkataan dan perbuatan Kekuatannya. Dan  ini juga yang diharapkan dibawa oleh kita semua para pengikutnya.   
Saat ini dunia membutuhkan kedamaian itu karena sudah terlalu lama dunia babak belur dengan aneka macam perang dan bencana.  Kedamaian harus dibangaun. salam harus terus dibagikan.  Kesadaran  yang tumbuh ini adalah bahwa perdamaian itu tidak hanya dijalin dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam.  

Aneka macam musibah dan bencana adalah akibat ulah kitab umat manusia ini,  yang terus-menerus mengganggu keseimbangan alam.   Berdamai dengan alam Niscaya akan memberikan kondisi yang lebih baik bagi semua makhluk hidup.   
Saudara-saudara yang terkasih,
Kita semua diutus untuk saling mengasihi kepada sesama kita dan mereka yang membenci ataupun musuhi kita.  Sehingga kedamaian tewujud di dunia ini. 

salam damai,  salam damai salam salam damai Kristus beserta Mu salam. salam

Marilah kita mengakhiri renungan kita dengan mohon berkat Tuhan.
Semoga saudari-saudara sekalian,  keluarga, komunitas kita orang-orang yang kita doa doakan mereka yang sakit yang menderita seluruh tugas,belajar pekerjaan usaha serta karya pelayanan kita dibimbing dan diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa. Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...